Jurus DSSA Kerek Pertumbuhan Bisnis Jangka Panjang
03 April 2026, 06:00 WIB
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) mempercepat pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) dan infrastruktur digital sebagai strategi utama menjaga pertumbuhan bisnis jangka panjang. Langkah ini dilakukan seiring upaya Perseroan menyeimbangkan bisnis energi konvensional dengan sumber energi rendah emisi serta memperluas ekosistem digital.
Di sektor energi, DSSA tetap mengandalkan operasional yang efisien sembari memperluas portofolio EBT, khususnya panas bumi dan tenaga surya. Perseroan juga mendorong transformasi operasional tambang melalui elektrifikasi armada untuk meningkatkan efisiensi sekaligus menekan emisi.
Wakil Presiden Direktur DSSA, Lokita Prasetya menuturkan pendekatan Perseroan adalah menjaga keandalan pasokan energi saat ini, sekaligus secara bertahap mengembangkan sumber energi yang lebih rendah emisi sebagai bagian dari strategi jangka panjang Perseroan.
"Sejalan dengan itu, kami juga terus memperkuat operational excellence melalui penerapan praktik yang lebih hijau, efisien, dan berkelanjutan mulai dari peningkatan efisiensi, optimalisasi penggunaan energi dan sumber daya, digitalisasi operasional, hingga pengurangan emisi dan limbah secara terukur," ujar Lokita dalam acara bincang dengan Media, Kamis (2/4/2026).
Sejalan dengan itu, DSSA juga memperkuat bisnis digital melalui pengembangan jaringan fiber optik, layanan broadband, serta pembangunan data center nasional. Infrastruktur ini disiapkan untuk menangkap pertumbuhan kebutuhan konektivitas dan pengolahan data di Indonesia.
"Pertumbuhan kebutuhan data dan konektivitas menjadi pendorong utama pengembangan bisnis digital kami. Kami melihat peluang besar untuk mendorong pemerataan penetrasi digital dengan menjawab kesenjangan yang ada, sekaligus menghadirkan solusi berbasis AI yang mudah diakses," ujar Marlo Budiman, CEO PT DSST Mas Gemilang (DSST).
Siapkan Sejumlah Aksi Korporasi
Selain ekspansi bisnis, DSSA menyiapkan sejumlah aksi korporasi pada 2026, termasuk rencana stock split dan penjajakan kerja sama strategis di sektor energi dan teknologi guna memperkuat struktur bisnis.
Pada kesempatan yang sama, Direktur DSSA, David Audy menambahkan Perseroan melihat peluang masa depan Indonesia yang akan banyak mengadopsi Artificial Intelligence (AI) dimana adopsi AI ini akan ditopang oleh dua fondasi utama, yaitu energi yang andal dan infrastruktur konektivitas digital yang merata.
Karena itu DSSA membangun keduanya secara terintegrasi, menjaga keandalan pasokan energi saat ini, sekaligus mempercepat pengembangan portofolio energi rendah emisi seperti geothermal.
"Sejalan dengan itu, kami terus memperkuat infrastruktur digital sebagai tulang punggung ekonomi berbasis data. Dengan fondasi ini, DSSA berada pada posisi strategis sebagai enabler sekaligus beneficiary dari pertumbuhan adopsi AI di Indonesia," Pungkas David.