Menunda Berbuka Puasa Apakah Diperbolehkan? Simak Dampak dan Risikonya!

28 February 2026, 01:20 WIB
Menunda Berbuka Puasa Apakah Diperbolehkan? Simak Dampak dan Risikonya!

Menunda berbuka puasa kerap seringkali dilakukan oleh sebagian orang dengan berbagai alasan seperti ingin menuntaskan pekerjaan terlebih dahulu, memiliki kesibukan lain, mengerjakan ibadah lain seperti solat maghrib terlebih dahulu, dan masih banyak lagi.

Hal ini tidak sesuai dengan sunnah yang dianjurkan dalam agama islam. Banyak makna dan pelajaran yang dapat diambil dari kesunnahan menyegerakan berbuka puasa, baik dalam hadits maupun dalam bidang kesehatan.

Dampak Menunda Berbuka pada Kesehatan

Dalam bidang kesehatan sendiri hal ini banyak berdampak, seperti bisa menyebabkan dehidrasi dan gangguan elektrolit. Hal ini disebabkan karena saat berpuasa kita tetap melakukan aktivitas fisik yang tinggi terlebih dengan cuaca Indonesia yang panas. Sementara tubuh tetap kehilangan cairan melalui keringat.

Selain itu jika tidak menyegerakan berbuka puasa, akan timbul risiko kesehatan yang lain, seperti gula darah terlalu rendah. Karena saat berpuasa tubuh menggunakan simpanan cadangan gula sebagai sumber energi.

Jika cadangan hampir habis, tubuh beralih menggunakan metabolisme lemak dan produksi keton. Selain itu masih banyak lagi dampak dari menunda berbuka puasa pada kesehatan kita seperti risiko tekanan darah dan stres secara fisik.

Pendapat Menunda Berbuka Puasa Menurut Ulama

Pendapat Menunda Berbuka Puasa Menurut Ulama

Menyegerakan berbuka puasa merupakan sunnah yang dianjurkan karena merupakan ungkapan yang menunjukan rasa syukur dan ketaatan kepada Allah SWT. Hal ini disebutkan dalam hadits riwayat Anas bin Malik:

Artinya: "Segerakanlah berbuka dan akhirkanlah sahur." (HR. Anas bin Malik)

Hadis ini menegaskan betapa pentingnya menyegerakan berbuka, meskipun terdapat pengecualian bagi muadzin dan imam sholat maghrib yang diperbolehkan berbuka lebih awal.

Pengecualian lainnya yaitu bagi seseorang yang menunggu keluarga untuk berbuka bersama, namun tetap harus menyegerakan niat setelah adzan berkumandang.

Hikmah Menyegerakan Berbuka

Hikmah Menyegerakan Berbuka

Rasulullah menyampaikan bahwa terdapat dua momen kebahagiaan yang tak ternilai, yaitu kebahagiaan saat berbuka puasa dan kebahagiaan saat bertemu sang pencipta. Kebahagiaan ini melampaui kebahagian fisik bahkan menjangkau kedalaman spiritual.

Artinya: "Bagi orang yang melaksanakan puasa ada dua kebahagiaan; kebahagiaan ketika berbuka, dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabbnya." (Muttafaq 'Alaihi)

Ada beberapa tata cara dalam menjangkau hikmah tersebut, dalam hadits yang diriwayatkan Abu Dawud disebutkan bahwa Nabi berbuka dengan beberapa butir kurma jika tersedia, jika tidak beliau hanya berbuka dengan air putih.

Rasulullah juga mengajarkan berbuka dengan sesuatu yang ringan terlebih dahulu dan melanjutkan dengan sholat maghrib, dan menikmati hidangan utama setelahnya.

Tak hanya untuk mengikuti kesunahan yang diajarkan Rasulullah, metode ini juga memungkinkan badan untuk beradaptasi dengan makanan yang dikonsumsi setelah seharian berpuasa agar tidak langsung membebani pencernaan.

Makanan dan Minuman Manis yang Tepat untuk Berbuka Puasa (Liputan6.com/Abdillah)
Sumber : Liputan6.com