BRI Catat Kinerja Solid di Triwulan II 2026, Transformasi Perkuat Fundamental Bisnis

02 September 2026, 09:25 WIB
BRI Catat Kinerja Solid di Triwulan II 2026, Transformasi Perkuat Fundamental Bisnis

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus menjalankan agenda transformasi sebagai fondasi untuk menciptakan pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan. Langkah transformasi yang dilakukan secara konsisten tersebut mulai memberikan hasil positif terhadap kinerja perseroan.

Salah satunya terlihat dari laba bersih BRI yang mencapai Rp31,2 triliun pada Triwulan II 2026. Angka tersebut tumbuh 17,5% secara year-on-year (yoy).

Kinerja tersebut disampaikan Direktur Utama BRI Hery Gunardi dalam Press Conference Kinerja Keuangan BRI Triwulan II 2026 di Kantor Pusat BRI, Jakarta, Senin (31/8).

Turut hadir Wakil Direktur Utama BRI Viviana Dyah Ayu R.K., Direktur Finance & Strategy BRI Achmad Royadi, Direktur Network & Retail Funding BRI Aquarius Rudianto, serta Direktur Manajemen Risiko BRI Ety Yuniarti.

Hery mengatakan, di tengah dinamika ekonomi dan tingginya ketidakpastian global, BRI tetap mampu mempertahankan momentum pertumbuhan yang sehat. Perseroan juga terus memperbaiki kualitas aset sekaligus memperkuat profitabilitas.

"Transformasi yang kami jalankan secara konsisten sejak manajemen baru hadir di BRI mulai menunjukkan hasil yang positif. Kami melakukan penguatan dari sisi bisnis, budaya dan efisiensi, digitalisasi, hingga manajemen risiko yang tetap kuat. Transformasi ini membuat BRI semakin produktif dan mampu menjaga pertumbuhan secara sehat," ujarnya.

Menurut Hery, pertumbuhan berkelanjutan bagi BRI tidak hanya diukur dari besarnya laba yang dihasilkan. Kualitas pertumbuhan juga menjadi perhatian utama perseroan.

"Karena itu, Perseroan terus mendorong ekspansi bisnis secara selektif dan prudent, menjaga kualitas aset, meningkatkan efisiensi, serta memperkuat tata kelola dan manajemen risiko di seluruh lini bisnis," imbuhnya.

BRIVolution Reignite Perkuat Pendanaan dan Sumber Pertumbuhan Baru

BRIVolution Reignite Perkuat Pendanaan dan Sumber Pertumbuhan Baru

Melalui BRIVolution Reignite, BRI melanjutkan transformasi dengan dua agenda besar yang berjalan secara simultan, yakni memperkuat pendanaan serta memperbaiki bisnis inti yang sudah ada sekaligus membangun sumber pertumbuhan baru.

Dari sisi pendanaan, BRI berfokus memperbesar basis dana murah dan transaksional melalui pendekatan berbasis ekosistem. Strategi tersebut dijalankan dengan memaksimalkan kapabilitas digital channel, mulai dari akuisisi merchant, peningkatan transaksi BRImo dan QRIS, hingga BRILink Agen. Pada saat yang sama, BRI terus memperdalam penetrasi pada klaster bisnis, mengintegrasikan value chain, serta mengoptimalkan One BRI Solution.

Pada bisnis inti, BRI melakukan revamp terhadap segmen mikro yang selama ini menjadi kekuatan utama perseroan. Di saat yang sama, BRI mulai membangun sumber pertumbuhan baru. Fokusnya mencakup optimalisasi potensi value chain dan ekosistem, penyempurnaan product value proposition dan targeting untuk mengakuisisi nasabah berkualitas, serta perluasan layanan bullion bank melalui sinergi BRI Group.

Lebih lanjut, Hery menuturkan dengan fundamental yang semakin kuat dan arah transformasi yang semakin jelas, BRI optimistis dapat terus melanjutkan momentum positif ke depan. Penguatan tersebut sekaligus memberikan ruang bagi BRI untuk terus menjalankan perannya dalam mendukung berbagai agenda prioritas pemerintah dan menggerakkan perekonomian nasional, dengan tetap menjaga kualitas aset serta menerapkan prinsip kehati-hatian.

"Bagi BRI, mendukung program pemerintah dan menjaga kualitas aset bukanlah dua hal yang bertentangan. Justru keduanya harus berjalan bersama agar pertumbuhan yang kami hasilkan hari ini dapat menjadi pertumbuhan yang berkelanjutan dalam jangka panjang," lanjutnya.

Dalam mendorong dan mengakselerasi pertumbuhan perekonomian Indonesia secara berkelanjutan, BRI secara aktif menjadi mitra pemerintah dalam mendorong pembangunan dan inklusi ekonomi. Peran tersebut dijalankan antara lain melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), FLPP, dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis dan pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, serta penyaluran berbagai bantuan sosial seperti PKH, Sembako Stimulus, dan BLTS Kesra. Berbagai program tersebut menjadi bagian dari upaya BRI untuk memperluas dampak ekonomi kerakyatan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara inklusif dan berkelanjutan.

Aset BRI Capai Rp2.352 Triliun, Kredit Tumbuh 16,2 Persen

Peran BRI dalam mendukung berbagai agenda pembangunan nasional tersebut berjalan beriringan dengan upaya perseroan untuk terus memperkuat fundamental dan menjaga kualitas pertumbuhan bisnis. Hal ini tercermin dari kinerja BRI hingga Triwulan II 2026 yang tetap solid, baik dari sisi pertumbuhan bisnis, profitabilitas, efisiensi, maupun kualitas aset.

Hingga Triwulan II 2026, total aset BRI mencapai Rp2.352 triliun atau tumbuh 11,7% secara year-on-year (yoy). Penyaluran kredit tumbuh lebih tinggi sebesar 16,2% menjadi Rp1.646 triliun, sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp1.581 triliun atau tumbuh 6,7% yoy. BRI pun tidak hanya berfokus pada peningkatan volume DPK, tetapi juga terus memperkuat kualitas pendanaan melalui peningkatan rasio CASA.

Peningkatan profitabilitas tersebut juga diikuti oleh perbaikan efisiensi dan kualitas aset. Cost of Fund (CoF) secara bank only turun dari 3,0% menjadi 2,4%, sementara Cost to Income Ratio (CIR) membaik dari 41,9% menjadi 39,2%. Dari sisi kualitas aset, rasio Non-Performing Loan (NPL) turun dari 3,0% menjadi 2,9%, sedangkan Cost of Credit (CoC) membaik dari 3,4% menjadi 3,1%.

Penguatan fundamental tersebut turut menopang kemampuan perseroan dalam menghasilkan imbal hasil yang solid. ROA BRI tetap terjaga pada kisaran 2,7%, sementara Return on Equity (ROE) meningkat dari 16,6% pada Triwulan II 2025 menjadi 18,8% pada Triwulan II 2026.

Meski terus bertransformasi, Hery menegaskan bahwa DNA BRI tetap sama, yakni tumbuh bersama ekonomi kerakyatan Indonesia. UMKM akan tetap menjadi core business BRI. Oleh karena itu, keberhasilan transformasi tidak hanya dilihat dari kemampuan BRI meningkatkan kinerja, tetapi juga dari seberapa besar pertumbuhan tersebut dapat menciptakan nilai dan menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.

Sumber : Liputan6.com