Kemenangan Abdul El-Sayed Guncang Partai Demokrat AS

06 August 2026, 15:50 WIB
Kemenangan Abdul El-Sayed Guncang Partai Demokrat AS

Gaung kemenangan Abdul El-Sayed dalam pemilihan pendahuluan Senat di Michigan terasa hingga ke jajaran pimpinan Partai Demokrat di Washington, DC.

Pemilihan pendahuluan merupakan pemilihan internal partai untuk menentukan kandidat yang akan maju dalam pemilu.

Pada tahun ketika Partai Republik dinilai menghadapi tantangan berat dalam pemilu, para pemilih Demokrat justru memilih penantang dari sayap kiri. Pilihan itu membuat perebutan kursi Senat AS dari Michigan pada pemilu paruh waktu November mendatang semakin penting karena hasilnya dapat ikut menentukan partai mana yang menguasai Senat.

Kini pertanyaannya, apakah kemampuan El-Sayed membangkitkan semangat basis pendukung Partai Demokrat dan memanfaatkan kemarahan mereka akan menarik pemilih yang lebih luas pada November? Mampukah seorang politikus Demokrat yang secara terbuka mengusung agenda sayap kiri menang di Michigan, negara bagian tempat dukungan terhadap Partai Demokrat dan Republik relatif berimbang?

Para elite Partai Demokrat yang sebelumnya mendukung lawannya tentu berharap jawabannya adalah ya.

Hasil pemilihan pendahuluan di lima negara bagian pada Selasa (4/8/2026) memberikan gambaran mengenai suasana hati para pemilih Amerika Serikat (AS), tiga bulan menjelang pemilu paruh waktu. Pemilu tersebut digelar pada pertengahan masa jabatan presiden untuk memilih anggota Kongres dan sejumlah pejabat daerah.

Berikut empat hal penting dari hasil pemilihan tersebut seperti dilaporkan BBC:

1. Tokoh Baru dari Sayap Kiri

1. Tokoh Baru dari Sayap Kiri

Kemenangan El-Sayed dalam persaingan sengit memperebutkan pencalonan Senat dari Partai Demokrat di Michigan pada Selasa malam sebenarnya tidak terlalu mengejutkan.

Selama berminggu-minggu, ia unggul cukup jauh atas anggota DPR AS Haley Stevens dalam berbagai jajak pendapat.

Namun, proyeksi hasil akhirnya ternyata jauh lebih ketat daripada yang diperkirakan dalam survei-survei tersebut. Hal itu kembali menimbulkan pertanyaan mengenai keakuratan jajak pendapat modern.

Meski demikian, ketatnya hasil pemilihan tidak mengurangi besarnya dampak kemenangan mantan pejabat kesehatan Michigan itu terhadap Partai Demokrat.

El-Sayed, anak imigran asal Mesir, berkampanye dengan mengusung agenda sayap kiri. Ia didukung sejumlah tokoh liberal terkemuka, termasuk Senator Bernie Sanders dan Elizabeth Warren, serta anggota DPR AS Alexandria Ocasio-Cortez.

Sebaliknya, Stevens mendapat dukungan dari para pemimpin Partai Demokrat di Washington. Ia memiliki rekam jejak sebagai pejabat terpilih di Michigan dan dukungan dana yang besar, termasuk US$ 32 juta dari Komite Urusan Publik AS-Israel (AIPAC).

Kelompok-kelompok dari luar persaingan tersebut juga jauh lebih banyak mendukung Stevens daripada El-Sayed, dengan perbandingan sembilan berbanding satu.

Namun, semua keunggulan itu tidak cukup untuk membawanya menang.

Dalam debat maupun saat berkampanye di hadapan pemilih, El-Sayed terbukti sebagai kandidat yang lebih piawai. Para pemilih Demokrat juga tampak menerima sejumlah kebijakan yang ditawarkannya.

Kebijakan tersebut meliputi jaminan kesehatan yang dibiayai pemerintah, upaya menurunkan harga obat, kenaikan pajak bagi kalangan kaya, serta reformasi pendanaan kampanye.

