HDCI dan BPJS Ketenagakerjaan Lindungi 5.000 Ojol di 6 Wilayah hingga Tiga Tahun
17 August 2026, 07:30 WIB
Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) menggandeng BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan kepada 5.000 mitra pengemudi ojek online (ojol) yang tersebar di enam wilayah Indonesia.
Perlindungan yang awalnya dirancang berlangsung selama lima bulan, yakni Agustus hingga Desember 2026, diputuskan HDCI untuk diperpanjang hingga tiga tahun.
Komitmen tersebut diwujudkan dalam rangkaian Merdeka Ride & Evoria Rally 2026 di Melasti, Desa Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, Sabtu (15/8/2026). Para pengemudi ojol mendapatkan perlindungan melalui program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).
Kolaborasi ini sekaligus menjadikan HDCI sebagai komunitas otomotif pertama yang bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan kepada pengemudi ojol.
Inisiatif tersebut membawa kegiatan sosial komunitas ke arah perlindungan yang lebih berkelanjutan. Manfaat yang diberikan tidak hanya dirasakan dalam satu momentum kegiatan, tetapi juga menjadi jaring pengaman bagi pekerja dan keluarganya dalam jangka panjang.
Ketua Umum HDCI Ahmad Sahroni mengatakan, kepedulian terhadap pengemudi ojol merupakan bagian dari upaya HDCI menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui kekuatan komunitas.
"Program HDCI berbagi dengan ojol ini sejalan dengan semangat pemerintah dan Presiden Prabowo Subianto untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya mereka yang setiap hari bekerja dan berjuang di jalan. Bagi kami, keberadaan HDCI bukan hanya tentang berkegiatan dan berkendara, tetapi bagaimana kekuatan komunitas bisa hadir, berbagi, dan memberikan perlindungan yang benar-benar dirasakan masyarakat," ujar Sahroni.
Perlindungan Diperpanjang hingga Tiga Tahun
Menurut Sahroni, keputusan memperpanjang masa perlindungan hingga tiga tahun dilakukan setelah melihat manfaat Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yang tidak hanya menyentuh pekerja, tetapi juga keluarganya.
Salah satunya berupa manfaat beasiswa pendidikan bagi anak sesuai dengan ketentuan program.
"Setelah melihat manfaatnya, terutama adanya beasiswa untuk anak, saya putuskan perlindungan ini diberikan hingga tiga tahun. Ini luar biasa karena manfaatnya bukan hanya untuk para ojol, tetapi juga untuk pendidikan anak-anak mereka. Kami ingin menunjukkan bahwa komunitas motor bisa kuat sekaligus memberikan manfaat. Jangan hanya geber motor, keberadaan HDCI harus bisa dirasakan manfaatnya oleh banyak orang, terutama para ojol," ujar Sahroni.
Pengemudi ojol menjadi salah satu kelompok pekerja yang banyak menghabiskan waktu di jalan sehingga menghadapi berbagai risiko dalam menjalankan pekerjaannya. Di sisi lain, terdapat keluarga yang menggantungkan kebutuhan hidup pada penghasilan mereka.
Karena itu, perlindungan terhadap 5.000 pengemudi tersebut tidak hanya berkaitan dengan jumlah peserta, tetapi juga menyediakan jaring pengaman ketika pekerja menghadapi risiko.
Melalui program JKK, peserta yang mengalami kecelakaan kerja memperoleh perawatan hingga sembuh sesuai indikasi medis dan ketentuan program. Apabila peserta meninggal dunia akibat kecelakaan kerja, ahli waris berhak memperoleh santunan sebesar 48 kali upah yang dilaporkan.
Sementara melalui JKM, ahli waris peserta yang meninggal dunia bukan akibat kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja mendapatkan manfaat dasar sebesar Rp42 juta.
Program juga memiliki manfaat beasiswa bagi paling banyak dua orang anak sesuai persyaratan, termasuk ketentuan masa iur paling singkat tiga tahun.
Adapun 5.000 pengemudi ojol penerima perlindungan tersebar di enam wilayah. Rinciannya, 900 orang di Jakarta, 900 di Bandung, 700 di Yogyakarta, 700 di Semarang, 800 di Malang, dan 1.000 di Bali.
