Pramono Pastikan Pendidikan Jadi Prioritas, Ini Sederet Programnya
19 August 2026, 19:49 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan pihaknya tetap mengutamakan pendidikan, salah satunya terkait Kartu Jakarta Pintar (KJP).
"Pemerintah DKI Jakarta mengutamakan warga mana pun yang tidak mampu selama dia menjadi bagian dari warga Jakarta, maka dia mendapat apa yang dinamakan dari KJP, Kartu Jakarta Pintar," ujar Pramono di Balai Kota, Rabu (19/8/2026).
Menurut dia, saat ini penerima KJP jumlahnya ada 707.420 siswa. Selain KJP, ada pula Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) untuk kuliah S1, S2, dan S3.
Dia juga mengatakan, Pemprov DKI Jakarta juga menggratiskan sekolah, baik sekolah negeri, swasta, madrasah dan pesantren.
"Enggak ada provinsi lain yang sepenuh Jakarta ini. Bahkan, selain seluruh sekolah negeri kita gratiskan, sekarang sekolah swasta ada 155 sekolah swasta yang kita gratiskan. Termasuk, termasuk sekolah swasta keagamaan, mode pesantren dan sebagainya," papar Pramono.
Dia menganggap, pendidikan merupakan modal penting bagi warga Jakarta untuk mengubah nasib keluarga tidak mampu.
"Maka, saya berterima kasih kepada DPRD Provinsi Jakarta, teman-teman ini men-support hal yang berkaitan dengan sekolah pendidikan," terang Pramono.
Bantu Pemutihan Ijazah
Pramono menjabarkan, Pemprov DKI Jakarta juga memiliki program Pemutihan Ijazah bagi siapa pun keluarga yang tidak mampu sehingga tak bisa mengambil ijazah.
"Hanya di DKI yang namanya program pemutihan ijazah, bagi siapa pun keluarga yang tidak mampu, yang tidak bisa mengambil ijazah, yang sudah bertahun-tahun maka pemerintah lah yang akan mengambilkan ijazahnya," ucap dia.
"Karena enggak mungkin orang enggak bisa ngambil ijazah itu dari keluarga yang mampu, enggak mungkin, pasti ini keluarga tidak mampu. Dan itulah pemerintah atau negara hadir untuk membantu ini," sambung Pramono.