Tradisi Menarik Saat Idul Fitri di Berbagai Negara, Unik dan Seru

02 April 2025, 05:59 WIB
Tradisi Menarik Saat Idul Fitri di Berbagai Negara, Unik dan Seru

Idul Fitri, hari kemenangan setelah sebulan berpuasa di bulan Ramadhan, dirayakan dengan meriah oleh umat Muslim di seluruh dunia. Namun, perayaan ini tak hanya sekedar ibadah, melainkan diwarnai dengan beragam tradisi unik yang khas dari setiap negara. Mulai dari tradisi mudik di Indonesia hingga lomba memecahkan telur di Afghanistan, setiap tradisi merefleksikan kekayaan budaya dan adat istiadat lokal.

Perbedaan tradisi ini terlihat jelas jika kita membandingkan perayaan Idul Fitri di Indonesia dengan negara lain. Di Indonesia, tradisi mudik atau pulang kampung menjadi momen yang sangat dinantikan. Keluarga yang terpisah jarak akan berkumpul kembali, menciptakan suasana hangat dan penuh kebersamaan. Selain itu, sajian ketupat, opor ayam, dan rendang menjadi hidangan wajib yang selalu ada di meja makan. Sementara di negara lain, perayaan Idul Fitri memiliki ciri khasnya masing-masing.

Tidak hanya di Indonesia, berbagai negara lain juga memiliki tradisi uniknya sendiri. Di Turki misalnya, Idul Fitri disebut "eker Bayram" atau "Pesta Gula", di mana anak-anak akan mengunjungi rumah-rumah untuk mendapatkan permen dan uang. Di Afghanistan, ada tradisi Tokhm-Jangi, yaitu lomba memecahkan telur rebus yang dihias dengan pewarna alami. Keragaman ini menunjukkan betapa kayanya budaya dan tradisi umat Muslim di seluruh dunia.

Tradisi Idul Fitri di Negara-Negara Asia

Tradisi Idul Fitri di Negara-Negara Asia

Idulfitri dirayakan dengan penuh kegembiraan di berbagai negara Asia. Meskipun esensi perayaannya sama, yaitu merayakan kemenangan setelah sebulan berpuasa, setiap negara memiliki tradisi unik yang mencerminkan budaya masing-masing. Berikut adalah beberapa tradisi Idulfitri di berbagai negara Asia:

1. Indonesia -- Mudik dan Ketupat Lebaran

Di Indonesia, Idulfitri dikenal sebagai Lebaran dan menjadi momen yang sangat dinanti. Tradisi khasnya meliputi:

Mudik -- pulang ke kampung halaman untuk berkumpul dengan keluarga.

Salat Id di Lapangan -- umat Islam berbondong-bondong melaksanakan salat Idulfitri di masjid atau lapangan.

Ketupat Lebaran -- hidangan khas yang disajikan bersama opor ayam dan rendang.

Halal Bihalal -- tradisi saling bermaafan dan silaturahmi ke sanak saudara.

Angpau Lebaran -- pemberian uang kepada anak-anak dalam amplop warna-warni.

2. Malaysia -- Rumah Terbuka dan Dodol

Di Malaysia, Idulfitri disebut Hari Raya Aidilfitri dan dirayakan dengan meriah. Tradisi khasnya:

Open House (Rumah Terbuka) -- keluarga membuka rumah mereka untuk tamu dari berbagai kalangan.

Baju Melayu dan Baju Kurung -- pakaian tradisional yang dipakai saat Lebaran.

Ziarah Kubur -- mengunjungi makam keluarga untuk mendoakan mereka.

Hidangan khas seperti ketupat, rendang, dan dodol menjadi favorit.

3. Arab Saudi -- Kemeriahan di Masjidil Haram

Sebagai pusat Islam, Arab Saudi merayakan Idulfitri dengan penuh khidmat:

Salat Id di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi yang dihadiri oleh jutaan jamaah dari seluruh dunia.

Pemberian sedekah dan zakat fitrah kepada yang membutuhkan.

Pesta kuliner dengan hidangan khas seperti kapsa dan sambosa.

4. India -- Eidi dan Sheer Khurma

Di India, Idulfitri dikenal sebagai Eid ul-Fitr dan menjadi perayaan besar bagi komunitas Muslim:

Salat Id di Masjid Jama, Delhi yang diikuti ribuan umat Muslim.

Eidi -- pemberian uang atau hadiah kepada anak-anak.

Sheer Khurma -- hidangan khas berupa bubur manis dengan kurma, susu, dan kacang-kacangan.

Kunjungan ke keluarga dan berbagi hidangan khas seperti biryani dan kebab.

5. Pakistan -- Chand Raat dan Biryani

Di Pakistan, Idulfitri dirayakan dengan kemeriahan, dimulai dari malam sebelum Idulfitri yang disebut Chand Raat:

Chand Raat -- malam melihat bulan yang ditandai dengan perayaan, belanja, dan menghias tangan dengan henna.

Biryani dan Korma -- hidangan khas yang disajikan saat Lebaran.

Pembagian Eidi kepada anak-anak oleh anggota keluarga yang lebih tua.

6. Turki -- Bayram dan Baklava

Di Turki, Idulfitri dikenal sebagai Ramazan Bayram atau "Bayram Gula":

Kunjungan keluarga dan tetangga -- tradisi saling bermaafan dan mempererat silaturahmi.

Menikmati Baklava -- kue khas berlapis yang manis dan lezat.

Anak-anak mengunjungi tetangga untuk mendapat permen dan hadiah.

