Cara Memilih Kursi Pesawat agar Tidak Cepat Mual Selama Perjalanan Mudik

17 March 2026, 12:02 WIB
Cara Memilih Kursi Pesawat agar Tidak Cepat Mual Selama Perjalanan Mudik

Perjalanan mudik dengan pesawat seringkali menjadi pilihan utama karena efisiensi waktu dan kenyamanan. Namun, sebagian orang bisa merasa mual selama terbang akibat ketidakselarasan antara penglihatan dan sistem keseimbangan tubuh.

Agar mudik tetap nyaman dan bebas mabuk udara, pemilihan kursi yang tepat sangat penting. Posisi duduk strategis bisa mengurangi guncangan dan sensasi yang memicu mual. Mengetahui karakteristik tiap area pesawat membantu Anda memilih kursi terbaik.

Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber pada Selasa (17/3), cara memilih kursi pesawat agar tidak cepat mual selama perjalanan mudik. Mulai dari lokasi paling stabil hingga tips tambahan, semua dibahas untuk membuat pengalaman terbang lebih nyaman dan menyenangkan.

Pilih Kursi di Atas Sayap Pesawat untuk Stabilitas Optimal

Pilih Kursi di Atas Sayap Pesawat untuk Stabilitas Optimal

Salah satu cara paling efektif mencegah mual saat terbang adalah memilih kursi di atas sayap pesawat. Area ini merupakan pusat gravitasi, sehingga paling stabil dan minim guncangan.

Ketika pesawat mengalami turbulensi, kursi di atas sayap merasakan gerakan naik-turun paling sedikit, sehingga mual lebih mudah dihindari. Banyak pramugari menyarankan kursi jendela di atas sayap untuk perjalanan yang lebih mulus.

Untuk menemukannya, perhatikan baris di sekitar pintu darurat yang berada di atas sayap. Misalnya pada pesawat Boeing 737 atau Airbus A320, zona stabil biasanya berada di baris 12--25, sedangkan pada Boeing 747, baris 28--41. Jika ragu, pilih kursi beberapa baris di kedua sisi pintu darurat.

Pertimbangkan Kursi Jendela atau Lorong Sesuai Kebutuhan Anda

Pertimbangkan Kursi Jendela atau Lorong Sesuai Kebutuhan Anda

Pemilihan antara kursi jendela atau lorong juga memengaruhi kenyamanan saat terbang. Kursi jendela memberi keuntungan visual---melihat cakrawala atau objek jauh di luar pesawat dapat membantu menyelaraskan indra vestibular atau keseimbangan dan mengurangi mual.

Namun, preferensi ini sangat individual. Beberapa orang mungkin merasa lebih baik di kursi lorong. Kursi lorong memberikan keleluasaan untuk bergerak dan berdiri, yang bisa sangat membantu jika Anda mulai merasa mual atau mengalami klaustrofobia. Kemudahan akses untuk berjalan-jalan kecil di kabin dapat meredakan ketidaknyamanan.

Keputusan antara kursi jendela dan lorong sebaiknya disesuaikan dengan kebiasaan dan kondisi tubuh Anda. Jika pandangan luar membantu Anda, pilihlah jendela. Namun, jika Anda membutuhkan ruang gerak lebih atau mudah merasa sesak, kursi lorong adalah pilihan lebih bijak untuk perjalanan mudik yang nyaman.

Hindari Kursi di Bagian Belakang Pesawat untuk Meminimalkan Guncangan

Hindari Kursi di Bagian Belakang Pesawat untuk Meminimalkan Guncangan

Jika Anda rentan terhadap mabuk udara, sangat disarankan untuk menghindari kursi di bagian belakang pesawat. Area ini, terutama beberapa baris terakhir, cenderung mengalami guncangan yang jauh lebih kuat dan terasa lebih bergelombang. Ekor pesawat adalah bagian yang paling banyak bergoyang saat turbulensi.

