Ibadah Rahasia yang Bikin Setan Gigit Jari, Dibalas Langsung oleh Allah Kata UAH
27 February 2025, 03:20 WIB:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4981531/original/087644600_1730043083-UAH.jpg)
Puasa Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga memiliki keistimewaan yang luar biasa. Salah satunya adalah perlindungan dari gangguan setan dan jaminan pahala langsung dari Allah SWT.
Ustadz Adi Hidayat (UAH) menjelaskan bahwa orang yang berpuasa tidak berarti terbebas dari godaan setan. Namun, Allah SWT memberikan benteng khusus agar setan tidak bisa menembusnya.
"Benar puasanya bebas dia dari setan, bukan berarti tidak digoda. Allah kasih benteng sehingga setan tidak bisa menembusnya," ujar UAH.
Dirangkum dari tayangan video di kanal YouTube @nasihatpendek2023, Ustadz Adi Hidayat juga menegaskan bahwa puasa Ramadhan memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki ibadah lain.
Dalam hadis qudsi disebutkan bahwa Allah SWT berfirman,
,
yang artinya "Puasa untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya."
Puasa Ramadhan memiliki sistem penghargaan khusus langsung dari Allah SWT. Jika amalan lain dihitung berdasarkan perhitungan pahala tertentu, puasa dinilai langsung oleh Allah SWT sesuai dengan keikhlasan seorang hamba.
Advertisement
Ibadah yang Bersifat Rahasia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2224127/original/003015200_1527048124-serenity-banner-kl-kuala-lumpur-putrajaya-mosque-sunrise-masjid-reflections-limited-edition-print-paul-reiffer-fine-art-malaysia-morning.jpg)
Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa puasa adalah satu-satunya ibadah yang bersifat rahasia antara hamba dan Tuhannya.
Saat seseorang berpuasa, tidak ada yang tahu apakah ia benar-benar menahan diri kecuali Allah SWT. Hamba yang taat akan tetap menjaga puasanya meskipun tidak ada orang yang melihatnya.
Keikhlasan ini membuat puasa menjadi ibadah yang Allah SWT istimewakan. Sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya,
,
yang artinya "Dia meninggalkan syahwat dan makanannya karena-Ku."
Keistimewaan ini semakin nyata di hari kiamat. Sofyan bin Uyainah rahimahullah menyebutkan bahwa di hari perhitungan, seluruh amalan seseorang akan dipertanggungjawabkan, termasuk kezalimannya kepada orang lain.
Ketika semua amalan telah digunakan untuk menebus kesalahan, puasa menjadi satu-satunya ibadah yang tetap utuh. Allah SWT sendiri yang akan membalasnya dengan memasukkan hamba tersebut ke dalam surga.
Firman Allah SWT dalam hadis qudsi menegaskan, "Dan Aku yang akan membalasnya," yang berarti pahala puasa berada dalam kuasa-Nya secara penuh.
Jika amalan lain memiliki pahala yang dikalikan dalam jumlah tertentu, seperti sepuluh kali lipat hingga tujuh ratus kali lipat, puasa diberikan pahala tanpa batasan angka.
Advertisement
Puasa Bukan Hanya Ibadah Biasa
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4775811/original/052863100_1710738724-Ilustrasi_anak__ibu__sahur__buka_puasa__Islami.jpg)
Selain itu, puasa juga merupakan latihan kesabaran dalam tiga aspek utama, yaitu kesabaran dalam ketaatan, kesabaran menjauhi larangan, dan kesabaran menghadapi ujian.
Orang yang berpuasa harus menahan lapar dan haus, mengendalikan hawa nafsu, serta menjaga emosi agar tetap berada dalam jalan kebaikan.
Ketiga bentuk kesabaran ini menjadikan puasa sebagai ibadah yang sangat istimewa. Bahkan, Allah SWT memasukkan orang yang berpuasa dalam golongan orang-orang sabar yang mendapatkan pahala tanpa batas.
Sebagaimana firman Allah SWT dalam Surat Az-Zumar ayat 10:
"Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas."
Dengan memahami keutamaan puasa, seorang muslim diharapkan menjalankannya dengan lebih ikhlas dan sungguh-sungguh.
Puasa bukan hanya ibadah biasa, tetapi juga benteng dari api neraka dan jalan menuju surga yang telah dijanjikan Allah SWT.
Orang yang berpuasa dengan penuh keikhlasan akan mendapatkan kebahagiaan tidak hanya di dunia, tetapi juga di akhirat.
Karena itu, jangan hanya menjadikan puasa sebagai rutinitas tahunan, tetapi sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Penulis: Nugroho Purbo/Madrasah Diniyah Miftahul Huda 1 Cingebul