Houthi Serang Istana Kepresidenan Yaman, 4 Orang Tewas
16 October 2026, 09:00 WIB
Kelompok Houthi melancarkan serangan rudal mematikan ke istana kepresidenan di Aden, ibu kota sementara pemerintahan Yaman, pada Kamis (15/10/2026). Serangan tersebut terjadi ketika Arab Saudi menyalahkan Iran atas eskalasi terbaru dalam konflik berkepanjangan di Yaman.
Dikutip dari Channel News Asia, seorang menteri Yaman yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan, serangan itu menghantam pusat komando yang berada di dalam kompleks istana kepresidenan. Kompleks tersebut digunakan oleh pasukan pemerintah Yaman dan koalisi militer pimpinan Arab Saudi yang mendukung mereka.
Sumber militer pemerintah Yaman menyebutkan, sedikitnya empat orang tewas dan 10 lainnya terluka dalam serangan terhadap Istana Al-Maashiq di Aden, wilayah selatan Yaman yang terpecah akibat konflik.
Jurnalis AFP melihat asap membubung dari lokasi serangan. Warga setempat juga melaporkan mendengar sejumlah ledakan saat serangan berlangsung.
Serangan tersebut menjadi yang pertama menyasar kompleks istana itu sejak perang saudara Yaman kembali berkobar pada Juli.
Seorang menteri pemerintah Yaman mengatakan, Perdana Menteri Shaya al-Zindani berada di kompleks istana saat serangan terjadi. Namun, ia memastikan sang perdana menteri tidak mengalami cedera.
"Dia sama sekali tidak terluka," kata menteri tersebut.
Menurutnya, kelompok Houthi meluncurkan tiga rudal ke pusat komando pasukan pemerintah Yaman dan dua rudal lainnya ke pusat komando pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi yang berada di kompleks tersebut.
Ia menambahkan, terdapat korban dari pihak Yaman dan Arab Saudi, tetapi tidak merinci jumlahnya.
Serangan Houthi Perluas Eskalasi Konflik
Arab Saudi dan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional serta didukung Riyadh belakangan menghadapi serangan Houthi secara berkelanjutan.
Situasi tersebut mengalihkan perhatian ke konflik Yaman di tengah perang yang lebih luas di Timur Tengah. Konflik regional itu meletus setelah serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran pada Februari.
Kelompok Houthi yang didukung Iran dalam beberapa pekan terakhir telah merebut wilayah yang luas di sepanjang pesisir Laut Merah, Yaman.
Pemerintah Yaman kemudian melancarkan serangan balasan dengan dukungan udara Arab Saudi. Namun, upaya tersebut sejauh ini belum berhasil merebut kembali wilayah yang dikuasai Houthi.
Di tengah eskalasi tersebut, Arab Saudi menyalahkan Iran atas meningkatnya ketegangan dalam perang Yaman yang telah berlangsung lama.