Bukan Sekadar Bisa Pakai AI, Ini Kompetensi yang Dibutuhkan Generasi Kerja Masa Kini

20 October 2026, 09:00 WIB
Bukan Sekadar Bisa Pakai AI, Ini Kompetensi yang Dibutuhkan Generasi Kerja Masa Kini

Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) semakin mengubah cara manusia belajar, bekerja, hingga mengambil keputusan. Di tengah perubahan tersebut, kemampuan menggunakan AI secara efektif perlahan bergeser dari sekadar keahlian tambahan menjadi kompetensi yang semakin dibutuhkan di dunia pendidikan maupun profesional.

Namun, mengenal AI dan benar-benar mampu memanfaatkannya untuk menyelesaikan persoalan nyata merupakan dua hal yang berbeda. Banyak mahasiswa saat ini telah menggunakan berbagai perangkat AI untuk membantu mengerjakan tugas akademik, tetapi penggunaannya masih kerap terbatas pada eksplorasi mandiri dan fitur dasar. Padahal, dengan pemahaman yang tepat, AI dapat dimanfaatkan lebih jauh untuk mendukung proses berpikir, meningkatkan produktivitas, hingga membantu menyelesaikan persoalan sesuai bidang masing-masing.

Kebutuhan inilah yang mendorong Sophia Training and Consulting, i3L University, dan EduMark menjalin kerja sama strategis untuk menghadirkan pendidikan dan pelatihan AI bagi masyarakat Indonesia. Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara ketiga pihak.

Melalui kerja sama ini, materi pendidikan AI yang dikembangkan Sophia akan diintegrasikan ke dalam program pembelajaran i3L. Inisiatif tersebut sekaligus ditujukan untuk memperluas akses terhadap pelatihan AI bagi mahasiswa maupun tenaga kerja Indonesia.

Bukan Sekadar Bisa Menggunakan AI

Bukan Sekadar Bisa Menggunakan AI

Salah satu fokus utama kolaborasi ini adalah mempersiapkan mahasiswa agar tidak berhenti sebagai pengguna teknologi. Pendidikan AI dirancang untuk membantu mereka memahami bagaimana teknologi tersebut dapat diintegrasikan ke dalam proses kerja dan bidang keilmuan masing-masing.

Kemampuan yang dikembangkan pun tidak sebatas mengenal berbagai tools AI. Mahasiswa diharapkan dapat menggunakan AI untuk memecahkan masalah, meningkatkan produktivitas, mengolah informasi, hingga mendukung pengambilan keputusan.

Pendekatan tersebut menjadi semakin relevan ketika dunia kerja mulai membutuhkan talenta yang mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi. Lulusan perguruan tinggi tidak hanya dituntut memiliki pengetahuan akademik, tetapi juga kemampuan menerapkan teknologi secara efektif dan bertanggung jawab.

Dengan pembelajaran yang lebih terstruktur, mahasiswa dapat memahami kapan dan bagaimana AI digunakan secara tepat, sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir kritis yang tetap dibutuhkan meski teknologi semakin canggih.

AI Juga Menjadi Kompetensi bagi Profesional

AI Juga Menjadi Kompetensi bagi Profesional

Pendidikan berbasis AI tidak hanya ditujukan bagi mahasiswa. Perubahan kebutuhan industri membuat para profesional juga perlu terus memperbarui keterampilan mereka melalui pembelajaran berkelanjutan.

Dalam kolaborasi ini, i3L berencana menawarkan program pelatihan AI kepada perusahaan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi sumber daya manusia. Para profesional juga dapat mengikuti pembelajaran lanjutan untuk memperkuat keterampilan yang relevan dengan pekerjaan dan perkembangan industri.

Bagi perusahaan, peningkatan kemampuan AI pada karyawan dapat menjadi bagian dari strategi menghadapi transformasi digital. Pemanfaatan teknologi yang tepat berpotensi membantu perusahaan mengoptimalkan proses kerja sekaligus meningkatkan produktivitas.

Masing-masing pihak membawa keahlian yang berbeda dalam kolaborasi ini. Sophia Training and Consulting, yang berbasis di Inggris, memiliki keahlian di bidang kecerdasan buatan, manajemen data, strategi digital, serta pendidikan eksekutif.

Sementara i3L University membawa kapabilitas akademik melalui pendidikan, penelitian, dan inovasi. Adapun EduMark, perusahaan konsultan pendidikan berbasis di Jakarta, berperan dalam membantu institusi pendidikan dan masyarakat Indonesia menghadapi perubahan kebutuhan dunia kerja.

Perpaduan ketiganya diharapkan dapat membangun ekosistem pembelajaran AI yang lebih relevan dengan kebutuhan Indonesia, baik untuk generasi mahasiswa maupun tenaga kerja yang sudah berada di industri.

Dari Pengguna Menjadi Pelaku di Era AI

Lebih dari sekadar menghadirkan program pelatihan, kolaborasi ini membawa gagasan yang lebih besar mengenai posisi Indonesia di tengah perkembangan teknologi global.

Ketika AI berkembang semakin cepat, Indonesia membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya mampu mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga memiliki kapasitas untuk menerapkan, mengembangkan, dan menciptakan nilai melalui AI.

Pendidikan menjadi salah satu fondasi penting untuk mewujudkan hal tersebut. Dengan akses pembelajaran yang lebih terstruktur, mahasiswa dan profesional dapat memiliki kesempatan untuk memahami teknologi secara lebih mendalam sekaligus menghubungkannya dengan kebutuhan nyata di dunia kerja.

Sumber : Liputan6.com