BPJS Ketenagakerjaan Dorong Peran Komunitas
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat mengapresiasi langkah HDCI dalam menerjemahkan semangat brotherhood menjadi kepedulian untuk memperluas perlindungan pekerja.
"Merdeka Ride & Evoria Rally bukan hanya tentang perjalanan, brotherhood, dan kebersamaan. Dari dua pulau dan tiga rute perjalanan, hari ini kita dipertemukan dalam satu semangat yang sama, yaitu bergerak bersama melalui sinergi untuk memberikan perlindungan kepada pekerja Indonesia," ungkap Saiful.
Menurut Saiful, perluasan kepesertaan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak. Kolaborasi menjadi penting, termasuk dengan komunitas yang memiliki kedekatan dan jaringan luas di tengah masyarakat.
"Perluasan perlindungan tidak bisa dilakukan sendiri. Kita membutuhkan kekuatan komunitas untuk mengajak semakin banyak pekerja di sekitarnya mendapatkan perlindungan. Hari ini perlindungan diberikan kepada 5.000 ojol di enam wilayah. Ke depan, kami berharap perlindungan ini juga dapat diperluas kepada ekosistem pekerja dalam komunitas HDCI," kata Saiful.
"Di balik setiap manfaat yang diberikan, terdapat pekerja dan keluarga yang sedang menghadapi risiko. Di situlah negara hadir melalui BPJS Ketenagakerjaan, memastikan pekerja dan keluarganya mendapatkan perlindungan ketika mereka membutuhkan," imbuh Saiful.
Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan juga diarahkan untuk menjaga keberlanjutan kehidupan keluarga apabila pencari nafkah menghadapi risiko.
Manfaatnya tidak hanya ditujukan kepada pekerja, tetapi juga dapat dirasakan keluarga sesuai ketentuan program, termasuk melalui manfaat beasiswa pendidikan bagi anak.
"Yang kita lindungi bukan hanya pekerjanya, tetapi juga ketahanan keluarganya dan cita-cita anak-anaknya. Ketika risiko terjadi, jangan sampai masa depan anak ikut berhenti," ujar Saiful.
Dorong Value Beyond Protection
Semangat tersebut sejalan dengan transformasi Value Beyond Protection yang dikembangkan BPJS Ketenagakerjaan. Perlindungan diarahkan tidak hanya hadir ketika risiko terjadi, tetapi juga memberikan nilai tambah sebelum, saat, hingga setelah risiko.
Pendekatan tersebut dijalankan melalui prinsip 3P, yakni Pelatihan, Produktif, dan Profit. Manfaat Jaminan Sosial Ketenagakerjaan diharapkan dapat menjadi daya bagi pekerja dan keluarganya untuk meningkatkan kapasitas, kembali produktif, hingga membangun keberlanjutan ekonomi.
"Kita ingin manfaat menjadi daya. Setelah keluarga mendapatkan perlindungan, mereka memiliki kesempatan untuk kembali bangkit, produktif, dan mandiri. Inilah semangat Value Beyond Protection yang ingin terus kita bangun bersama," kata Saiful.
Perpanjangan masa perlindungan 5.000 pengemudi ojol hingga tiga tahun diharapkan membuat manfaat program tidak berhenti pada satu kegiatan. Masa kepesertaan yang lebih panjang memberikan jaring pengaman berkelanjutan bagi pekerja dan keluarga ketika menghadapi risiko sosial ekonomi, termasuk dalam menjaga keberlanjutan pendidikan anak melalui manfaat beasiswa sesuai ketentuan.
Komitmen HDCI pun direncanakan berlanjut. Inisiatif tersebut akan dibawa dalam Musyawarah Nasional (Munas) HDCI dengan harapan dapat dikembangkan secara nasional dan direplikasi oleh Pengurus Daerah (Pengda) HDCI.
Kolaborasi HDCI dan BPJS Ketenagakerjaan dengan demikian diharapkan berkembang menjadi gerakan komunitas yang mampu memperluas perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi pekerja informal dan pekerja rentan di berbagai wilayah Indonesia.
Merdeka Ride & Evoria Rally 2026 pun tidak hanya menjadi kegiatan perjalanan dan kebersamaan komunitas. Kegiatan tersebut juga menjadi wadah kolaborasi untuk menghadirkan perlindungan bagi pekerja sekaligus menjaga keberlanjutan masa depan keluarganya.
(*)