Air Demineral dan Air RO untuk Konsumsi Harian: Apa Kata WHO?

30 August 2026, 10:02 WIB
Air Demineral dan Air RO untuk Konsumsi Harian: Apa Kata WHO?

Dispenser air reverse osmosis (RO) kini semakin banyak dipasang di rumah-rumah, seiring makin tingginya kesadaran masyarakat urban akan kualitas air minum. Namun di balik kepraktisannya, muncul pertanyaan yang terus dicari di mesin pencari: apakah air RO dan air demineral aman diminum setiap hari, atau justru menyimpan risiko kesehatan jika dikonsumsi dalam jangka panjang?

Pertanyaan ini bukan sekadar kekhawatiran tanpa dasar. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memiliki kajian khusus mengenai air rendah mineral, sementara sejumlah dokter spesialis di Indonesia, mulai dari dokter gizi klinik hingga dokter urologi RSCM, juga telah memberikan penjelasan mengenai konsumsi air rendah mineral. Artikel ini merangkum informasi tersebut, termasuk perbedaan air mineral dan air demineral, regulasi di Indonesia, serta hal yang perlu diperhatikan saat memilih air minum untuk kebutuhan sehari-hari.

Jawaban Singkat: Air RO dan air demineral dapat dikonsumsi, terutama untuk penggunaan situasional atau jangka pendek. Namun, jika air yang sangat rendah mineral menjadi satu-satunya sumber cairan dalam jangka panjang, asupan mineral seperti kalsium dan magnesium dari makanan perlu diperhatikan. Sementara itu, air mineral seperti Le Minerale mengandung mineral alami dan dapat menjadi salah satu pilihan untuk memenuhi kebutuhan cairan harian.

Apa Itu Air Demineral dan Air RO?

Air demineral adalah air yang telah melalui proses penghilangan mineral, baik melalui reverse osmosis, deionisasi, maupun distilasi. Air RO sendiri merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk menghasilkan air dengan kandungan mineral yang sangat rendah karena proses penyaringannya mengurangi zat terlarut dari air.

Di Indonesia, air demineral merupakan salah satu kategori resmi Air Minum Dalam Kemasan (AMDK). Badan Standardisasi Nasional (BSN) mencatat SNI 6241:2023 sebagai standar yang berlaku untuk air demineral, sementara air mineral menggunakan SNI 3553:2023. Pemberlakuan standar AMDK secara wajib juga diatur melalui Peraturan Menteri Perindustrian No. 62 Tahun 2024.

Berapa Kadar TDS yang Ideal untuk Air Minum?

TDS (Total Dissolved Solids) merupakan ukuran jumlah zat terlarut dalam air, termasuk berbagai mineral. WHO menggunakan TDS terutama sebagai salah satu parameter yang berkaitan dengan penerimaan rasa air. Air dengan TDS yang lebih tinggi cenderung memiliki rasa yang lebih kuat, sementara air dengan TDS sangat rendah dapat terasa hambar.

Karena itu, TDS tidak sebaiknya digunakan sebagai satu-satunya indikator untuk menentukan apakah air aman atau tidak untuk diminum. Keamanan air minum juga bergantung pada parameter mikrobiologi, kimia, proses pengolahan, serta kepatuhan terhadap standar yang berlaku.

Apa Kata WHO Soal Risiko Jangka Panjang Air Demineral?

Dalam kajian yang menjadi rujukan pedoman kualitas air minum WHO, konsumsi air yang sangat rendah mineral secara terus-menerus dibahas dalam kaitannya dengan keseimbangan mineral tubuh. Air minum dapat menjadi salah satu sumber kalsium dan magnesium, meskipun sebagian besar kebutuhan mineral tetap diperoleh dari makanan.

Karena itu, persoalan utamanya bukan semata-mata apakah air demineral boleh diminum, melainkan bagaimana memastikan kebutuhan mineral tubuh tetap terpenuhi ketika air rendah mineral menjadi sumber cairan utama dalam jangka panjang.

Poin pentingnya, temuan mengenai air rendah mineral tersebut tidak berarti setiap konsumsi air RO atau air demineral secara otomatis berbahaya. Penggunaan sesekali, misalnya saat bepergian, perlu dibedakan dengan menjadikan air yang sangat rendah mineral sebagai satu-satunya sumber cairan dalam jangka panjang.

Penjelasan Dokter Spesialis Gizi Klinik dan Dokter Urologi

Di Indonesia, topik ini juga telah dibahas oleh dokter spesialis. Dikutip dari Liputan6.com, dokter spesialis gizi klinik Dr. dr. Inge Permadhi, MS, Sp.GK (K), menjelaskan bahwa kebutuhan cairan perlu dipenuhi secara teratur dan dipengaruhi berbagai faktor seperti usia, jenis kelamin, aktivitas fisik, kondisi khusus, serta lingkungan.

