Ratapan Pilu Suami di Sultra Usai Gagal Selamatkan Istri dan 4 Anak dari Kebakaran
06 August 2026, 19:14 WIB
Musibah memilukan menimpa keluarga Murdasing (61) di Dusun Tondopi, Desa Tongkoseng, Kecamatan Tontonunu, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara. Satu unit rumah panggung miliknya ludes terbakar pada Kamis (6/8/2026) sekitar pukul 03.00 WITA, mengakibatkan istri dan empat anaknya meninggal dunia.
Lima korban yang tewas dalam peristiwa tersebut yakni Hasna (38), istri Murdasing, serta empat anak mereka, Hasriani (12), Karina (9), Nur Aisyah (6), dan Wardah (2). Seluruh korban diduga terjebak di dalam rumah saat kobaran api dengan cepat melahap bangunan yang sebagian besar berbahan kayu.
Berdasarkan informasi yang diterima, kebakaran itu diduga dipicu obat nyamuk bakar yang mengenai benda mudah terbakar ketika seluruh penghuni rumah sedang tertidur lelap.
Kronologi Kebakaran
Murdasing menjadi salah satu korban selamat. Ia mengaku terbangun ketika api sudah membesar dan menutup akses keluar dari kamar. Sebelum tidur, salah seorang anaknya sempat meminta agar obat nyamuk dinyalakan.
"Mungkin dari obat nyamuk bakar. Saat saya bangun, pintu kamar sudah tertutup api," kata Murdasing.
Dalam kondisi panik, Murdasing menendang dinding rumah panggung hingga jebol untuk menyelamatkan diri. Namun, kobaran api yang semakin besar membuatnya tidak mampu kembali masuk menyelamatkan istri dan keempat anaknya.
Selain Murdasing, dua anaknya yang lain, Sindi (24) dan Arfan (30), juga berhasil selamat. Keduanya kini harus menerima kenyataan pahit kehilangan ibu dan empat saudara mereka dalam satu peristiwa.
Kerugian Ratusan Juta
Kebakaran itu tidak hanya merenggut lima nyawa, tetapi juga menghanguskan seluruh harta benda keluarga. Kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp 150 juta, meliputi uang tunai sekitar Rp 50 juta, dua unit mesin pemotong kayu, satu unit mesin pemotong rumput, serta seluruh isi rumah.
Kasat Reskrim Polres Bombana, Iptu Cevin Thimorut Beryan Djari, membenarkan peristiwa tersebut. Polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran.
"Benar terjadi kebakaran tersebut. Tim kami saat ini masih berada di lapangan untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP)," ujarnya.