Jalani Ramadan 2026, Toprak Razgatlioglu Hadapi Tantangan di Debut MotoGP

28 February 2026, 14:00 WIB
Jalani Ramadan 2026, Toprak Razgatlioglu Hadapi Tantangan di Debut MotoGP

Pembalap rookie MotoGP Toprak Razgatlioglu akan melakoni debutnya akhir pekan ini di Thailand. Momen bersejarah ini bertepatan dengan bulan suci Ramadan, menambah dimensi unik pada tantangan adaptasi yang dihadapinya di kelas premier balap motor dunia.

Razgatlioglu, juara World Superbike (WSBK) tiga kali, telah bergabung dengan grid MotoGP pada tahun 2026 bersama tim Prima Pramac Yamaha, menandatangani kontrak jangka panjang dengan Yamaha.

Debutnya di MotoGP sangat dinantikan banyak pihak, mengingat reputasinya sebagai salah satu talenta paling cemerlang di WSBK. Namun, transisinya ke MotoGP tidaklah mudah, terutama dalam hal adaptasi dengan mesin prototipe dan ban Michelin. Ia dihadapkan pada kurva pembelajaran yang curam, bahkan mengakui kesulitan dalam mempercayai ban depan Michelin selama tes pramusim.

Meskipun memiliki ekspektasi rendah untuk hasil balapan di Thailand, Razgatlioglu tetap menyebut debutnya sebagai "mimpi yang menjadi kenyataan". Ia sangat bersemangat untuk memulai petualangan barunya, meskipun menyadari perbedaan besar antara Superbike dan MotoGP. Persiapan fisik dan mentalnya diuji, tidak hanya oleh tuntutan balapan, tetapi juga oleh komitmen spiritualnya selama Ramadan.

Debut Impian Toprak Razgatlioglu di MotoGP

Debut Impian Toprak Razgatlioglu di MotoGP

Toprak Razgatlioglu tiba di MotoGP dengan segudang prestasi dari World Superbike, di mana ia berhasil meraih tiga gelar juara dunia. Pembalap asal Turki ini dikenal dengan gaya balap agresif dan kemampuannya yang luar biasa dalam mengendalikan motor.

Kepindahannya ke MotoGP bersama Pramac Yamaha pada tahun 2026 menjadikannya salah satu rookie yang paling ditunggu, dengan harapan ia dapat membawa dorongan pengembangan signifikan bagi Yamaha, terutama dengan pengetahuannya tentang ban Pirelli yang akan menjadi pemasok tunggal pada tahun 2027.

Namun, adaptasi ke MotoGP tidak semulus yang dibayangkan. Razgatlioglu menghadapi tantangan besar dalam menyesuaikan diri dengan karakteristik mesin MotoGP dan ban Michelin yang sangat berbeda dari ban Pirelli yang ia gunakan di WSBK. Ia secara terbuka mengakui kesulitan untuk mempercayai ban depan Michelin dan bahkan menyarankan bahwa ia perlu "lebih sering jatuh" untuk memahami batasannya dengan lebih baik.

Selama tes Buriram, Razgatlioglu merasakan perbedaan signifikan, terutama pada cengkeraman ban belakang dan manajemen traksi pada lintasan lurus. Ia harus mengubah gaya balapnya dari yang agresif menggunakan ban belakang di WSBK menjadi lebih halus di MotoGP. Meskipun demikian, semangatnya tetap tinggi, melihat ini sebagai awal baru dan tantangan yang harus ditaklukkan.

Tantangan Ramadan bagi Toprak Razgatlioglu

Tantangan Ramadan bagi Toprak Razgatlioglu

Sebagai satu-satunya pembalap Muslim di grid MotoGP, Razgatlioglu menghadapi kondisi unik karena debutnya bertepatan dengan bulan Ramadan. Puasa di siang hari adalah salah satu rukun Islam, namun hal ini dapat menjadi sangat sulit bagi atlet profesional mengingat tuntutan fisik yang tinggi selama kompetisi.

Razgatlioglu menjelaskan bahwa ia telah berpuasa pada hari pertama Ramadan, namun kemudian memutuskan untuk mengonsumsi makanan dan minuman menjelang Grand Prix Thailand untuk menjaga energi yang dibutuhkan saat balapan.

Ia menyatakan, "Hari pertama saya berpuasa Ramadan, tetapi setelah kami mengendarai motor, saya membutuhkan energi." Setelah tes, ia kembali berpuasa selama dua hari, namun kini ia mulai makan dan minum lagi karena jadwal balapan akan segera dimulai.

Pengecualian puasa diizinkan dalam Islam bagi mereka yang bepergian atau memiliki kondisi fisik tertentu, dan dunia olahraga mulai menunjukkan inklusivitas yang lebih besar terhadap atlet Muslim selama periode ini.

Liga Inggris telah memperkenalkan prosedur untuk memungkinkan pemain berbuka puasa, dan kejuaraan motorsport seperti World Endurance Championship dan Formula 1 telah menyesuaikan jadwal mereka. Namun, MotoGP belum mengubah jadwalnya, sehingga tantangan ini sepenuhnya berada di pundak Razgatlioglu.

Adaptasi dan Harapan di Musim Perdana

Adaptasi dan Harapan di Musim Perdana

Toprak Razgatlioglu menyadari bahwa musim perdananya di MotoGP akan menjadi periode adaptasi yang intens. Ia secara mental dan fisik harus menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, dari motor hingga ban, serta tekanan kompetisi di level tertinggi.

Yamaha telah menyiapkan motor yang disesuaikan dengan postur tubuhnya, bahkan bereksperimen dengan posisi setang yang lebih tinggi untuk meningkatkan kepercayaan diri saat pengereman.

Kontrak jangka panjangnya dengan Yamaha menunjukkan komitmen besar dari kedua belah pihak. Razgatlioglu diharapkan tidak hanya beradaptasi dengan cepat, tetapi juga memainkan peran kunci dalam pengembangan motor Yamaha di masa depan. Pengetahuannya tentang ban Pirelli akan sangat berharga saat ban tersebut menjadi standar pada tahun 2027, memberikan keuntungan strategis bagi Yamaha.

Meski menghadapi ekspektasi yang tinggi, Razgatlioglu tetap realistis. Ia tahu bahwa beberapa balapan pertama akan sulit, namun ia siap menghadapi tantangan tersebut. Kembali ke Turki setelah balapan, ia berencana untuk melanjutkan puasanya, menunjukkan dedikasi yang kuat terhadap keyakinannya sembari mengejar impian di lintasan balap.

Sumber : Liputan6.com