7. China -- Salat Id di Masjid Tua dan Pesta Kuliner

Di China, komunitas Muslim seperti suku Hui dan Uighur merayakan Idulfitri dengan cara unik:

Salat Id di masjid-masjid bersejarah, seperti Masjid Niujie di Beijing.

Festival makanan halal dengan hidangan khas seperti mi daging sapi Lanzhou dan daging panggang khas Uighur.

Kunjungan ke sanak saudara dan berbagi kebahagiaan.

Meskipun Idulfitri memiliki makna yang sama di seluruh dunia, setiap negara memiliki tradisi khas yang mencerminkan kekayaan budaya mereka. Dari ketupat di Indonesia hingga baklava di Turki, perayaan ini menjadi ajang untuk mempererat silaturahmi, berbagi kebahagiaan, dan menumpuk pahala.

Tradisi Idul Fitri di Afrika dan Eropa

Tradisi Idul Fitri di Afrika dan Eropa

Meskipun jumlah Muslim di Afrika dan Eropa bervariasi, perayaan Idulfitri tetap dirayakan dengan penuh kebahagiaan dan tradisi unik di setiap negara. Berikut adalah beberapa tradisi khas Idulfitri di kedua benua ini:

Tradisi Idulfitri di Afrika

1. Mesir -- Kue Kahk dan Shalat Id di Lapangan

Di Mesir, Idulfitri disebut Eid al-Fitr dan dirayakan dengan penuh semangat.

Salat Id di lapangan terbuka, seperti Alun-Alun Tahrir dan Masjid Al-Azhar.

Kue Kahk -- kue manis berisi kurma atau kacang yang menjadi camilan khas Lebaran.

Memberi hadiah kepada anak-anak, baik dalam bentuk uang atau permen.

Wisata ke sungai Nil -- banyak keluarga menikmati hari libur dengan berlayar di atas perahu tradisional.

2. Maroko -- Djellaba dan Couscous Lebaran

Di Maroko, perayaan Idulfitri lebih bersifat kekeluargaan.

Laki-laki mengenakan Djellaba, jubah panjang khas Maroko.

Hidangan khas seperti Couscous, Rfissa, dan Harira menjadi favorit.

Berbagi makanan dengan tetangga sebagai tanda kebersamaan.

3. Nigeria -- Ramah Tamah dan Owanbe Party

Nigeria memiliki komunitas Muslim yang besar, dan Idulfitri dikenal sebagai Sallah.

Salat Id diadakan di lapangan luas dengan ribuan jamaah.

Pesta Owanbe, yaitu pesta besar dengan musik dan tarian tradisional Yoruba.

Pemberian Sallah Meat, daging hasil kurban kepada keluarga dan fakir miskin.

Hidangan khas seperti Jollof Rice dan Moi Moi (puding kacang).

4. Somalia -- Keluarga dan Kue Xalwo

Di Somalia, Idulfitri disebut Ciid al-Fitr dan dirayakan dengan penuh keceriaan.

Mengenakan pakaian tradisional seperti Dirac (wanita) dan Macawiis (pria).

Makan Xalwo, sejenis manisan khas Somalia.

Mengunjungi orang tua dan sanak saudara sebagai bagian dari kewajiban sosial.

Tradisi Idulfitri di Eropa

1. Turki -- Ramazan Bayram dan Baklava

Di Turki, Idulfitri disebut Ramazan Bayram atau eker Bayram (Bayram Gula).

Mengunjungi keluarga dan tetangga untuk meminta maaf dan mempererat silaturahmi.

Menikmati Baklava dan Turkish Delight sebagai hidangan khas Idulfitri.

Anak-anak mengunjungi tetangga untuk mendapatkan permen dan hadiah.

2. Inggris -- Multikultural dan Perayaan di Trafalgar Square

Di Inggris, perayaan Idulfitri mencerminkan keragaman budaya Muslim.

Salat Id di masjid-masjid besar, seperti Masjid London Timur.

Festival Id di Trafalgar Square dengan bazar makanan dan pertunjukan budaya.

Berbagi makanan dan memberikan donasi kepada fakir miskin.

3. Prancis -- Idulfitri di Komunitas Muslim

Prancis memiliki populasi Muslim terbesar di Eropa.

Salat Id dilakukan di stadion besar, seperti Stade de France.

Hidangan khas seperti Couscous dan Tajine.

Pemberian Zakat Fitrah kepada mereka yang membutuhkan.

4. Jerman -- Festival Id dan Solidaritas

Komunitas Muslim di Jerman, terutama keturunan Turki dan Arab, merayakan Idulfitri dengan tradisi khas.

Shalat Id di masjid besar, seperti Masjid Sehitlik di Berlin.

Festival Id dengan bazar makanan dan pertunjukan seni Islam.

Berbagi makanan dan mempererat hubungan antar komunitas Muslim.

Meskipun perayaan Idulfitri di Afrika dan Eropa memiliki beragam tradisi, semangatnya tetap sama: mempererat silaturahmi, berbagi kebahagiaan, dan meningkatkan ibadah. Dari Owanbe Party di Nigeria hingga Festival Id di London, Idulfitri menjadi momen spesial yang menyatukan umat Islam di seluruh dunia.

Tunjukkan Keneragaman Budaya

Tunjukkan Keneragaman Budaya

Perayaan Idul Fitri di berbagai belahan dunia menunjukkan keberagaman budaya dan tradisi umat Muslim. Dari mudik di Indonesia hingga Tokhm-Jangi di Afghanistan, setiap tradisi memiliki keunikan dan keindahannya tersendiri. Perayaan ini bukan hanya sekadar ritual keagamaan, tetapi juga menjadi perekat kebersamaan dan penguat identitas budaya masing-masing komunitas.

Sumber : Liputan6.com