Pentingnya Memperbanyak Istighfar dan Taubat di Bulan Ramadhan, Penjelasan dan Amalannya

28 February 2026, 03:20 WIB
Pentingnya Memperbanyak Istighfar dan Taubat di Bulan Ramadhan, Penjelasan dan Amalannya

Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah, rahmat, dan ampunan. Untuk itu umat Islam perlu mengetahui pentingnya memperbanyak istighfar dan taubat di bulan Ramadhan.

Pada bulan Ramadhan, Allah SWT membuka pintu ampunan selebar-lebarnya bagi hamba-hamba-Nya yang ingin kembali ke jalan yang lurus. Rasulullah SAW bersabda: "Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan atas kalian berpuasa di dalamnya. Pada bulan itu pintu-pintu langit dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Di dalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa tidak mendapatkan kebaikannya, maka ia benar-benar terhalang (dari kebaikan)." (HR. Ahmad dan An-Nasa'i).

Di bulan yang mulia ini, salah satu amalan yang sangat dianjurkan adalah memperbanyak istighfar (memohon ampun) dan bertaubat kepada Allah. Istighfar dan taubat bukan sekadar ucapan lisan, tetapi merupakan amalan hati yang harus diwujudkan dalam perbuatan.

Merujuk ebook "Istighfar dan Taubat" karya Dr. Fadhl Ilahi, diterjemahkan oleh Ainul Haris Arifin, Lc, berikut ini adalah ulasan mendalam mengenai pentingnya bertaubat di bulan Ramadhan dan panduan amalan-amalan di bulan penuh rahmat dan magfirah ini. Simak selengkapnya.

Hakikat Istighfar dan Taubat

Sebelum membahas keutamaannya, penting untuk memahami makna istighfar dan taubat yang sesungguhnya. Banyak orang mengira bahwa istighfar dan taubat cukup diucapkan dengan lisan semata, seperti mengucapkan:

"Astaghfirullah wa atubu ilaih"(Aku memohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya)

Namun, para ulama menjelaskan bahwa istighfar dan taubat jenis ini adalah perbuatan orang-orang dusta jika tidak disertai dengan kesungguhan hati dan perubahan perilaku.

Imam Ar-Raghib Al-Ashfahani dalam kitabnya Al-Mufradat fi Gharibil Qur'an (halaman 76) menjelaskan:

"Dalam istilah syara', taubat adalah meninggalkan dosa karena keburukannya, menyesali dosa yang telah dilakukan, berkeinginan kuat untuk tidak mengulanginya, dan berusaha melakukan apa yang bisa diulangi (diganti). Jika keempat hal itu telah terpenuhi, berarti syarat taubatnya telah sempurna."

Imam An-Nawawi dalam Riyadhus Shalihin memaparkan secara lebih rinci: "Para ulama berkata: 'Bertaubat dari setiap dosa hukumnya wajib. Jika maksiat itu antara hamba dengan Allah yang tidak ada sangkut pautnya dengan hak manusia, maka syaratnya ada tiga:

  • Hendaknya ia menjauhi maksiat tersebut
  • Ia harus menyesali perbuatan maksiatnya
  • Ia harus berkeinginan untuk tidak mengulanginya lagi.

Istighfar dan Taubat di Bulan Ramadhan: Momentum yang Tak Ternilai

Bulan Ramadhan adalah bulan istimewa yang Allah jadikan sebagai sarana penghapus dosa. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Barangsiapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari dan Muslim)

Di bulan yang penuh rahmat ini, ada beberapa keistimewaan yang menjadikannya waktu terbaik untuk memperbanyak istighfar dan taubat:

1. Pintu Ampunan Terbuka Lebar

Allah membuka pintu ampunan selebar-lebarnya di bulan Ramadhan. Setiap malam, Allah membebaskan hamba-Nya dari neraka.

2. Malam Lailatul Qadar

Satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa menghidupkannya dengan iman dan harap ampunan, dosanya diampuni.

3. Suasana Ibadah yang Mendukung

Umat Islam berlomba-lomba dalam kebaikan, sehingga mudah untuk istiqamah dalam taubat.

4. Waktu Mustajab untuk Berdoa

Doa orang yang berpuasa tidak tertolak, terutama saat berbuka dan di sepertiga malam.

Doa-Doa Istighfar dan Taubat

Berikut beberapa doa istighfar dan taubat yang diajarkan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam:

1. Sayyidul Istighfar (Penghulu Istighfar)

Allahumma anta Rabbi la ilaha illa anta khalaqtani wa ana 'abduka wa ana 'ala 'ahdika wa wa'dika mastatha'tu. A'udzu bika min syarri ma shana'tu. Abu'u laka bini'matika 'alayya wa abu'u bi dzanbi. Faghfir li fa innahu la yaghfirudz dzunuba illa anta.

