Bukan Sekadar Tempat Ibadah, Gereja Ini Bakal Jadi Tempat Persinggahan Pemudik Melepas Lelah
17 March 2026, 13:37 WIB
Demi mendukung dan mempelancar arus mudik lebaran 2026, Gereja Katolik Paroki Santo Andreas Lolak di Bolmong, Sulawesi Selatan, bisa dijadikan tempat bersinggah atau peristirahatan bagi para pemudik.
Lokasi gereja ini strategis karena berada di Jalur Trans Sulawesi yang menghubungkan Provinsi Sulut, Gorontalo, Sulteng, Sulbar, dan Sulsel.
"Melalui program ini gereja menjadi tempat persinggahan yang ramah bagi para pelintas jalan untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan,'' ujar Pastor Paroki Lolak, Malvin Karundeng Pr kepada wartawan, Selasa (17/3/2026).
Menurut dia, Gereja Ramah Pemudik sejalan dengan semangat pembinaan umat yang juga tercermin dalam pendalaman Animasi Aksi Pra Paskah 2026, khususnya pada pekan ketiga yang mengangkat tema Berjalan Bersama: Gereja dan Umat Beragama.
"Program ini menjadi kesempatan bagi Gereja untuk menghadirkan wajah persaudaraan dan pelayanan nyata bagi siapa saja yang sedang dalam perjalanan," ujar Pastor Malvin.
Sebagai bentuk kesiapan, Bimas Katolik Kanwil Kemenag Sulut bekerjasama dengan Paroki Lolak telah melakukan berbagai persiapan, di mana telah memasang spanduk penanda Gereja Ramah Pemudik, menyiapkan tempat istirahat, menyediakan makanan ringan dan minuman, serta berbagai perlengkapan yang dapat dimanfaatkan para pemudik.
"Program ini merupakan bagian dari upaya pelayanan keagamaan yang inklusif serta wujud kepedulian Gereja terhadap masyarakat yang sedang melakukan perjalanan mudik," kata Pembimas Katolik Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulut Joula Makarawung.
Dapat Bantu Pemudik
Joula berharap, kehadiran Gereja Ramah Pemudik ini dapat membantu para pelintas jalan untuk beristirahat dengan nyaman sekaligus merasakan kehangatan pelayanan Gereja.
Menurutnya, Gereja tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang persinggahan yang menghadirkan semangat solidaritas, kepedulian, dan kebersamaan di tengah masyarakat.
"Program Gereja Ramah Pemudik diharapkan dapat menjadi tanda nyata bahwa Gereja hadir di tengah kehidupan umat dan masyarakat luas," kata Joula.