MacBook Layar Sentuh Pertama Apple Mulai Terendus
14 June 2026, 06:10 WIB
Rumor soal MacBook layar sentuh pertama Apple kembali ramai dibahas di internet. Kali ini, informasi datang dari leaker asal China, Instant Digital. Lewat akun miliknya di Weibo, Apple sedang bersiap untuk merilis MacBook dengan layar sentuh.
Perusahaan berbasis di Cupertino itu memang belum mengumumkan perangkat tersebut secara resmi. Namun, laporan dari Instant Digital ini menambah panjang deretan bocoran yang sudah beredar di internet.
Sebelumnya, Apple memang dikabarkan tengah menyiapkan MacBook kelas atas dengan layar OLED, chip M6, dan desain baru. Perangkat itu disebut-sebut kemungkinan hadir dengan nama MacBook Ultra.
Meski nama itu masih sebatas rumor, sejumlah laporan yang beredar saat ini mengarak ke model MacBook Pro kelas atas berukuran 14 inci dan 16 inci, sebagaimana dikutip dari GSM Arena, Minggu (14/6/2026).
Jika benar MacBook layar sentuh ini dirilis, maka perangkat ini akan menjadi perubahan besar bagi lini laptop Apple. Selama ini, tidak ada satu pun MacBook disematkan layar sentuh.
Apple memang kerap memisahkan pengalaman Mac dan iPad, di mana lini Mac perusahaan ini memang mengandalkan trackpad serta keyboard. Sementara iPad menjadi perangkat utama untuk pengalaman layar sentuh.
macOS 27 Golden Gate Jadi Petunjuk Baru
Rumor ini semakin kuat lewat pengumuman macOS 27 Golden Gate dalam ajang WWDC 2026, di mana OS terbaru Mac itu membawa sejumlah elemen terasa lebih ramah jika memakai layar sentuh.
Salah satunya adalah dukungan touch input di Sidecar. Fitur ini memungkinkan iPad dipakai sebagai layar kedua Mac. Pada macOS 27, pengguna dapat menyentuh elementary antarmuka macOS langsung dari layar iPad saat SideCar aktif.
Tak hanya itu, macOS 27 juta membawa gestur pull-to-refresh di sejumlah aplikasi bawaan, seperti Safari, Mail, News, Podcasts, dan Calendar. Biasanya, gestur ini sangat identik dengan iPhone dan iPad.
Karenanya, kehadiran fitur ini di Mac memunculkan dugaan Apple sedang menyiapkan fondasi untuk perangkat layar sentuh.
OLED, M6, dan Dynamic Island
Bocoran yang beredar menyebut MacBook layar sentuh Apple akan memakai panel OLED. Layar ini diyakini akan menampilkan kualitas visual lebih baik, bodi lebih tipis, dan efisiensi daya lebih tinggi dibandingkan panel mini-LED di MacBook Pro sekarang.
Rumor lain menyebut Apple dapat menghadirkan Dynamic Island di MacBook. Jika benar, area kamera depan tidak lagi tampil sebagai notch besar, tetapi berubah menjadi potongan layar yang lebih interaktif seperti di iPhone.
Harga MacBook Baru bakal Lebih Mahal
Seluruh peningkatan itu kemungkinan berdampak ke harga. Laporan sebelumnya menyebut penggunaan layar OLED dan desain baru dapat membuat harga MacBook kelas atas Apple naik signifikan.
Kenaikan tersebut masuk akal jika Apple benar-benar menempatkan perangkat ini sebagai model paling premium. Strategi itu juga sejalan dengan kebiasaan Apple memperluas lini produk ke beberapa segmen harga, mulai dari perangkat lebih terjangkau hingga model ultra-premium.
Bila rumor ini akurat, Apple akhirnya akan membawa sentuhan langsung ke Mac setelah bertahun-tahun mempertahankan pendekatan berbeda. MacBook layar sentuh bisa menjadi salah satu perubahan terbesar dalam sejarah laptop perusahaan.
MacBook Neo Jadi Warisan Perdana CEO Apple Baru John Ternus
Sosok calon CEO Apple baru, John Ternus, menjadi pusat perhatian saat perusahaan memperkenalkan MacBook Neo ke publik.
Dalam acara media yang berlangsung intim tersebut, Ternus memosisikan MacBook Neo sebagai perangkat transformatif, sebuah laptop premium dengan harga USD 599 (sekitar Rp 10,3 juta).
Kehadiran Ternus tidak hanya sekadar formalitas teknis. Ia tampil di program Good Morning America, sebuah panggung yang biasanya dihadiri secara khusus oleh CEO Tim Cook.
Di lapangan, para staf Apple secara konsisten menyebut nama Ternus sebagai visi utama di balik lahirnya laptop ini. Secara praktis, Ternus telah menjadi wajah bagi era baru MacBook Neo.
Langkah ini dinilai krusial mengingat Ternus dijadwalkan akan resmi menjabat sebagai CEO Apple pada 1 September mendatang. Demikian sebagaimana dikutip dari Engadget, Minggu (26/4/2026).
MacBook Neo bukan sekadar pencapaian dalam portofolionya, melainkan indikator arah perusahaan di bawah kepemimpinannya. Apple kini tampak lebih berani mengambil risiko.
Selama ini, Apple sangat menjaga citra premiumnya. Mereka sempat meninggalkan eksperimen ponsel murah seperti seri iPhone SE atau 5C. Meski Apple Watch SE dibanderol kompetitif, lini iPhone terbaru tetap menjaga jarak harga yang cukup jauh dari kompetitor Android kelas menengah.
MacBook Neo mendobrak tradisi tersebut. Keputusan Apple membenamkan prosesor seluler ke dalam komputer penuh, serta mempertahankan kapasitas RAM 8GB di tengah tuntutan industri, awalnya dianggap sebagai pertaruhan besar. Namun, produk ini justru membuktikan bahwa Apple bisa keluar dari zona nyamannya tanpa kehilangan jati diri.