Artinya: "Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Engkau yang menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku dengan-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku. Maka ampunilah aku, sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa selain Engkau." (HR. Bukhari)

Rasulullah bersabda: "Barangsiapa membacanya di siang hari dengan penuh keyakinan lalu mati pada hari itu sebelum petang, maka ia termasuk penghuni surga. Barangsiapa membacanya di malam hari dengan penuh keyakinan lalu mati sebelum pagi, maka ia termasuk penghuni surga."

2. Doa Istighfar Pendek

Astaghfirullahal 'adzim alladzi la ilaha illa huwal hayyul qayyumu wa atubu ilaih

Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, yang tidak ada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertaubat kepada-Nya."

3. Doa Taubat Nabi Adam

Rabbana zhalamna anfusana wa in lam taghfir lana wa tarhamna lanakunanna minal khasirin

Artinya: "Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi." (QS. Al-A'raf: 23)

4. Doa Taubat Nabi Yunus

La ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minaz zalimin

Artinya: "Tidak ada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim." (QS. Al-Anbiya: 87)

Rasulullah bersabda: "Doa saudaraku Dzun Nun (Yunus) yang tidak ditolak bagi seorang muslim yang berdoa dengannya dalam kesempitan: La ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minaz zalimin." (HR. Tirmidzi, Hakim).

Amalan-Amalan yang Dianjurkan, Terkait Taubat di Bulan Ramadhan

1. Memperbanyak Istighfar di Waktu Sahur

Allah memuji orang-orang yang memohon ampun di waktu sahur:

"Dan di waktu sahur mereka memohon ampun." (QS. Adz-Dzariyat: 18)

Waktu sahur adalah sepertiga malam terakhir, saat doa mustajab. Perbanyaklah istighfar, terutama setelah shalat malam dan sebelum imsak.

2. IstighfarSetiap Selesai Shalat Fardhu

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam membiasakan istighfar tiga kali setiap selesai shalat. Dalam hadits dari Tsabit, beliau bersabda bahwa Rasulullah jika selesai shalat mengucapkan tiga kali, lalu . (HR. Muslim)

3. Memperbanyak Istighfar

Saat Berbuka PuasaDoa orang yang berpuasa saat berbuka adalah doa yang tidak tertolak. Perbanyaklah istighfar dan taubat sebelum berbuka, sertai dengan doa:

"Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dan dengan rizki-Mu aku berbuka."

4. Shalat Taubat (Shalatul Taubah)

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Tidaklah seorang hamba melakukan dosa, lalu ia bersuci dengan baik, kemudian berdiri shalat dua rakaat, lalu memohon ampun kepada Allah, melainkan Allah mengampuninya." (HR. Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah)

Shalat taubat bisa dilakukan kapan saja, namun sangat dianjurkan di bulan Ramadhan, terutama di malam hari.

5. Merenungi Makna Istighfar

Istighfar bukan sekadar ucapan, tetapi harus disertai:

  • Iqla' (meninggalkan dosa saat itu juga)
  • Nadam (menyesali dosa yang telah dilakukan)
  • 'Azm (bertekad kuat tidak mengulangi)
  • Raddu mazhalim (mengembalikan hak-hak yang diambil)

Imam An-Nawawi menegaskan bahwa taubat yang berkaitan dengan hak manusia harus disertai permintaan maaf atau pengembalian hak.

6. Memperbanyak Dzikir Istighfar di Sepuluh Malam Terakhir

Sepuluh malam terakhir Ramadhan adalah waktu pencarian Lailatul Qadar. Aisyah Radhiyallahu 'anha bertanya kepada Rasulullah: "Wahai Rasulullah, jika aku tahu malam Lailatul Qadar, apa yang harus aku ucapkan?" Beliau bersabda:

"Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai maaf, maka maafkanlah aku." (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah)

Doa ini menggabungkan permohonan ampun dan harapan dihapuskan dosa.

7. Menjaga Lisan dan Anggota Badan dari Dosa

Istighfar sejati harus diiringi dengan menjauhi dosa. Di bulan Ramadhan, kita dilatih menahan lapar, dahaga, dan hawa nafsu. Rasulullah bersabda:

"Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan dusta, maka Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan minumnya." (HR. Bukhari)

8. Memperbanyak Sedekah sebagai Penghapus Dosa

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Sedekah itu memadamkan dosa sebagaimana air memadamkan api." (HR. Tirmidzi)

Di bulan Ramadhan, sedekah memiliki keutamaan berlipat ganda. Perbanyaklah sedekah sebagai bentuk taubat dan pembersih harta.

Dahsyatnya Istighfar Menurut Ulama

Imam Ar-Raghib Al-Ashfahani menjelaskan: "Istighfar adalah meminta (ampunan) dengan ucapan dan perbuatan.

Dan firman Allah: (Nuh: 10)

Tidaklah berarti bahwa mereka diperintahkan meminta ampun hanya dengan lisan semata, tetapi dengan lisan dan perbuatan. Bahkan hingga dikatakan, memohon ampun (istighfar) hanya dengan lisan saja tanpa disertai perbuatan adalah pekerjaan para pendusta." (Al-Mufradat, halaman 362).

