Laba Pegadaian Tembus Rp 8,34 Triliun di 2025, Bank Emas Jadi Penopang
25 February 2026, 19:15 WIB
PT Pegadaian mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025 dengan membukukan laba bersih sebesar Rp 8,34 triliun. Capaian tersebut tumbuh 42,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 5,85 triliun.
Direktur Utama Pegadaian, Damar Latri Setiawan, menjelaskan bahwa pertumbuhan laba didorong oleh peningkatan aset perusahaan yang mencapai Rp 151,7 triliun, naik 47,8 persen dibandingkan 2024 sebesar Rp 102,6 triliun.
Selain itu, Outstanding Loan (OSL) Gross Pegadaian juga meningkat signifikan menjadi Rp 126 triliun, atau tumbuh 47,5 persen dari posisi tahun sebelumnya sebesar Rp 85,4 triliun.
"Kami menyampaikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh stakeholder, khususnya nasabah, atas kepercayaan terhadap produk dan layanan Pegadaian," ujar Damar dalam keterangan tertulis, Rabu (25/2/2026).
Dari sisi kualitas pembiayaan, Pegadaian juga berhasil menekan rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) dari 0,63 persen pada 2024 menjadi 0,38 persen di 2025. Penurunan ini mencerminkan pengelolaan risiko yang semakin baik dan bisnis yang semakin sehat.
Bank Emas Jadi Penopang Kinerja
Dari sisi layanan Bank Emas, kinerja Pegadaian hingga 31 Desember 2025 juga menunjukkan hasil membanggakan. Total transaksi dan kelolaan Bank Emas mencapai 33,7 ton.
Jumlah tersebut terdiri dari transaksi Tabungan Emas sebesar 17,1 ton, Deposito Emas 2,18 ton, Cicil Emas 10,3 ton, serta Titipan Emas Korporasi dan Pinjaman Modal Kerja Emas yang terus bertumbuh.
Kelola 136 Ton Emas
Selain itu, sepanjang 2025, kelolaan ekosistem emas Pegadaian tercatat mencapai 136 ton, yang mencakup portofolio agunan produk gadai dan layanan Bank Emas.
Menurut Damar, capaian ini menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berinvestasi emas secara bijak.
"Hal ini membuktikan bahwa masyarakat semakin aware untuk berinvestasi dalam bentuk emas, serta paham dan bijak dalam mengoptimalkan aset emas yang dimiliki," ujarnya.
Ia menegaskan, Pegadaian terus berkomitmen mendukung perekonomian kerakyatan melalui layanan gadai yang inklusif, pinjaman mikro bagi UMKM, serta layanan Bank Emas yang andal, baik secara fisik maupun digital.
Direktur Keuangan dan Perencanaan Strategis Pegadaian, Ferdian Timur Satyagraha, menyatakan bahwa stabilitas ekonomi dan kondisi geopolitik global akan menjadi faktor penting dalam pencapaian target kinerja 2026.
Meski demikian, ia optimistis Pegadaian mampu menghadapi berbagai tantangan melalui strategi korporasi yang adaptif, penguatan layanan berbasis solusi, kepatuhan regulasi, serta transformasi budaya perusahaan.
"Kami optimistis dapat menjawab setiap tantangan untuk terus mewujudkan kinerja yang bertumbuh dan tata kelola yang sehat," ujarnya.
Aplikasi TRING!
Ke depan, kinerja Pegadaian juga akan didorong melalui peningkatan market share dan optimalisasi layanan digital lewat aplikasi TRING!. Aplikasi ini diharapkan mempermudah nasabah dalam bertransaksi dan berinvestasi emas secara real-time.
"Melalui TRING!, seluruh nasabah Pegadaian dapat mengakses seluruh produk secara real-time dalam satu aplikasi," jelas Ferdian.
Selain itu, Pegadaian juga semakin optimistis dengan hadirnya Fatwa DSN-MUI No.166 Tahun 2026 tentang layanan usaha bulion berbasis syariah. Fatwa tersebut diharapkan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan Bank Emas Pegadaian.
Saat ini, produk yang telah memenuhi ketentuan syariah antara lain Cicil Emas, Tabungan Emas, dan Rahn Emas.
Sejalan dengan visi sebagai pemimpin ekosistem emas dan inklusi digital, Pegadaian terus meningkatkan kualitas layanan dan keandalan sistem guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional serta kesejahteraan masyarakat.