Mudik Lebaran 2025 Lebih Ramah Perempuan, Ada Ruang Laktasi di Rest Area
03 April 2025, 08:00 WIB:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5179576/original/072798000_1743603236-7e356315-f172-4d00-abeb-bb83adeda898.jpg)
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Menteri PPPA), Arifah Fauzi, menilai mudik Lebaran 2025 jauh lebih ramah perempuan dibanding tahun-tahun sebelumnya.
"Mudik tahun ini jauh lebih ramah bagi perempuan dan anak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Saya melihat adanya ruang laktasi di rest area. Selain itu, ruang istirahat anak sudah cukup baik, sehingga mereka dan ibu-ibu bisa beristirahat dengan nyaman sebelum melanjutkan perjalanan," kata Menteri PPPA mengutip laman resmi Kemen PPPA, Kamis (3/4/2025).
Menurut Arifah, ini adalah upaya pemerintah untuk mewujudkan Mudik Ramah Perempuan dan Anak (MRPA) dengan memastikan tersedianya fasilitas yang aman, nyaman, serta memenuhi kebutuhan spesifik perempuan, anak, lansia, dan difabel. Fasilitas tersebut mencakup ruang laktasi, tempat bermain anak, serta ruang kesehatan yang telah distandarisasi.
Arifah juga mengimbau para pemudik untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap anak guna mencegah kejahatan dan penculikan, membawa kebutuhan khusus anak, serta memastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan. Terutama bagi yang menggunakan kendaraan pribadi.
Ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan fasilitas resmi yang disediakan pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah.
"Jika terjadi kekerasan atau insiden lainnya selama mudik, masyarakat dapat segera melapor ke Layanan SAPA 129 atau posko pengaduan mudik terdekat," tambahnya.
Advertisement
Ada Pos Kesehatan dan Pengaduan
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-square-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/5179574/original/072908500_1743602667-956fcbb8-0dd2-41e6-8b1c-69c6513aee53.jpg)
Selain itu, Menteri PPPA mengapresiasi Jasa Marga yang telah menyediakan fasilitas ramah perempuan dan anak di sepanjang jalur tol Pulau Jawa. Seperti toilet bersih untuk perempuan, anak, lansia, dan penyandang disabilitas, serta pos kesehatan dan pengaduan.
Ia berharap, inisiatif ini dapat dicontoh oleh pengelola transportasi lainnya, termasuk di bandara, pelabuhan, stasiun, dan terminal.
Keterangan ini ia sampaikan setelah melakukan peninjauan di Rest Area KM 57A ruas Tol Jakarta-Cikampek dan Pelabuhan Merak bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pada Rabu (26/3).
Listyo mengungkapkan, rest area Kilometer 57 merupakan salah satu rest area yang digunakan oleh masyarakat dan dilengkapi dengan berbagai macam fasilitas.
"Tentunya kita berharap di rest area yang lain juga dilengkapi dengan fasilitas yang sama," harapnya.
Advertisement
Tahun Ini, Masyarakat Terpantau Mudik Lebih Awal
Pada Rapat Koordinasi, pihak Jasa Marga menyampaikan, terjadi peningkatan volume kendaraan pada H-10 sampai H-6 yakni sebesar 7 persen masyarakat sudah mulai mudik lebih awal.
"Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat sudah memanfaatkan fasilitas dari pemerintah mulai dari diskon e-toll, diskon lainnya yang diharapkan bisa membantu mengurai puncak arus mudik yang terjadi pada H-3 atau tgl 28 Maret," jelas Listyo.
"Polri juga sudah menyiapkan berbagai rekayasa lalu lintas seperti contraflow dan apabila dibutuhkan kita persiapkan skema oneway dan ganjil genap pada puncak arus mudik," tambahnya.
Mudik 2025 Telah Dirancang dan Disiapkan Secara Matang
Setelah meninjau rest area, rombongan termasuk Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, melanjutkan kunjungan ke Pelabuhan Merak.
Pemantauan dilakukan guna mengevaluasi kesiapan fasilitas yang tersedia, termasuk ruang bermain anak, ruang laktasi, serta toilet yang ramah bagi perempuan, anak, dan penyandang disabilitas.
Selain itu, dilakukan pemantauan langsung terhadap arus mudik di pelabuhan yang menjadi salah satu titik vital dalam perjalanan pemudik menuju Pulau Sumatra.
Menko PMK menegaskan bahwa persiapan mudik telah berjalan dengan baik melalui sinergi berbagai pihak.
"Persiapan sudah matang. Kita telah meningkatkan kerja sama lintas sektor dan merancang perencanaan secara optimal. Saat ini, yang terpenting adalah mengawal implementasi secara rinci, melakukan pemantauan, serta merespons cepat berbagai kendala di lapangan," kata Pratikno.
"Dalam rapat koordinasi terbatas, seluruh pihak telah berkoordinasi untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi selama arus mudik," pungkasnya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5175348/original/010744800_1742984993-HL2__5_.jpg)