Pembangunan Sumur Korban Bencana Sumatera Capai Rp 150 Juta, KSAD: Bukan untuk Satu Rumah

07 January 2026, 18:30 WIB
Pembangunan Sumur Korban Bencana Sumatera Capai Rp 150 Juta, KSAD: Bukan untuk Satu Rumah

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memberikan penjelasan terkait pembangunan sumur untuk korban bencana di wilayah Sumatera yang menelan biaya Rp 150 juta dan sempat menjadi sorotan publik.

Menurutnya, sumur yang dibangun tidak seperti sumur di sebuah rumah pada umumnya, karena diperuntukkan bagi masyarakat terdampak bencana yang kehilangan akses air bersih serta dibangun dengan kedalaman tertentu.

Tujuannya, kata Maruli, agar dapat mencapai titik mata air sehingga mampu menghasilkan debit air yang cukup besar untuk memenuhi kebutuhan beberapa rumah.

"Sumur yang dibangun ini diperuntukkan bagi masyarakat terdampak bencana yang kehilangan akses air bersih," ujar Maruli melansir Antara, Rabu (7/1/2025).

Oleh karena itu, lanjut dia, kedalaman pengeboran sumur ini berkisar 100 sampai 200 meter agar dapat mencapai titik mata air, sehingga suplai air dapat bertahan dalam jangka panjang dan memenuhi kebutuhan banyak warga sekaligus.

"Kalau kita tidak menemukan mata airnya, air itu pasti akan habis," sambung dia.

Lebih lanjut, Maruli menuturkan besarnya anggaran yang dibutuhkan agar sumur tersebut dapat menyalurkan air ke beberapa rumah di seluruh pedesaan.

Ia membandingkan dengan sumur rumah tangga yang biayanya relatif lebih kecil karena hanya digunakan untuk satu keluarga.

"Rumah saya di Bandung mungkin enggak sampai Rp 10 juta jadi tuh (sumur) air, hanya untuk kepentingan satu keluarga. Ini barang kepentingannya kan satu desa kadang-kadang," ucap Maruli.

Prabowo Menilai Anggaran Wajar

Prabowo Menilai Anggaran Wajar

Sebelumnya, dalam siaran langsung rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto di Aceh Tamiang, Kamis 1 Januari 2026 dibahas upaya pengeboran sumur guna memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat terdampak bencana.

Dalam forum itu, Maruli bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menjelaskan kepada Presiden bahwa biaya pengeboran sumur dengan kedalaman 100-200 meter berada di kisaran Rp100 juta hingga Rp 150 juta.

Prabowo menilai anggaran tersebut termasuk wajar, mengingat sumur yang dibangun memiliki kedalaman yang dirancang untuk menjangkau kebutuhan air bersih dalam skala besar.

Selain pengeboran, biaya tersebut juga mencakup penyediaan sarana pendukung lainnya seperti instalasi dan tangki air.

Polda Aceh Lampaui Target, 206 Sumur Bor Tuntas Dibangun di Wilayah Bencana

Polda Aceh Lampaui Target, 206 Sumur Bor Tuntas Dibangun di Wilayah Bencana

Kepolisian Daerah (Polda) Aceh telah menuntaskan pembangunan 206 unit sumur bor yang tersebar di 18 wilayah terdampak bencana banjir dan longsor di Provinsi Aceh.

Kepala Bidang Humas Polda Aceh Kombes Pol Joko Krisdiyanto mengatakan pembuatan sumur bor ini melampaui target yang sebelumnya direncanakan sebanyak 161 unit, tetapi mampu diselesaikan sebanyak 206 unit,

"Hingga kini, Polda Aceh telah menyelesaikan pembuatan sebanyak 206 unit sumur bor. Capaian ini melebihi target sebelumnya sebanyak 161 unit di wilayah terdampak bencana," kata Joko Krisdiyanto.

Dari 18 kabupaten/kota tersebut, Kabupaten Aceh Tamiang tercatat sebagai wilayah dengan pembuatan sumur bor terbanyak, yakni mencapai 177 unit, yang kini telah dimanfaatkan oleh masyarakat terdampak bencana.

pembuatan sumur bor ini tidak terlepas dari sinergi seluruh jajaran Polda Aceh, serta dukungan pemerintah daerah dan partisipasi aktif masyarakat setempat," katanya.

Pembangunan sumur bor tersebut dilakukan sebagai upaya membantu pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat yang terdampak bencana banjir dan longsor di berbagai wilayah Aceh.

Infografis Kontroversi Bupati Aceh Selatan Umrah Saat Bencana Berujung Minta Maaf. (Liputan6.com/Abdillah)
Sumber : Liputan6.com