Tarif 50% AS Mulai Berlaku, Kanada Siapkan Balasan

24 August 2026, 16:00 WIB
Tarif 50% AS Mulai Berlaku, Kanada Siapkan Balasan

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump resmi memberlakukan tarif impor 50% atas puluhan produk dari Kanada pada Sabtu, 23 Agustus 2026. Produk yang terdampak mencakup berbagai barang mulai dari tongkat hoki hingga produk pertanian.

Sempat buntu saat negosiasi perdagangan, tarif baru ini diperkirakan akan memengaruhi sekitar 5% dari total ekspor tahunan Kanada ke AS, senilai sekitar US$ 20 miliar atau Rp 354 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah 17.700).

Melansir The Associated Press, Senin (24/8/2026), Perdana Menteri Kanada Mark Carney pada Sabtu berjanji akan memberlakukan tarif balasan terhadap sejumlah produk Amerika Serikat mulai 8 September, sebagai respons terhadap tarif baru yang dikenakan.

Tidak ada diskusi lebih lanjut, eskalasi terbaru antara kedua negara, yang pernah menjalin salah satu aliansi perdagangan terkokoh di dunia, semakin memperdalam perang dagang yang membuat kedua belah pihak di perbatasan tetap waspada sepanjang masa jabatan kedua Trump.

Para ahli memperingatkan bahwa tarif yang lebih tinggi akan menaikkan biaya bagi perusahaan dan hampir selalu berdampak pada kenaikan harga kebutuhan rumah tangga.

"Hampir semua sektor industri dan profesi kemungkinan besar akan merasakan dampak lanjutan dari sengketa perdagangan yang semakin memanas ini," kata mitra firma hukum Dorsey & Whitney, Augustine Lo.

Dari Tongkat Hoki Hingga Anggur, Terdampak Tarif 50%

Dari Tongkat Hoki Hingga Anggur, Terdampak Tarif 50%

Tarif 50% dari AS diperkirakan akan berdampak pada barang-barang Kanada senilai US$ 20 miliar atau Rp 354 triliun. Kanada mengekspor sebagian besar barangnya ke AS mencapai 72% pada tahun lalu.

Pemerintahan Trump menyatakan bahwa pajak baru ini akan dikenakan pada banyak produk. Mulai dari tongkat hoki hingga anggur dan semen.

Menurut dokumen yang diterbitkan Gedung Putih, barang-barang lain yang dikenai pajak meliputi madu, benih, produk pertanian, beberapa jenis kosmetik, parfum, pakaian, perhiasan, furnitur, kamera, kain, dan lainnya.

Pajak 50% ini juga berlaku untuk beberapa produk di bawah Perjanjian AS-Meksiko-Kanada (USMCA), sebuah perjanjian perdagangan dari masa jabatan pertama Trump. Hal ini menandai perubahan dari tarif sebelumnya---dan semakin menggarisbawahi pertanyaan seputar masa depan USMCA secara keseluruhan.

Awal Mula Pemberlakuan Tarif

Trump memberlakukan tarif 50% berlandaskan undang-undang era Depresi Besar yang sudah lama tidak berlaku: Pasal 338 Undang-Undang Tarif Tahun 1930.

Ketika ekonomi AS dan dunia runtuh hampir satu abad yang lalu, Kongres mengesahkan regulasi tersebut sebagai bagian dari undang-undang "Smoot-Hawley" yang lebih luas (dinamai sesuai nama para sponsornya di Kongres).

Undang-undang tersebut menaikkan tarif secara umum di semua sektor, dan menjadi terkenal di kalangan ekonom karena membatasi perdagangan dunia serta memperburuk Depresi Besar.

Namun, Pasal 338, yang memberi wewenang kepada presiden untuk mengenakan pajak impor hingga 50% kepada negara-negara pendiskriminasi perusahaan AS---belum pernah digunakan hingga saat ini.

Tidak perlu diselidiki terkait kebenaran penerapan tarif tersebut, tetapi juga tidak ada batas akhirnya. Karena tidak ada preseden, tarif ini mungkin akan menghadapi lebih banyak tantangan hukum.

Saat mengumumkan rencana tarifnya bulan lalu, Trump menyatakan bahwa Kanada mendiskriminasi ekspor mobil, minuman beralkohol, dan produk susu AS.

Presiden tersebut geram karena balasan Kanada terhadap tarif yang diberlakukan pada tahun lalu, dengan mencatat bahwa impor Kanada atas minuman beralkohol dan mobil AS mulai menurun musim semi lalu.

Kanada Membalas

Perdana Menteri Kanada Mark Joseph Carney berjanji akan menerapkan hal serupa sebagai bentuk balasan dimulai pada 8 September.

Kali ini, kenaikan tarif impor Kanada akan menargetkan baja, produk susu, peralatan rumah tangga, peralatan pertanian, pulp dan kertas, serta elektronik.

Negaranya awalnya bersedia mencabut sisa tarif balasan atas baja, aluminium, dan mobil jika AS secara substansial menurunkan tarif yang dikenakan, serta mendorong wilayah lain memulihkan penjualan minuman beralkohol ke AS.

Namun, pada akhirnya ia menilai tuntutan akhir Washington sudah keterlaluan. AS dituding menggunakan "integrasi ekonomi sebagai senjata" dan bahwa Kanada telah "diserang" oleh tarif terbaru AS.

Dia mengatakan negaranya memiliki cadangan dan ketahanan untuk merespons situasi tersebut.

Negosiator perdagangan utama Trump, Jamieson Greer, berjanji akan mengambil langkah-langkah tambahan untuk menanggapi tindakan balasan Kanada, meski belum merinci bentuknya seperti apa.

Greer juga mengklaim bahwa pemerintah AS menawarkan untuk memotong tarif atas baja, mobil, dan kayu, tetapi Kanada tidak setuju.

Sumber : Liputan6.com