Gelombang Panas Ekstrem Ancam Victoria, Otoritas Australia Keluarkan Peringatan Kebakaran Hutan

23 January 2026, 14:28 WIB
Gelombang Panas Ekstrem Ancam Victoria, Otoritas Australia Keluarkan Peringatan Kebakaran Hutan

Otoritas di Negara Bagian Victoria, Australia, mengeluarkan peringatan gelombang panas parah yang diperkirakan mulai melanda wilayah tersebut pada Sabtu (24/1/2026), dengan suhu di sejumlah daerah diprediksi mendekati rekor tertinggi dan meningkatkan risiko kebakaran hutan ekstrem.

Komisioner Manajemen Kedaruratan Victoria Tim Wiebusch dalam konferensi pers di Melbourne, Kamis sore (22/1) waktu setempat, mengatakan kondisi panas dan berangin yang diperkirakan terjadi mulai akhir pekan ini berpotensi memicu kembali kebakaran hutan berskala besar.

Biro Meteorologi Australia memprakirakan suhu maksimum di Melbourne akan mencapai 40 derajat Celsius pada Sabtu (24/1) dan meningkat hingga 42 derajat Celsius pada Selasa (27/1). Sementara itu, sejumlah wilayah pedesaan dan pusat regional diperkirakan akan mendekati rekor suhu tertinggi sepanjang masa.

Country Fire Authority (CFA) menetapkan tingkat bahaya kebakaran hutan ekstrem untuk wilayah barat dan barat daya Victoria pada Sabtu, serta wilayah timur laut negara bagian tersebut pada Minggu (25/1).

Meteorolog senior Biro Meteorologi Australia Kevin Parkyn mengatakan, kubah panas diperkirakan akan berada di atas Victoria selama beberapa hari ke depan, memperparah kondisi kering dan meningkatkan potensi kebakaran, dikutip dari laman Antara News, Jumat (23/1).

Peringatan ini dikeluarkan menyusul gelombang panas parah pada awal Januari yang memicu krisis kebakaran hutan luas di Victoria. Lebih dari 400.000 hektare lahan dilaporkan terbakar, dengan lebih dari 1.000 bangunan rusak atau hancur, termasuk 434 rumah.

Wiebusch menyatakan hingga Kamis (22/1), tujuh kebakaran besar masih aktif di berbagai wilayah Victoria, dengan tiga di antaranya belum berhasil dikendalikan.

Kepala CFA Jason Heffernan mengatakan kondisi kebakaran pada gelombang panas mendatang diperkirakan tidak akan separah bencana awal Januari 2025. Namun, ia mengingatkan bahwa api tetap berpotensi menyebar dengan cepat akibat suhu tinggi dan angin kencang.

Sumber : Liputan6.com