Bos Unilever Buka-bukaan soal Efek Penjualan Es Krim dan Sariwangi

12 February 2026, 14:30 WIB
Bos Unilever Buka-bukaan soal Efek Penjualan Es Krim dan Sariwangi

Presiden Direktur PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) Benjie Yap memaparkan dampak finansial dari penghentian dua lini bisnis utama perseroan, yakni es krim dan Teh Sariwangi.

Benjie mengatakan, langkah divestasi ini dinilai memberi penguatan pada struktur margin sekaligus mempertegas fokus strategis perusahaan ke depan.

Ia mengungkapkan operasi es krim dan Sariwangi menyumbang 12,2% terhadap total penjualan UNVR berdasarkan laporan keuangan tahun penuh 2025. Kontribusi tersebut menunjukkan kedua lini memiliki peran signifikan dalam struktur pendapatan perseroan.

"Operasi yang dihentikan memberikan kontribusi 12,2% terhadap penjualan kami berdasarkan laporan keuangan tahun penuh 2025," kata Benjie dalam Laporan Kinerja Keuangan PT Unilever Indonesia Tahun 2025, secara virtual Kamis (12/2/2026).

Dari sisi margin, kata Benjie penghapusan dua bisnis tersebut berdampak positif. Margin kotor meningkat sebesar 21 basis poin (bps) setelah operasi yang dihentikan tidak lagi diperhitungkan. Sementara itu, profit before tax (PPT) naik 63 bps, mencerminkan profil keuntungan yang lebih kuat.

"Margin kotor kami meningkat sebesar 21 bps setelah operasi yang dihentikan dihapus, sementara PPT meningkat sebesar 63 bps, mencerminkan profil margin yang lebih kuat," ujarnya.

Kontribusi laba bersih dari dua lini tersebut tercatat sebesar 8%. Setelah divestasi, manajemen memperkirakan margin laba bersih akan meningkat sekitar 50 bps, menandakan perbaikan efisiensi dan kualitas pendapatan.

"Kontribusi laba bersih dari operasi yang dihentikan ini adalah 8%, dan kami memperkirakan peningkatan margin laba bersih sebesar 50 bps setelah divestasi," ujarnya.

Secara keseluruhan, langkah ini dinilai tidak sekadar mengurangi portofolio, tetapi juga memperbaiki struktur profitabilitas. Perusahaan menegaskan bahwa peningkatan margin menjadi salah satu prioritas utama dalam strategi transformasi bisnis.

Nilai Transaksi Capai Rp 4,6 Triliun

Nilai Transaksi Capai Rp 4,6 Triliun

Dari sisi pendapatan, total penjualan tidak termasuk PPN mencapai Rp 8,5 triliun. Rinciannya, Rp 7 triliun berasal dari bisnis Es Krim dan Rp 1,5 triliun dari Sariwangi.

Adapun estimasi laba bersih dari transaksi divestasi ini mencapai Rp 4,6 triliun. Angka tersebut terdiri atas Rp 3,8 triliun dari penjualan bisnis Es Krim dan sekitar Rp 0,8 triliun dari Sariwangi.

Manajemen juga mencatat bahwa tanpa memasukkan operasi yang dihentikan, pengembalian investasi modal (return on invested capital) perseroan meningkat hampir 8% sepanjang 2025.

"Tidak termasuk operasi yang dihentikan, pengembalian investasi modal kami meningkat hampir 8% pada tahun 2025," ujarnya.

Arus Kas Menguat, Dividen Tetap 100%

Arus Kas Menguat, Dividen Tetap 100%

Adapun Benjie menyampaikan, UNVR membukukan arus kas bebas sebesar Rp 4,9 triliun pada tahun penuh 2025, tidak termasuk hasil penjualan Es Krim. Nilai ini sekitar 1,7 kali lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya, sekaligus mempertegas posisi kas perusahaan yang solid tanpa beban utang.

"Kami menghasilkan arus kas bebas sebesar Rp 4,9 triliun pada tahun penuh 2025, tidak termasuk pendapatan dari penjualan Es Krim, sekitar 1,7 kali lipat dari tahun penuh 2024, dan kami tidak memiliki utang," ujarnya.

Selain itu, belanja modal sepanjang tahun tercatat Rp 1 triliun atau sekitar 3% dari total penjualan. Sekitar 60% dari capex tersebut dialokasikan untuk efisiensi dan peningkatan kapasitas, guna memperkuat produktivitas dan kesiapan jangka panjang.

Sumber : Liputan6.com