6 Tips Tetap Tenang di Tengah Situasi Tak Terduga
07 September 2026, 21:10 WIB
Ketidakpastian merupakan bagian dari kehidupan. Namun, ketika banyak hal tak terduga datang bersamaan, bisa membuat kewalahan.
Saat hidup terasa serba tidak pasti dan banyak hal tak terduga datang, harus tetap dihadapi.
"Kita semua harus belajar hidup dengan ketidakpastian, tetapi bukan berarti hal itu mudah," ujar Thea Gallagher, PsyD, profesor klinis di NYU Langone Health.
Untuk membantu menghadapi situasi tersebut, enam terapis membagikan cara yang mereka lakukan ketika rasa tidak pasti mulai terasa begitu berat.
1. Fokus pada hal yang masih bisa dikendalikan
Ketika banyak hal tidak pasti, mudah membayangkan kemungkinan terburuk. Kekhawatiran pun bisa terus berputar di kepala.
Hillary Ammon, PsyD, psikolog klinis di Center for Anxiety & Women's Emotional Wellness, mengatakan kekhawatiran tertentu memang cenderung sulit dilepaskan.
"Ketidakpastian yang memicu kekhawatiran cenderung 'melekat'," kata Ammon.
Ketika menyadari pikirannya mulai dipenuhi kekhawatiran, Ammon biasanya berhenti sejenak dan mengakui apa yang sedang dirasakannya. Ia tidak berusaha memaksa pikiran atau perasaan tersebut untuk menghilang.
"Setelah itu, duduk sejenak dengan perasaan tersebut. Lalu, berusaha tidak menyingkirkan pikiran atau perasaan itu," ujarnya.
Menurutnya, cara tersebut justru memberikan ruang untuk memahami apa yang sebenarnya mengganggu pikiran, alih-alih terus berusaha mengabaikannya.
Setelah itu, ia mengalihkan perhatian pada hal-hal yang masih bisa dikendalikan dan mencari solusi untuk persoalan yang memang dapat diubah.
Membuat daftar juga bisa membantu. Tuliskan apa saja yang sedang dikhawatirkan, kemudian pisahkan mana yang berada dalam kendali dan mana yang tidak.
"Dengan menemukan keseimbangan ini, Anda sedang memberi tahu otak bahwa Anda mampu menghadapi ketidakpastian dan percaya bahwa diri Anda di masa depan akan mampu menghadapi berbagai kemungkinan yang dikhawatirkan," kata Ammon.
Cara ini memang tidak akan menghilangkan semua pikiran "bagaimana jika", tetapi dapat membantu mengarahkan energi pada hal-hal yang memang bisa dilakukan.
2. Jalan kaki untuk S
Kekacauan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari dapat membuat ketidakpastian terasa semakin berat, kata Gallagher.
Bila kondisi lingkungan memungkinkan untuk jalan kaki, lakukanlah. Aktivitas sederhana ini membantunya menjernihkan pikiran sekaligus kembali fokus pada hal-hal mendasar, seperti sekadar melangkahkan kaki satu per satu.
Gallagher juga menyarankan untuk benar-benar hadir selama berjalan kaki. Ia memilih tidak memainkan ponsel ataupun mendengarkan musik.
3. Prioritaskan tidur yang cukup
Kurang tidur dapat memperburuk kecemasan. Karena itu, mendapatkan waktu tidur yang cukup menjadi salah satu prioritas Helen Lavretsky, MD, profesor di Departemen Psikiatri UCLA.
Namun, mendapatkan tidur yang cukup ketika sedang stres tentu tidak selalu mudah. Terlalu memikirkan keharusan untuk segera tidur bahkan bisa membuat seseorang semakin sulit terlelap.
Lavretsky memiliki rutinitas tertentu sebelum tidur yang membantunya lebih rileks ketika pikirannya sedang dipenuhi berbagai hal. Misalnya mandi dengan air hangat.
Selanjutnya
4. Temukan "jangkar" dalam hidup
Banyak orang membutuhkan rasa stabil dan aman. Karena itu, ketika segala sesuatu terasa tidak pasti, perubahan kecil sekalipun bisa terasa sangat mengganggu, seperti disampaikan Arianna Galligher, LISW, Direktur STAR Trauma Recovery Center dan Gabbe Well-Being Office di Ohio State University Wexner Medical Center.
Namun, menurutnya, larut dalam kepanikan atau justru tidak melakukan apa-apa tidak akan menyelesaikan persoalan.
"Terjerumus dalam kepanikan atau kelumpuhan tidak akan membantu siapa pun," ujarnya.
Galligher menyarankan untuk menemukan hal-hal yang tetap konsisten dalam kehidupan. Ia menyebutnya sebagai "jangkar".
Bentuknya bisa bermacam-macam. Bagi Galligher, hubungan dengan orang-orang terdekat menjadi salah satu jangkar yang penting.
"Ketika mulai merasa kewalahan, menghabiskan waktu bersama orang-orang yang saya sayangi dan benar-benar hadir bersama mereka, alih-alih terus memikirkan sesuatu yang membuat saya kesal atau khawatir, memberikan kelegaan yang besar," katanya.
Selanjutnya
5. Sisihkan waktu untuk melakukan hal yang bikin bahagia
Tetap melakukan aktivitas yang bermakna bagi diri sendiri juga penting, terutama ketika seseorang berada dalam situasi sulit untuk waktu yang cukup lama.
Lindsey C. McKernan, PhD, MPH, profesor di Departemen Psikiatri dan Ilmu Perilaku Vanderbilt University Medical Center, mengatakan dirinya memiliki catatan kecil di meja kerja yang berisi lima aktivitas yang biasanya membuatnya merasa lebih baik.
Daftar tersebut menjadi pengingat ketika ia mulai merasa kewalahan. Aktivitasnya bisa sesederhana melakukan yoga, mendengarkan buku audio, atau memasak.
6. Pertahankan rutinitas yang bisa diandalkan
Ketika kehidupan terasa serba tidak pasti, memiliki rutinitas dapat memberikan rasa tenang dan struktur.
Nora Brier, PsyD, profesor asisten klinis psikiatri di Penn Medicine, mengatakan rutinitas memberikan sesuatu yang dapat diandalkan ketika berbagai hal lain terasa sulit diprediksi.
Baginya, rutinitas pagi menjadi salah satu cara untuk menciptakan rasa teratur. Ia menikmati kopi di pagi hari, melakukan peregangan, kemudian menikmati rutinitas berjalan bersama anjingnya. Anda pasti punya cara tersendiri terkait hal ini.