Danantara Bakal Kelola 200 Entitas Tahun Ini, Merger BUMN Karya Dikebut
02 October 2026, 22:50 WIB
Danantara Asset Management menargetkan hanya akan mengelola 200 entitas BUMN pada akhir 2026. Penggabungan BUMN Karya jadi prioritas utama yang dilakukan tahun ini.
Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria mengatakan pemerintah tengah melakukan pembenahan terhadap lebih dari 1.000 entitas BUMN. Termasuk menggabungkan hingga menutup perusahaan.
"Ini sudah selesai kita tentukan sehingga harapannya ini selalu disampaikan oleh Bapak Presiden, kita harapkan akhir tahun ini tinggal hanya 200 perusahaan yang kita kelola, ya," kata Dony di Tribrata Hotel, Jakarta, Jumat (2/10/2026).
Dia menerangkan merger BUMN Karya bisa dilakukan terlebih dahulu dibandingkan dengan sektor-sektor lainnya. Penggabungan beberapa perusahaan konstruksi disebut yang paling mudah.
"Merger PP, Adhi Karya, kemudian Brantas dan Nindya Karya ini akan kita selesaikan. Ini yang paling mudah untuk dilakukan mergernya. Sehingga kita mulai melakukan merger ini dulu, kemudian baru berikutnya perusahaan yang harus kita restrukturisasi," ungkapnya.
Sementara itu, PT Waskita Karya (Persero) Tbk dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk masih memerlukan langkah restrukturisasi dahulu sebelum digabung. Sedangkan keuangan PT Hutama Karya (Persero) dinilai relatif sehat.
"Jadi, hanya Wika, Waskita yang akan menjadi persoalan karena membutuhkan effort kita untuk melakukan restrukturisasi, divestasi aset mereka, menurunkan hutangnya, sisanya akan kita restrukturisasi," jelas dia.
Target Prabowo
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menargetkan Indonesia hanya memiliki paling banyak 300 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) hingga 31 Desember 2026.
Adapun pemerintah Indonesia hanya akan mempertahankan BUMN yang produktif dan menciptakan nilai tambah untuk masyarakat Indonesia.
"Kita telah menutup 290 BUMN. Pada Desember 2026, kita targetkan hanya akan memiliki paling banyak 300 BUMN.750 BUMN kita akan tutup," ujar Prabowo, saat Sidang Tahunan MPR, Jumat, (14/8/2026).
Mempertahankan BUMN Sehat
Pemerintah hanya akan mempertahankan BUMN yang berdampak terhadap masyarakat Indonesia. "Hanya yang produksi dan ciptakan nilai tambah bagi rakyat, kita akan pertahankan," kata dia.
Prabowo menuturkan, langkah menutup ratusan BUMN itu akan menjadi restrukturisasi korporasi terbesar di dunia. "Ini mungkin adalah restrukturisasi korporasi terbesar di dunia," kata dia.
Seiring langkah perampingan BUMN itu, Prabowo menuturkan, Indonesia akan berhemat Rp 50 triliun. "Kita telah hemat biaya over head Rp 50 triliun dari gaji direksi, komisaris, sewa gedung," kata dia.