Istighfar adalah kunci ampunan dan rezeki. Allah SWT berfirman menceritakan tentang Nabi Nuh 'Alaihis Salam:

() ()

"Maka aku katakan kepada mereka: 'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun, dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.'" (QS. Nuh: 10-12)

Imam Al-Qurthubi dalam tafsirnya (Al-Jami' li Ahkamil Qur'an, 18/302) berkata: "Dalam ayat ini, juga yang disebutkan dalam (surat Hud: 3) adalah dalil yang menunjukkan bahwa istighfar merupakan salah satu sarana meminta diturunkannya rizki dan hujan."

Al-Hafizh Ibnu Katsir dalam tafsirnya (4/449) menjelaskan: "Maknanya, jika kalian bertaubat kepada Allah, meminta ampun kepada-Nya, dan kalian senantiasa mentaati-Nya, niscaya Ia akan membanyakkan rizki kalian, menurunkan air hujan serta keberkahan dari langit, mengeluarkan untuk kalian berkah dari bumi, menumbuhkan tumbuh-tumbuhan untuk kalian, melimpahkan air susu perahan untuk kalian, memperbanyak harta dan anak-anak untuk kalian, menjadikan kebun-kebun yang di dalamnya bermacam-macam buah-buahan untuk kalian serta mengalirkan sungai-sungai di antara kebun-kebun itu (untuk kalian)."

Janji Kenikmatan bagi yang Bertaubat

Allah berfirman dalam surat Hud ayat 3:

"Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus-menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang ditentukan, dan Dia akan memberi kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya."

Abdullah bin Abbas Radhiyallahu 'anhuma menafsirkan "kenikmatan yang baik" dengan: "Ia akan menganugerahi rizki dan kelapangan kepada kalian." (Zaadul Masir, 4/75)

Imam Al-Qurthubi dalam tafsirnya (9/403) mengatakan: "Inilah buah istighfar dan taubat. Yakni Allah akan memberikan kenikmatan kepada kalian dengan berbagai manfaat berupa kelapangan rizki dan kemakmuran hidup, serta Ia tidak akan menyiksa kalian sebagaimana yang dilakukan-Nya terhadap orang-orang yang dibinasakan sebelum kalian."

Keutamaan Memperbanyak Istighfar

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Barangsiapa memperbanyak istighfar (memohon ampun kepada Allah), niscaya Allah menjadikan untuk setiap kesedihannya jalan keluar, untuk setiap kesempitannya kelapangan, dan Allah akan memberinya rizki (yang halal) dari arah yang tidak disangka-sangka." (HR. Ahmad, Abu Daud, An-Nasa'i, Ibnu Majah, dan Al-Hakim)

Dalam riwayat lain disebutkan: "Barangsiapa menetapi (tidak meninggalkan) istighfar..." (Sunan Abi Daud, 4/267)

Syaikh Abu Ath-Thayyib Al-Azhim Abadi menjelaskan: "Maknanya, saat terjadinya maksiat atau adanya ujian atau penyakit yang terus-menerus, maka sungguh dalam setiap nafas ia membutuhkan istighfar dan taubat." (Aunul Ma'bud, 4/267)

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam juga bersabda:

"Beruntunglah orang yang mendapati dalam shahifah (catatan amalnya) istighfar yang banyak." (HR. Ibnu Majah dengan sanad hasan shahih).

People also Ask:

Apa manfaat memperbanyak istighfar di bulan Ramadhan?

Istighfar adalah kunci ketenangan hati dan pembersih dosa. Dengan memperbanyak istighfar siang dan malam, terutama di bulan Ramadhan, kita dapat meraih keberkahan, kemudahan rezeki, serta diampuni dosa-dosa kita. Semoga Allah menjadikan kita hamba-Nya yang senantiasa memohon ampun dan mendekat kepada-Nya. Aamiin.

Kenapa harus memperbanyak istighfar?

Dengan memperbanyak istighfar, selain sebagai sarana mengingat kepada Allah sang Maha Pencipta juga untuk memohon ampun kepada-Nya; dapat mengingatkan hakikat diri sebagai makhluk-Nya yang lemah, tiada terlepas dari salah dan dosa; memberikan jalan keluar dari segala bentuk kesusahan dan kesempitan; dan mendapatkan

Bertaubat kepada Allah dengan memperbanyak membaca apa?

Rasulullah saw mengajarkan kita untuk memperbanyak bacaan istighfar, seperti: "Astaghfirullahal 'adzim alladzi laa ilaaha illa huwal hayyul qayyuum wa atuubu ilaih" (Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, tidak ada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup, Yang Mengatur Segala Sesuatu, dan aku bertaubat kepada-Nya).

Apakah istighfar itu taubat?

Istighfar tidak mesti diiringi dengan taubat karena bisa jadi ada taubat tanpa disertai istighfar. Bisa jadi juga ada istighfar tanpa disertai taubat karena taubat berkaitan dengan hati, sedangkan istighfar berkaitan dengan lisan, juga terkadang berkaitan sekaligus dengan hati.

Sumber : Liputan6.com