Krisis Air Bersih di Gaza Semakin Memprihatinkan
07 June 2026, 16:05 WIB
Krisis air bersih di Jalur Gaza semakin memprihatinkan. Warga, termasuk anak-anak, harus antre demi mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Kelangkaan air bersih sangat menghambat kehidupan para pengungsi Palestina di Gaza dan memicu risiko kesehatan yang fatal. Perang berkepanjangan di Gaza telah menciptakan krisis air yang sangat parah, lebih dari 90 persen air bawah tanah tercemar dan tidak layak konsumsi. Kehancuran infrastruktur akibat serangan Israel berdampak pada lebih dari 40 kilometer jaringan pipa air dan ratusan sumur. Serangan udara Israel juga telah melumpuhkan pabrik desalinasi dan fasilitas sanitasi di Gaza. Menurut laporan UNICEF, sekitar 80% infrastruktur air, sanitasi, dan kebersihan di Gaza hancur.
Dan, sekitar 96 persen rumah tangga kekurangan akses ke air bersih yang aman.
Orang-orang yang terlantar akibat perang menunggu dengan wadah air untuk mengisi persediaan mereka dari tangki air di kamp penampungan, Khan Yunis, Jalur Gaza Selatan pada 6 Juni 2026. (Bashar Taleb/AFP)
Orang-orang yang mengungsi akibat perang mengantri untuk mengisi wadah air mereka dari tangki air di kamp penampungan, Khan Yunis, Jalur Gaza Selatan pada 6 Juni 2026. (Bashar Taleb/AFP)
Orang-orang yang terlantar akibat perang menunggu dengan wadah air untuk mengisi persediaan mereka dari tangki air di kamp penampungan, Khan Yunis, Jalur Gaza Selatan pada 6 Juni 2026. (Bashar Taleb/AFP)
Orang-orang yang terlantar akibat perang menunggu dengan wadah air untuk mengisi persediaan mereka dari tangki air di kamp penampungan, Khan Yunis, Jalur Gaza Selatan pada 6 Juni 2026. (Bashar Taleb/AFP)
Orang-orang yang terlantar akibat perang menunggu dengan wadah air untuk mengisi persediaan mereka dari tangki air di kamp penampungan, Khan Yunis, Jalur Gaza Selatan pada 6 Juni 2026. (Bashar Taleb/AFP)
Seorang wanita berjalan dengan wadah air setelah mengisi tangki air di kamp penampungan, Khan Yunis, Jalur Gaza Selatan pada 6 Juni 2026. (Bashar Taleb/AFP)
Seorang anak laki-laki berjalan membawa wadah air setelah mengisi ulang air dari sebuah tangki di kamp penampungan, Khan Yunis, Jalur Gaza Selatan pada 6 Juni 2026. (Bashar Taleb/AFP)
Sumber : Liputan6.com