"Minum secara teratur yang jumlahnya ditentukan berdasarkan umur, jenis kelamin, temperatur, aktivitas fisik, kondisi khusus, dan keadaan lingkungan," kata Inge Permadhi.

Penjelasan tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan cairan dan mineral tidak dapat dinilai hanya dari satu parameter, termasuk jenis air yang diminum. Tubuh memperoleh mineral dari berbagai sumber, terutama makanan, sementara air dapat menjadi salah satu sumber tambahan mineral.

Prof. dr. Ponco Birowo, Sp.U, Subsp.And. (K), PhD, juga menyoroti perhatian terhadap konsumsi air rendah mineral dalam jangka panjang. Sejumlah penelitian yang dirujuknya membahas kemungkinan kaitan konsumsi air rendah mineral dengan keseimbangan mineral dan berbagai indikator kesehatan. Karena itu, pola makan dan kondisi kesehatan individu tetap perlu menjadi pertimbangan.

Apakah Air RO Aman Diminum Setiap Hari?

Air RO dapat dikonsumsi setiap hari selama memenuhi standar keamanan air minum dan proses pengolahannya dilakukan dengan baik. Proses reverse osmosis dapat membantu mengurangi berbagai zat terlarut dan kontaminan dari air. Namun, karena proses tersebut juga mengurangi kandungan mineral, hal yang perlu diperhatikan adalah kecukupan mineral dari keseluruhan pola makan.

Sejumlah sistem RO rumahan juga dilengkapi fitur remineralisasi untuk menambahkan kembali mineral tertentu setelah proses penyaringan. Bagi konsumen yang menggunakan RO sebagai sumber utama air minum, kualitas perangkat, perawatan filter, kebersihan sistem, serta asupan mineral dari makanan menjadi hal yang penting diperhatikan.

Apakah Air Demineral Cocok untuk Konsumsi Sehari-hari?

Air demineral dapat dikonsumsi sehari-hari apabila memenuhi persyaratan keamanan pangan dan kualitas air minum yang berlaku. Namun, karena kandungan mineralnya sangat rendah, konsumen yang menjadikannya sumber cairan utama dalam jangka panjang perlu memastikan kebutuhan mineral tetap tercukupi dari makanan dan sumber lainnya.

Perhatian lebih diperlukan bagi anak-anak, orang dengan pola makan sangat terbatas, penderita gangguan elektrolit, atau orang yang memiliki kebutuhan medis tertentu. Dalam kondisi tersebut, konsultasi dengan dokter atau ahli gizi dapat membantu menentukan jenis air dan pola konsumsi yang sesuai.

Apakah Air Demineral Baik untuk Ginjal?

Air demineral tidak dapat disebut secara khusus lebih baik untuk ginjal dibandingkan air mineral. Fungsi utama air bagi ginjal adalah membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh sehingga proses pembentukan dan pengeluaran urine dapat berlangsung dengan baik. Tidak ada alasan untuk menganggap air dengan kandungan mineral sangat rendah otomatis memberikan manfaat khusus bagi ginjal.

Bagi orang sehat, air demineral yang memenuhi standar keamanan dapat menjadi salah satu sumber cairan. Namun, jika dikonsumsi sebagai sumber air utama dalam jangka panjang, perhatian tetap perlu diberikan pada kecukupan mineral dari makanan dan sumber lainnya.

Orang yang memiliki penyakit ginjal atau kondisi medis yang mengharuskan pembatasan cairan maupun mineral sebaiknya tidak menentukan jenis air minum hanya berdasarkan kandungan TDS. Pilihan air dan jumlah cairan perlu disesuaikan dengan rekomendasi dokter yang menangani kondisi tersebut.

Apakah Le Minerale Aman Dikonsumsi Setiap Hari?

Le Minerale dapat dikonsumsi setiap hari sebagai bagian dari pemenuhan kebutuhan cairan, selama dikonsumsi sesuai kebutuhan dan produk memenuhi ketentuan keamanan pangan yang berlaku. Berbeda dengan air demineral, Le Minerale merupakan air mineral yang menurut informasi produsennya berasal dari sumber pegunungan terpilih dan mengandung mineral esensial.

Le Minerale juga menyebut penggunaan Mineral Protection System dalam proses pengemasannya untuk membantu menjaga kualitas dan kandungan mineral alami air. Informasi tersebut merupakan keterangan dari pihak produsen dan bukan berarti air mineral menggantikan seluruh kebutuhan mineral tubuh yang tetap perlu diperoleh dari pola makan seimbang.

"Air mineral berperan dalam menjaga kelembapan kulit secara optimal, memberikan nutrisi penting untuk sel-sel kulit, melengkapi kebutuhan jaringan kulit, meningkatkan elastisitas dan warna kulit membantu penundaan munculnya tanda-tanda penuaan," jelas Dr. dr. Liza Deviyanti Hadiwijaya, MM, M.Farm.

