Presiden Liga Spanyol Desak Gianni Infantino Mundur dari FIFA, Ini Alasannya
22 July 2026, 05:40 WIB
Javier Tebas melontarkan kritik keras kepada FIFA setelah berakhirnya Piala Dunia 2026. Presiden Liga Spanyol itu bahkan meminta Gianni Infantino mengundurkan diri karena menilai kebijakannya merusak industri sepak bola.
Kritik tersebut juga berkaitan dengan wacana penambahan peserta Piala Dunia menjadi 64 tim. Menurut Tebas, langkah itu hanya akan memperburuk kondisi kompetisi sepak bola di seluruh dunia.
Piala Dunia 2026 menjadi edisi pertama yang diikuti 48 negara. Turnamen berikutnya yang akan digelar di Spanyol, Portugal, dan Maroko bahkan disebut berpotensi menggunakan format 64 peserta.
Selain soal jumlah peserta, Tebas turut menyoroti berbagai kebijakan FIFA selama turnamen di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Ia menilai banyak keputusan yang diambil lebih menguntungkan FIFA dibanding perkembangan sepak bola secara keseluruhan.
Tebas Tolak Penambahan Peserta Piala Dunia
Tebas menilai penambahan jumlah peserta Piala Dunia tidak memiliki alasan yang kuat. Menurutnya, kompetisi domestik justru menjadi fondasi utama yang menjaga keberlangsungan industri sepak bola.
Ia juga mengingatkan bahwa sepak bola tidak bisa hanya berpusat pada Piala Dunia. Keberadaan liga nasional disebut jauh lebih penting bagi kelangsungan olahraga tersebut.
"Menambah jumlah tim nasional tidak masuk akal. Industri sepak bola bukan hanya Piala Dunia, meskipun itu adalah ajang paling penting," ujar Tebas kepada La Gazzetta dello Sport.
"Tidak semuanya bisa berputar di sekitar Piala Dunia. Kompetisi nasional yang menopang olahraga ini. Mereka sedang menghancurkan industri sepak bola yang menciptakan puluhan ribu lapangan pekerjaan hanya demi turnamen yang berlangsung 40 hari dan hanya melibatkan sebagian kecil pemain.
"Kami membutuhkan lebih sedikit tim nasional dan perlindungan yang lebih besar terhadap sepak bola nasional di semua level. Mereka tidak menyadarinya dan mengambil keputusan secara tidak bertanggung jawab," lanjut Tebas.
Desak Infantino Mundur dari FIFA
Tebas menilai masa kepemimpinan Gianni Infantino sudah seharusnya berakhir. Namun, ia mengakui peluang perubahan cukup kecil karena Infantino masih mendapat dukungan dari banyak federasi.
Menurut Tebas, tidak adanya kandidat penantang membuat situasi di FIFA sulit berubah. Ia bahkan menyebut sistem yang ada saat ini sudah bermasalah sejak awal.
"Menurut saya, ya, dia seharusnya mengundurkan diri. Saya rasa masa kepemimpinannya sudah selesai," kata Tebas.
"Namun, dia mendapat dukungan dari sistem dan federasi sehingga tidak banyak yang bisa dilakukan. Tidak ada kandidat oposisi karena tidak ada yang mau maju hanya untuk kalah. Sistem ini sudah sakit sejak akarnya," tegas Tebas.
FIFA Dinilai Merugikan Sepak Bola
Tebas juga mengkritik berbagai keputusan FIFA selama Piala Dunia 2026. Ia mencontohkan polemik pembatalan sanksi Folarin Balogun hingga kebijakan jeda pertandingan yang dinilai tidak masuk akal.
Menurutnya, FIFA hanya bertindak demi kepentingannya sendiri. Ia bahkan menyebut alasan jeda untuk hidrasi hanyalah dalih untuk kepentingan komersial.
"Dalam beberapa hari saya berada di Amerika, saya mendengar banyak orang yang tidak setuju dengan Infantino. Mereka mengkritiknya, tetapi setelah itu tidak melakukan apa pun. Saya tidak tahu mana yang lebih buruk, diam atau ikut terlibat, karena mereka yang diam sebenarnya tahu betul kerusakan yang sedang dialami sepak bola," ujar Tebas.
"Pembatalan sanksi terhadap pemain Amerika itu merupakan sesuatu yang sangat serius. FIFA mengatur semuanya sesuai keinginan dan kepentingannya sendiri, bukan demi sepak bola. Jika mereka membutuhkan jeda 27 menit, mereka akan melakukannya. Jeda hidrasi itu hanya alasan.
"Di Liga Spanyol kami menerapkannya saat cuaca benar-benar panas, sedangkan di stadion Dallas, Los Angeles, dan Atlanta bahkan berpendingin udara. Itu bukan jeda hidrasi, melainkan jeda untuk iklan," tutup Tebas.