Anak Mulai Puasa, Jangan Sampai Gizi dan Cairannya Kurang
28 February 2026, 20:00 WIB
Orantua perlu memastikan gizi dan cairan anak yang mulai belajar puasa Ramadan tercukupi. Namun, sebelum itu pastikan usia dan mental anak sudah siap untuk puasa.
"Beberapa hal yang perlu dipastikan adalah usia dan kesiapan mental anak. Pastikan si kecil sudah cukup matang serta pastikan anak dalam kondisi sehat," kata dokter spesialis anak lulusan Afiffa Mardhotillah.
Afiffa mengungkapkan anak yang baru belajar berpuasa kurang nafsu makan dan malas minum yang memicu dehidrasi atau kurang cairan tubuh. Padahal anak usia sekolah membutuhkan cairan sekitar 1 sampai 2 liter per hari tergantung pada berat badannya.
Maka dari itu, ajak anak untuk rajin minum air putih atau cairan lainnya. Ajakan untuk meminum cairan boleh dibagi secara harian menjadi 25 persen saat berbuka, 25 persen saat makan malam, 25 persen saat ingin tidur, dan 25 persen saat sahur.
"Jika bosan minum air putih, infused water yang dicampur buah mungkin dapat menjadi solusi," kata Afiffa mengutip Antara.
Penuhi Kebutuhan Gizi
Dari sisi pemenuhan gizi melalui makanan, orangtua dapat memastikan jumlah karbohidrat, protein, lemak, dan serat seimbang.
Jika memungkinkan, utamakan asupan karbohidrat dengan indeks glikemik rendah seperti nasi merah, kentang, oatmeal, dan lain-lain agar anak tidak cepat lapar.
Afiffa minta aga anak tidak sahur atau berbuka puasa dengan makanan atau minuman tinggi gula agar tidak terjadi lonjakan gula darah yang terlalu cepat
Untuk memenuhi kebutuhan protein, setidaknya orang tua perlu memberikan 10 sampai dengan 15 persen dari total kalori harian anak-anak.
Sementara untuk menunya, boleh disesuaikan dengan jenis masakan yang disukai oleh anak agar puasanya lebih bersemangat.