Hukum Puasa Syawal Hanya di Hari Jumat, Bolehkah? Simak Kata UAS dan UAH
04 April 2025, 01:30 WIB:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3141448/original/015544800_1591071410-shutterstock_1376538329.jpg)
Umat Islam telah menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh di bulan Ramadhan. Hukum puasa Ramadhan adalah wajib. Selain puasa Ramadhan, muslim juga dianjurkan mengerjakan puasa sunnah Syawal seminimalnya enam hari.
Keutamaan puasa Syawal tidak boleh dianggap biasa. Dalam hadis diterangkan bahwa keutamaan puasa enam hari di bulan Syawal adalah seperti puasa satu tahun, ini jika sebelumnya melaksanakan puasa Ramadhan.
"Barang siapa berpuasa Ramadhan kemudian dilanjutkan dengan enam hari dari Syawal, maka seperti pahala berpuasa setahun." (HR Muslim).
Puasa Syawal tahun ini sudah boleh dilakukan seak 2 Syawal 1446 H atau 1 April 2025. Waktu pelaksanaannya cukup panjang hingga Syawal berakhir. Namun, alangkah lebih baiknya dilakukan lebih awal, khawatirnya jika ditunda malah tidak mengerjakan.
Pelaksanaan Syawal boleh dilakukan secara berturut-turut enam hari, boleh juga tidak. Puasa ini juga bisa dilakukan pada hari-hari utama berpuasa, seperti Senin, Kamis, atau Ayyamul Bidh (tanggal 13, 14, dan 15).
Pada dasarnya, puasa Syawal juga boleh dikerjakan di hari Jumat. Namun yang menjadi pertanyaan, apakah boleh jika puasa Syawal hanya Jumat? Simak penjelasan pendakwah Ustadz Abdul Somad (UAS) dan Ustad Adi Hidayat (UAH).
Advertisement
Begini Kata UAS
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2750663/original/000899500_1552499908-IMG_20190208_125651.jpg)
Boleh atau tidaknya puasa Syawal hanya Jumat berpedoman pada hukum mengerjakan puasa sunnah pada umumnya di hari Jumat. UAS menegaskan puasa hanya di hari Jumat tidak boleh, harus disertai dengan hari lainnya.
"Tidak boleh berpuasa Jumat tunggal sendirian. Maka, kalau berpuasa di hari Jumat dahului hari Kamis. Kamis-Jumat. Atau didahulukan hari Jumat, besok ditambah dengan hari Sabtu. Jumat-Sabtu. Kamis-Jumat boleh, Jumat-Sabtu boleh," jelas UAS dikutip dari YouTube Ummum Haniya, Kamis (3/4/2025).
Beda halnya dengan puasa Dawud. Jika Jumat jadwalnya puasa Dawud, maka boleh puasa di hari tersebut meski tidak didahului atau ditambah satu hari setelahnya.
"Kalau bertepatan dengan puasa Dawud, maka boleh puasa sendirian. Begitu juga dengan puasa qadha. Mepet sudah dekat Ramadhan, maka dia ganti (pada hari Jumat), boleh," kata UAS.
UAS mengungkapkan alasan tidak boleh berpuasa hanya di hari Jumat. Sebab, Jumat adalah hari raya umat Islam, sama halnya seperti Idulfitri dan Iduladha yang diharamkan berpuasa.
"Mengkhususkan Jumat satu hari takzimat karena mengagungkan hari Jumat dengan puasa, maka dilarang Nabi Muhammad SAW," tutur UAS.
Advertisement
Penjelasan UAH
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5161935/original/082286400_1741851164-202412101230-main.jpg)
Penjelasan UAS senada dengan Ustadz Adi Hidayat. UAH mengatakan bahwa puasa di hari Jumat boleh dilakukan jika ada sebab tertentu. Misalnya, sebab yang mewajibkan harus berpuasa, baik karena puasa Ramadhan, puasa nazar, atau puasa Dawud.
"Tapi kalau menyengaja puasa di hari Jumat tanpa ada alasan, itu tidak dibenarkan. Gak boleh hukumnya karena Jumat itu hari raya untuk umat Islam yang khusus datang setiap pekan. Maka, tidak boleh menyengaja puasa di hari itu tanpa ada keterkaitan dengan puasa-puasa yang lainnya," jelas UAH dikutip dari YouTube Ummum Haniya.
Dengan demikian, muslim tidak boleh puasa Syawal hanya di hari Jumat saja tanpa didahului sehari sebelumnya atau ditambah dengan hari berikutnya. Jika Kamis kemarin tidak berpuasa, maka Sabtu harus berpuasa.
Wallahu a'lam.