Kondisi Wisata Pulau Jeju Setelah Diguncang Kasus 4 Orang Hilang Ditemukan Meninggal

26 August 2026, 18:00 WIB
Kondisi Wisata Pulau Jeju Setelah Diguncang Kasus 4 Orang Hilang Ditemukan Meninggal

Wisata Jeju, Korea Selatan, tengah menjadi sorotan setelah empat orang yang sebelumnya dilaporkan hilang ditemukan meninggal dalam rentang tiga hari, yakni pada 22, 23, dan 24 Agustus 2026. Rangkaian penemuan jenazah tersebut terjadi ketika aktivitas pariwisata di pulau itu masih berlangsung.

Mengutip IB Times, Rabu (26/8/2026), belum ada pengumuman resmi mengenai penutupan destinasi wisata di Jeju akibat kasus tersebut. Bandara Internasional Jeju juga masih melayani penerbangan domestik dan internasional sesuai jadwal.

Maskapai yang menghubungkan pulau tersebut dengan berbagai kota pun tetap mengoperasikan penerbangannya. Salah satu korban yang telah diidentifikasi adalah Jang Mi-ran (37). Ia sebelumnya dilaporkan hilang selama lebih dari tiga bulan sebelum jenazahnya ditemukan di dekat penginapan yang pernah ditempatinya.

Penemuan tersebut kemudian memicu penyelidikan lebih luas, termasuk dugaan adanya persoalan dalam penanganan laporan orang hilang oleh kepolisian setempat. Meski demikian, hingga kini belum ada informasi yang menunjukkan bahwa wisatawan secara khusus menjadi sasaran dalam kasus tersebut.

Jeju sendiri tetap menjadi salah satu destinasi populer di Korea Selatan, baik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Wisatawan yang memiliki rencana perjalanan ke pulau ini tetap dapat memantau informasi resmi mengenai kondisi destinasi, penerbangan, serta perkembangan penyelidikan sebelum berangkat.

Situasi di Pulau Jeju masih memungkinkan wisatawan menjalankan berbagai aktivitas perjalanan di sejumlah kawasan. Pihak otoritas setempat belum memberlakukan pembatasan khusus terhadap kunjungan wisatawan sebagai imbas dari rangkaian kasus tersebut.

Pertimbangan Wisatawan

Pertimbangan Wisatawan

Hotel, restoran, tempat wisata, dan bisnis pariwisata lainnya terus beroperasi. Meski demikian, sejumlah wisatawan dilaporkan telah mempertimbangkan kembali atau membatalkan liburan mendatang karena perkembangan terkini.

Meski demikian, kekhawatiran tersebut belum dapat disamakan dengan penurunan jumlah kunjungan wisatawan secara keseluruhan. Belum terdapat data yang menunjukkan bahwa kasus tersebut telah menyebabkan penurunan wisatawan secara signifikan.

Dampak terhadap sektor pariwisata juga masih perlu dilihat seiring perkembangan penyelidikan dan pemberitaan mengenai kasus tersebut.

Melansir Korea Times, Menteri Dalam Negeri Korea Selatan Yun Ho-jung meminta maaf secara terbuka pada Rabu, 26 Agustus 2026, atas dugaan kelalaian polisi dalam menangani kasus orang hilang di Pulau Jeju. Ia berjanji akan mengusut tuntas dugaan tersebut.

Tuai Kontroversi

Tuai Kontroversi

Kasus ini menyita perhatian nasional setelah petugas polisi diketahui menutup laporan pada Mei tanpa memastikan keselamatan Jang yang dilaporkan hilang oleh kekasihnya pada 15 Mei.

"Bersama pimpinan kepolisian, saya secara tulus meminta maaf pada publik. Kebenaran di balik kasus Jeju harus diungkap secara menyeluruh," ujar Yun dalam pertemuan dengan para pejabat senior kepolisian.

Ia memerintahkan jajaran kepolisian memeriksa kemungkinan keterkaitan kasus ini dengan pelanggaran yang lebih serius, sekaligus menginspeksi kasus-kasus orang hilang lain di seluruh negeri.

Yun menyebut bahwa kasus ini mengungkap kelemahan struktural dalam cara kepolisian menangani laporan orang hilang, sehingga meminta inspeksi menyeluruh terhadap sistem yang berlaku saat ini.

Dugaan Menutup Laporan

Dugaan Menutup Laporan

Langkah ini diambil di tengah sorotan publik yang menilai penanganan awal kasus tersebut jauh dari standar prosedur yang seharusnya.

Petugas yang menangani kasus tersebut diketahui menutup laporan hanya beberapa jam setelah menerimanya. Petugas itu diduga berbohong pada kekasih korban dengan mengaku telah berbicara dengan perempuan tersebut, namun diminta untuk tidak membagikan lokasinya.

Pengadilan setempat mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap petugas itu pada Selasa, sehari sebelum permintaan maaf resmi disampaikan Yun pada publik.

Kasus ini menambah daftar sorotan terhadap kinerja kepolisian Korea Selatan dalam menangani laporan orang hilang, sekaligus mendorong evaluasi menyeluruh terhadap prosedur penanganan kasus serupa di berbagai wilayah.

Sumber : Liputan6.com