Pramugari berpengalaman bahkan menjuluki bagian belakang pesawat sebagai "bagian roller coaster" karena intensitas guncangannya yang tinggi. Sensasi ini dapat dengan cepat memicu rasa mual, mengubah perjalanan Anda menjadi pengalaman yang tidak menyenangkan. Oleh karena itu, menjauhi area ini adalah langkah pencegahan yang efektif.

Selain itu, hindari kursi yang terlalu dekat dengan toilet. Area ini biasanya lebih bising dan dapat memperburuk rasa tidak nyaman atau mual. Memilih lokasi yang tenang dan stabil akan membantu perjalanan lebih nyaman dan mengurangi risiko mabuk udara.

Pertimbangkan Kursi di Bagian Depan Pesawat Sebagai Alternatif

Pertimbangkan Kursi di Bagian Depan Pesawat Sebagai Alternatif

Apabila kursi di atas sayap tidak tersedia, bagian depan pesawat bisa menjadi pilihan alternatif yang lebih baik dibandingkan bagian belakang. Meskipun tidak sestabil area sayap, bagian depan cenderung tidak mengalami gerakan ekstrem seperti ekor pesawat. Ini berarti Anda akan merasakan guncangan yang relatif lebih sedikit.

Namun, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat memilih kursi di bagian depan. Menurut Presiden Aviation Medicine Advisory Service, Quay Snyder, kursi di bagian depan pesawat dapat terasa berguncang lebih kuat saat pendaratan yang buruk, terutama jika roda depan menyentuh tanah terlebih dahulu.

Meski demikian, secara keseluruhan bagian depan pesawat tetap menawarkan pengalaman yang lebih mulus dibandingkan bagian belakang. Jika prioritas utama Anda adalah menghindari mual dan kursi di atas sayap sudah penuh, memilih kursi di dekat kokpit bisa menjadi strategi yang efektif untuk perjalanan mudik Anda.

Tips Tambahan untuk Mencegah Mual saat Terbang

Tips Tambahan untuk Mencegah Mual saat Terbang

Selain pemilihan kursi, ada beberapa tips tambahan yang dapat membantu Anda mencegah mual selama penerbangan. Fokuskan pandangan Anda pada cakrawala jika duduk di dekat jendela, karena ini membantu otak menyelaraskan gerakan. Hindari melihat objek dekat seperti ponsel atau buku, karena dapat memperburuk mual.

Manfaatkan ventilasi udara di atas tempat duduk Anda; aliran udara sejuk dapat membantu mengurangi risiko mabuk udara. Sebelum terbang, konsumsi makanan ringan dan hindari hidangan berat, berminyak, atau pedas. Tetap terhidrasi dan pertimbangkan jahe atau teh peppermint untuk menenangkan perut.

Jika Anda sangat rentan, konsumsi obat anti-mabuk yang dijual bebas seperti Dramamine sekitar 30-60 menit sebelum keberangkatan, namun perlu diingat obat ini sering menyebabkan kantuk. Jika mual mulai terasa, tetaplah duduk, bersandar, dan pejamkan mata untuk mengurangi ketidakselarasan visual-vestibular. Mengalihkan perhatian dengan hiburan juga bisa membantu.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik

1. Mengapa pemilihan kursi pesawat penting untuk mencegah mual?

Pemilihan kursi penting karena dapat meminimalkan guncangan dan ketidakselarasan antara indra penglihatan serta sistem keseimbangan tubuh yang memicu mual.

2. Di mana lokasi kursi paling stabil di pesawat untuk menghindari mual?

Kursi paling stabil berada di atas sayap pesawat karena di situlah pusat gravitasi pesawat, sehingga guncangan saat turbulensi lebih minimal.

3. Apakah kursi jendela atau lorong lebih baik untuk mencegah mabuk udara?

Tergantung individu; kursi jendela membantu melihat cakrawala untuk menyelaraskan indra, sementara kursi lorong memudahkan bergerak jika mual atau klaustrofobia.

4. Mengapa harus menghindari kursi di bagian belakang pesawat jika rentan mual?

Bagian belakang pesawat mengalami guncangan lebih kuat dan terasa lebih bergelombang saat turbulensi, yang dapat mempercepat timbulnya rasa mual.

Sumber : Liputan6.com