Dengan demikian, konsumsi Le Minerale sehari-hari dapat menjadi salah satu pilihan hidrasi. Namun, kebutuhan cairan setiap orang berbeda dan tidak ditentukan hanya oleh merek atau jenis air yang diminum.

Bagaimana Cara Memilih Air Minum Kemasan yang Tepat dan Memenuhi Kebutuhan Mineral Harian?

Cara memilih air minum kemasan yang tepat adalah dengan memperhatikan kategori produk, standar keamanan, kondisi kemasan, sumber informasi pada label, serta kebutuhan tubuh. Konsumen tidak perlu hanya terpaku pada angka TDS ketika menentukan pilihan air minum.

  • Pilih produk AMDK yang memiliki izin edar dan memenuhi standar yang berlaku.
  • Periksa kondisi kemasan dan pastikan tidak rusak, bocor, atau berubah bentuk.
  • Perhatikan label, termasuk jenis air, komposisi atau kandungan mineral jika dicantumkan, serta tanggal kedaluwarsa.
  • Simpan air minum sesuai petunjuk, terutama dengan menghindarkannya dari paparan panas dan sinar matahari langsung.
  • Jika memilih air demineral atau RO sebagai sumber utama cairan, pastikan kebutuhan mineral tetap terpenuhi melalui pola makan.
  • Untuk orang dengan kondisi kesehatan tertentu, konsultasikan kebutuhan cairan dan mineral dengan dokter atau ahli gizi.

Kebutuhan mineral tidak hanya berasal dari air. Makanan seperti susu dan produk olahannya, ikan, kacang-kacangan, sayuran, serta berbagai sumber pangan lainnya dapat berkontribusi terhadap asupan mineral harian. Karena itu, pilihan air minum sebaiknya ditempatkan sebagai bagian dari pola makan dan gaya hidup secara keseluruhan.

Perbandingan Singkat: Air Mineral vs Air Demineral/RO

Aspek Air Mineral Air Demineral/RO
Kandungan mineral Mengandung mineral alami sesuai karakteristik sumbernya Kandungan mineral sangat rendah setelah proses demineralisasi
TDS Dapat bervariasi sesuai sumber dan karakteristik air Umumnya jauh lebih rendah setelah proses RO atau demineralisasi
Proses pengolahan Pengolahan sesuai karakteristik dan standar air mineral Dapat menggunakan reverse osmosis, deionisasi, atau distilasi
Regulasi di Indonesia SNI 3553:2023 SNI 6241:2023
Perhatian untuk konsumsi jangka panjang Tetap bagian dari pola hidrasi dan pola makan seimbang Pastikan kebutuhan mineral tetap tercukupi dari makanan atau sumber lainnya

Kapan Sebaiknya Tidak Menjadikan Air Demineral sebagai Sumber Utama?

  • Saat pola makan sudah rendah asupan kalsium dan magnesium.
  • Pada orang yang memiliki kebutuhan mineral khusus atau gangguan elektrolit.
  • Pada orang dengan kondisi medis tertentu yang membutuhkan pengaturan cairan atau mineral.
  • Ketika air demineral digunakan sebagai satu-satunya sumber cairan dalam jangka panjang tanpa memperhatikan asupan mineral dari makanan.

FAQ

Apakah air RO aman diminum?

Air RO dapat diminum jika telah melalui proses pengolahan yang memenuhi standar keamanan air minum. Jika dikonsumsi sebagai sumber cairan utama dalam jangka panjang, perhatikan kecukupan mineral dari makanan karena proses RO dapat menurunkan kandungan mineral dalam air.

Apakah air demineral cocok untuk konsumsi sehari-hari?

Air demineral dapat dikonsumsi sehari-hari apabila memenuhi standar keamanan yang berlaku. Namun, bila menjadi sumber utama cairan dalam jangka panjang, kebutuhan mineral tubuh tetap perlu dipenuhi melalui makanan dan sumber lainnya.

Apakah air demineral baik untuk ginjal?

Air demineral tidak terbukti memiliki manfaat khusus untuk ginjal dibandingkan air mineral. Yang paling penting adalah kecukupan cairan dan penyesuaian jenis serta jumlah air bagi orang yang memiliki kondisi ginjal tertentu.

Apakah Le Minerale aman dikonsumsi setiap hari?

Le Minerale merupakan air mineral yang dapat dikonsumsi setiap hari sebagai bagian dari pemenuhan kebutuhan cairan, selama produk memenuhi ketentuan keamanan pangan dan dikonsumsi sesuai kebutuhan. Air mineral tetap bukan satu-satunya sumber mineral tubuh karena mineral juga diperoleh dari makanan.

Bagaimana cara memilih air minum kemasan yang tepat?

Perhatikan jenis air, izin edar, standar yang berlaku, kondisi kemasan, label, tanggal kedaluwarsa, serta cara penyimpanannya. Jangan menggunakan TDS sebagai satu-satunya ukuran untuk menentukan keamanan air minum.

(*)

Sumber : Liputan6.com