Pemerintah akan Gratiskan 4 Juta Sertifikat Tanah bagi Warga Miskin hingga 2028
21 August 2026, 19:00 WIB
Pemerintah tidak hanya menyiapkan subsidi hunian vertikal atau rumah susun tapi akan memberikan secara gratis 1 juta sertifikat bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo menegaskan, pemerintah menargetkan pemberian 1 juta sertifikat bagi masyarakat yang memiliki tanah, tetapi belum mempunyai rumah. Pemberian sertifikat tidak diberikan secara langsung, melainkan bertahap hingga tahun 2028.
"Program baru yang juga dilaksanakan oleh pemerintah dan dalam hal ini oleh Menteri Agraria dan Pertanahan ya, Bapak Nusron Wahid. Ini adalah pemberian sertifikat gratis kepada masyarakat yang punya tanah ya, masyarakat yang punya tanah tapi belum berupa sertifikat ya," kata Hashim dalam acara Groundbreaking Hunian Manggarai dalam Mendukung Tiga Juta Rumah di Lahan KAI Manggarai, Jakarta, Jumat (21/8/2026).
Tahun ini, pemerintah menargetkan penerbitan 1 juta sertifikat gratis. Target tersebut kemudian meningkat menjadi 3 juta sertifikat pada 2027 dan mencapai 4 juta sertifikat pada 2028.
Dengan demikian, total sertifikat tanah yang akan diberikan secara gratis kepada masyarakat mencapai 8 juta sertifikat dalam tiga tahun.
"Dalam tiga tahun, pemerintah akan menyediakan [sertifikat] secara gratis kepada masyarakat Indonesia yang belum punya sertifikat," jelasnya.
Adapun seluruh pembiayaan program pemberian sertifikat gratis bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Penggunaan anggaran tersebut telah disetujui pemerintah.
"Nah ini akan dimulai dan ini semuanya dari APBN sudah disetujui pemerintah dan segera akan dilaksanakan. So, ini untuk ini bukan hanya di perkotaan tapi juga di pedesaan ya," tambah di Hashim.
Sudah Berjalan
Sementara itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan, program tersebut telah dijalankan oleh pemerintah.
"Jadi program ini sudah dijalankan, sudah mulai dijalankan. Jadi bukan akan, tapi sesudah, sesuai arahan Pak Ketua sudah mulai dijalankan," katanya.
Selain itu, Maruarar juga terus mendorong pembangunan rumah susun subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di perkotaan dengan memanfaatkan negara, khususnya milik PT KAI (Persero).
"Mulai hari ini groundbreaking, sudah ada CSR hibah dari Astra 2.000 unit, segera di Jakarta dan di Bandung. Kemudian juga sudah, kami sudah mendapatkan dukungan dari Kemkomdigi 45 hektar di Depok," ungkapnya.