Ciri utamanya adalah memiliki growth mindset atau pola pikir berkembang, yaitu keyakinan bahwa kemampuan anak bisa terus berkembang lewat usaha dan proses belajar, bukan sesuatu yang tetap sejak lahir.
2. Bagaimana stres ibu bisa memengaruhi perkembangan otak bayi?
Penelitian menemukan bahwa bayi dari ibu dengan stres tinggi dan fixed mindset menunjukkan aktivitas otak lebih rendah, sementara bayi dari ibu yang stres tinggi tapi punya growth mindset tidak menunjukkan dampak negatif serupa.
3. Apakah memuji hasil belajar anak sudah cukup untuk membentuk anak pintar?
Menurut penelitian ini, ibu dengan growth mindset justru lebih menekankan apresiasi pada proses, usaha, dan strategi anak, bukan semata-mata hasil akhir seperti nilai tinggi.
4. Apakah pola pikir ibu bisa berubah seiring waktu?
Bisa. Growth mindset juga berlaku untuk ibu sendiri sebagai orang tua, ibu bisa terus belajar, mencoba pendekatan baru, dan berkembang dalam perannya, bukan merasa harus sempurna sejak awal.