Slank Rilis Album Republik Fufufafa, Hadirkan Variasi Genre Musik yang Fresh

06 June 2026, 17:05 WIB
Slank Rilis Album Republik Fufufafa, Hadirkan Variasi Genre Musik yang Fresh

Slank akhirnya secara resmi meriis album ke-26 mereka, Republik Fufufafa, Jumat (5/6) bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Acara peluncuran album ini, yang mereka beri nama "Album Launching Party Republik Fufufafa bareng Slank" digelar di markas mereka, Jl. Potlot, Jakarta Selatan.

Tentu bukan party yang sesungguhnya, karena Slank memilih menggelarnya dengan sederhana, namun penuh makna. Para personel Slank: Bimbim (drum), Ivanka (bass), Ridho dan Abdee (gitar), serta Kaka (vokal) hadir ke lokasi jumpa pers dengan menggunakan topeng monyet.

Masuk ke area, para personel Slank, masih dengan topeng monyet mereka, menggelar aksi teatrikal "mandi uang" di dalam sebuah bathtub. Setelah itu, sebelum memulai jumpa pers, Bimbim dan kawan kawan, menaikkan bendera Merah Putih yang sebelum terikat setengah tiang, ke pucuknya.

Dua lagu di album ini "Republik Fufufafa" dan "PPN 12%" sudah dirilis sejak November 2025. Sisanya, mereka memasukkan delapan lagu lain di album ini: "Jgn Rakus", "Di Dekatmu", "My Rinduku", "Papa Sid", "Bunga Rindu", "Buka Baju", "Ku Tak Mungkin", termasuk satu single yang merilis tanggal 6 Juni pukul 00.WIB, "Rusak Ancur".

Yang menarik, lagu-lagu tersebut menghadirkan variasi genre musik yang fresh, mulai rock alternatif hingga balada, dengan tetap berakar rock n roll ala Slank. Telinga pendengar pun jadi termanjakan dengan beragamnya jenis musik yang mereka tawarkan.

Slank juga tetap mempertahankan empat unsur yang selalu ada dalam setiap album mereka: cinta, alam, sosial, dan anak muda.

Manfaatkan AI

Manfaatkan AI

Yang menarik, Slank, terutama dalam video musik mereka, tak sungkan menggunakan teknologi kecerdasan buatan alias AI. Bahkan, Bimbim menyebut AI sebagai "mainan baru" mereka.

Menurut Bimbim, AI harus dimanfaatkan sebagi alat untuk membantu pekerjaan manusia, termasuk dalam bermusik. Namun, sang penggunanya pun harus pintar dan kreatif, sehingga outputnya pun jadi bagus.

"AI jadi pinter kalau manusianya juga pinter. Kalau yang gunainnya goblok, hasilnya juga enggak bagus," ujarnya. "Ini budak-budak teknologi (AI) jangan kita musuhin, kita gunakan sebaik-baiknya lah."

Bukan Mengada-ada

Terkait tema-tema lagu di album ini, yang banyak berisikan kritik-kritik dan isu-isu sosial, seperti lagu "Rusak Ancur", yang bercerita tentang kerusakan alam karena ulah orang-orang tak bertanggung jawab, Bimbim menyebut mereka hanya mengungkapkan apa yang sedang terjadi, dan meng-capture-nya dari media.

"Jadi lagu ini bukan kita mengada-ada, kita juga tidak melawan siapa aja. Tapi kita meng-capture dari berita-berita yang ada di media. Sehingga bisa jadi perhatian," ujarnya.

Rilis Bentuk Fisik

Rilis Bentuk Fisik

Yang menarik juga, selain diedarkan dalam format digital, album Republik Fufufafa ini juga dirilis dalam bentuk fisik: versi kaset, CD, dan vinyl. Cover untuk masing-masing rilisan dibuat berbeda-beda.

Bimbim mengungkapkan alasan mereka, tetap merilis format fisik. "Hari ini kita maasih lihat di Blok M tuh masih banyak belanja kaset, CD, atau vinyl. Jadi kenapa enggak," ujarnya.

Proses Rekaman

Proses rekaman album ini sendiri dilakukan pada bulan Ramadan 2025. Mereka merekam materi-materi di studio milik Ridho, Flat Studio kemudian dilanjutkan di Studio Parah di Potlot.

Selama dua pekan, sepanjang Ramadan itu, para personel Slank menjalani ibadah puasa dengan produktivitas di dalam studio, sejak pagi hingga menjelang berbuka.

Setiap harinya mereka menjalani proses kreatif pembuatan dan rekaman lagu, dengan workshop dan rekaman.

Sumber : Liputan6.com