Harga Emas Pegadaian Hari Ini 28 Februari: UBS Turun, Galeri24 Tetap Stabil
28 February 2026, 13:20 WIB
Harga emas yang dijual oleh PT Pegadaian (Persero) turun pada perdagangan hari ini Sabtu (28/2/2026). Penurunan harga emas Pegadaian ini berlawanan dengan harga emas dunia. Pegadaian menjual emas batangan jenis Galeri24 dan UBS.
Mengutip laman Sahabat Pegadaian Sabtu pagi, harga emas UBS turun Rp 3.000 ke angka Rp 3.080.000 per gram dari perdagangan sebelumnya Rp 3.083.000 per gram. Sedangkan untuk produk atau jenis Galeri24 stabil di angka Rp 3.065.000 per gram.
Harga jual emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian sewaktu-waktu bisa berubah.
Untuk Galeri24 dijual dengan kuantitas 0,5 gram hingga 1.000 gram atau 1 kilogram. Sementara emas UBS dijual dengan kuantitas 0,5 gram hingga 500 gram.
Daftar Lengkap Harga Emas Pegadaian Hari Ini:
Galeri24
- 0,5 gram: Rp 1.608.000
- 1 gram: Rp 3.065.000.
- 2 gram: Rp 6.055.000
- 5 gram: Rp 15.028.000
- 10 gram: Rp 29.977.000
- 25 gram: Rp 74.536.000
- 50 gram: Rp 148.956.000
- 100 gram: Rp 297.764.000
- 250 gram: Rp 742.581.000
- 500 gram: Rp 1.485.162.000
- 1.000 gram: Rp 2.970.323.000
UBS
- 0,5 gram: Rp 1.664.000
- 1 gram: Rp 3.080.000
- 2 gram: Rp 6.112.000
- 5 gram: Rp 15.101.000
- 10 gram: Rp 30.043.000
- 25 gram: Rp 74.961.000
- 50 gram: Rp 149.614.000
- 100 gram: Rp 299.109.000
- 250 gram: Rp 747.551.000
- 500 gram: Rp 1.493.349.000.
Harga Emas Dunia Dekati Level Tertinggi
Harga emas dunia melonjak mendekati level tertinggi dalam satu bulan pada perdagangan Jumat. Logam mulia ini bahkan berada di jalur kenaikan bulanan ketujuh secara beruntun, didorong meningkatnya ketegangan geopolitik serta melemahnya imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS).
Dikutip dari CNBC, Sabtu (28/2/2026), harga emas spot naik 0,8% menjadi USD 5.230,56 per ons, setelah sebelumnya sempat menyentuh level tertinggi sejak 30 Januari. Sepanjang Februari, harga emas telah menguat sekitar 7,6%.
Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman April ditutup naik 1% ke level USD 5.247,90 per ons.
"Kami melihat banyak kegelisahan terkait geopolitik. Ada kondisi yang mengarah pada probabilitas tinggi operasi militer pada akhir pekan, sehingga terjadi risk-off dan arus dana mengalir ke aset safe haven," ujar kepala analis Blue Line Futures Phillip Streible.
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran menjadi pemicu utama lonjakan harga emas. Meski mediator Oman menyebut ada kemajuan dalam pembicaraan nuklir pada Kamis, negosiasi belum menghasilkan terobosan yang dapat mencegah kemungkinan serangan militer AS di tengah peningkatan aktivitas militer.
Di sisi lain, Kedutaan Besar AS di Yerusalem mengizinkan staf non-esensial dan keluarga mereka meninggalkan Israel dengan alasan keamanan.
Pasar Obligasi AS
Dari sisi pasar keuangan, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun ke level terendah dalam tiga bulan. Kondisi ini membuat emas yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset) menjadi lebih menarik karena biaya peluangnya menurun.
Streible memperkirakan target kenaikan harga emas berikutnya berada di kisaran USD 5.450, dengan level dukungan penting di sekitar USD 5.120.
Data terbaru menunjukkan harga produsen di Amerika Serikat naik lebih tinggi dari perkiraan pada Januari. Hal ini memicu kekhawatiran bahwa tekanan inflasi dapat meningkat dalam beberapa bulan ke depan.
Pelaku pasar saat ini memperkirakan peluang sekitar 42% bahwa bank sentral AS (Federal Reserve) akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada Juni, menurut CME FedWatch Tool.
Impor China
Dari Asia, impor bersih emas China melalui Hong Kong pada Januari melonjak 68,7% dibandingkan Desember, berdasarkan data Departemen Sensus dan Statistik Hong Kong.
Sementara itu, bank sentral China juga mengambil langkah untuk menahan penguatan yuan dengan menghapus aturan cadangan risiko untuk kontrak forward valas, yang mendorong pembelian dolar AS.