Slogan kampanyenya, "keluarkan uang dari politik, masukkan ke kantong rakyat", menjadi seruan yang banyak digunakan oleh kandidat sayap kiri dalam rangkaian pemilu kali ini.

Kemenangan tersebut mempertemukan El-Sayed dengan mantan anggota DPR AS dari Partai Republik, Mike Rogers, dalam pemilu November mendatang. Rogers maju tanpa lawan dalam pemilihan pendahuluan partainya.

Persaingan itu kemungkinan menjadi ujian paling besar untuk membuktikan apakah kandidat sayap kiri dapat memenangi pemilu di negara bagian yang benar-benar menjadi medan perebutan kedua partai.

Mengingat kemenangan El-Sayed dalam pemilihan pendahuluan cukup tipis, ia masih harus bekerja keras untuk menyatukan Partai Demokrat menjelang pemungutan suara pada November.

El-Sayed meraih hasil baik di kalangan pemilih liberal berpendidikan tinggi. Namun, ia masih harus merebut dukungan pemilih berpenghasilan rendah yang memilih Stevens di Detroit maupun daerah-daerah pedesaan.

Pilihan kelompok pemilih tersebut tampaknya tidak tercermin dengan baik dalam jajak pendapat sebelum pemilihan.

Jika El-Sayed kalah dari Rogers, hasil itu akan menjadi pukulan besar bagi harapan Partai Demokrat untuk merebut kembali kendali Senat AS. Terlebih, belum pernah ada kandidat Partai Republik yang memenangi pemilihan Senat di Michigan sejak 1994.

Namun, jika El-Sayed menang, keberhasilannya dapat menjadi bukti bagi kubu sayap kiri Partai Demokrat bahwa politikus dengan agenda serupa juga mampu memenangi pemilu di negara bagian yang diperebutkan kedua partai.

Kemenangan itu juga dapat memperkuat pandangan bahwa kandidat presiden berhaluan kiri pada 2028 mungkin lebih berhasil daripada politikus sentris dari kalangan mapan yang belakangan kerap dicalonkan Partai Demokrat.

Michigan juga menjadi salah satu negara bagian penting yang menggelar pemilihan lebih awal dalam rangkaian pemilihan pendahuluan presiden Partai Demokrat. Karena itu, para pemilih di sana akan memiliki pengaruh besar dalam menentukan siapa yang menjadi calon presiden dari partai tersebut.

2. Malam Buruk bagi Sejumlah Politikus Demokrat pro-Israel

Stevens menjadi kandidat paling terkenal yang didukung AIPAC tetapi kalah pada Selasa malam. Dalam persaingan lain yang tidak terlalu banyak mendapat perhatian, hasilnya lebih beragam.

Di wilayah lain di Michigan, politikus sosialis demokrat Donavan McKinney mengalahkan anggota DPR AS petahana Shri Thanedar.

Thanedar dikenal sebagai pendukung terbuka kelanjutan bantuan AS kepada Israel. Ia menjadi anggota DPR AS petahana terbaru dari Partai Demokrat yang tersingkir dalam pemilihan pendahuluan.

William Lawrence, yang menyerukan penghentian segera penjualan senjata AS kepada Israel, mengalahkan dua politikus Demokrat berhaluan tengah di salah satu daerah pemilihan DPR AS di Michigan.

Wilayah tersebut diperkirakan menjadi salah satu medan persaingan penting dalam pemilihan November.

Hasil di Michigan, serta pemilihan sebelumnya di New York dan Colorado, dapat menunjukkan bahwa dukungan pemilih Demokrat terhadap politikus pro-Israel mulai melemah.

Namun, kecenderungan serupa tidak terlihat dalam hasil pemilihan di Missouri dan negara bagian Washington.

Di Washington, anggota DPR AS Marie Gluesenkamp Perez, yang mendukung bantuan militer untuk Israel, dengan mudah mengalahkan penantangnya dari sayap kiri.

Ia merupakan satu dari sedikit petahana Demokrat yang mewakili daerah pemilihan yang dimenangi Donald Trump pada 2024. Karena itu, ia akan menjadi salah satu sasaran utama Partai Republik dalam pemilihan November.

Sementara itu, di daerah pemilihan Missouri yang dikenal sangat liberal, Wesley Bell menggagalkan upaya Cori Bush untuk kembali merebut kursinya.

Bush merupakan salah satu pendiri "Squad", kelompok anggota DPR AS dari sayap kiri. Dua tahun lalu, Bell menyingkirkan Bush dari kursinya, antara lain karena kritik Bush terhadap Israel.

3. Pemilih Tolak Dua Agenda Partai Republik

3. Pemilih Tolak Dua Agenda Partai Republik

Sebagian besar persaingan pada Selasa malam merupakan pemilihan internal di masing-masing partai.

Namun, terdapat dua pemungutan suara penting yang dapat menjadi petunjuk bahwa suasana politik secara keseluruhan terus bergerak menguntungkan Partai Demokrat.

Di Missouri, para pemilih dengan tegas menolak usulan yang akan mempersulit masyarakat mengubah konstitusi negara bagian melalui dukungan warga.

Dalam beberapa tahun terakhir, mekanisme tersebut digunakan untuk mendorong kebijakan yang didukung Partai Demokrat, tetapi hampir tidak mungkin disahkan oleh badan legislatif negara bagian yang dikuasai Partai Republik.

Kebijakan itu antara lain perlindungan hak aborsi dan kenaikan upah minimum.

Sementara itu, para pemilih di Kansas menolak usulan yang akan mewajibkan para hakim Mahkamah Agung negara bagian mengikuti pemilihan umum.

Saat ini, para hakim tersebut ditunjuk oleh gubernur dan sebuah komisi yang beranggotakan para pengacara.

Pada 2024, Mahkamah Agung Kansas memutuskan bahwa hak untuk melakukan aborsi dilindungi oleh konstitusi negara bagian.

Partai Republik menilai putusan tersebut tidak sejalan dengan keinginan para pemilih di Kansas.

Kedua usulan itu didorong oleh Partai Republik di masing-masing negara bagian. Namun, keduanya ditolak dengan selisih suara yang besar.

4. Dukungan Trump Masih Ampuh, meski Tak Selalu Berbuah Kemenangan

Secara umum, kandidat Partai Republik yang didukung Trump meraih hasil baik dan mencatat sejumlah kemenangan dalam pemilihan pendahuluan.

John James memenangi pencalonan Partai Republik untuk menjadi gubernur Michigan, meskipun lawannya yang kaya raya mengeluarkan dana kampanye jauh lebih besar.

Trump tidak hanya mendukung James, tetapi juga tampil bersamanya di atas panggung pada pekan lalu.

Di Kansas, para pemilih Partai Republik menjatuhkan pilihan kepada kandidat gubernur yang didukung Trump dalam persaingan yang diikuti banyak calon.

Dalam pemilihan di negara bagian Washington untuk menggantikan anggota DPR AS dari Partai Republik Dan Newhouse yang akan pensiun, kandidat pilihan Trump, Amanda McKinney, juga menempati posisi pertama.

Newhouse, 71 tahun, merupakan satu dari dua anggota DPR AS terakhir dari Partai Republik yang masih menjabat setelah ikut memilih pemakzulan Trump menyusul kerusuhan di Gedung Capitol pada 6 Januari 2021.

Daerah pemilihannya dikenal sebagai basis konservatif yang kuat. Karena itu, McKinney lebih diunggulkan untuk mengalahkan lawannya dari Partai Demokrat pada November.

Kemenangannya kemungkinan akan semakin menggeser anggota Partai Republik di DPR AS ke arah kanan.

Hasil itu kembali menunjukkan bahwa politikus Republik dari kelompok mapan gaya lama seperti Newhouse semakin langka.

Namun, tidak semua kandidat pilihan Trump berhasil menang.

Di Michigan, Thomas Smith mengalahkan Amir Hassan, mantan aparat penegak hukum yang didukung Trump dan sempat tampil bersama presiden di atas panggung.

Smith tetap menang meskipun telah mengundurkan diri dari persaingan pada bulan lalu. Namanya masih tercantum dalam surat suara.

Sumber : Liputan6.com