Seperti di Indonesia, Chery Pilih Numpang Produksi di Pabrik Nissan Inggris
04 June 2026, 10:16 WIB
Chery dikabarkan akan mulai memproduksi kendaraan di pabrik Nissan Sunderland, Inggris, pada tahun fiskal 2027. Langkah ini menjadi bagian dari strategi ekspansi merek asal Tiongkok tersebut di pasar Eropa, sekaligus membantu Nissan mengoptimalkan kapasitas produksi fasilitas manufakturnya.
Menariknya, strategi yang diterapkan Chery di Inggris ini serupa dengan pendekatan yang selama ini dijalankan di Indonesia. Alih-alih membangun pabrik sendiri, perusahaan memilih bermitra dengan produsen lokal yang telah memiliki fasilitas produksi.
Saat ini, Chery memproduksi berbagai modelnya di Indonesia dengan memanfaatkan pabrik PT Handal Indonesia Motor (HIM) serta fasilitas PT Inchcape Indomobil Manufacturing Indonesia yang berlokasi di Wanaherang, Bogor, Jawa Barat.
Mengutip Carnewschina, kerja sama Chery dan Nissan dilakukan melalui penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU). Kesepakatan tersebut memungkinkan model-model Chery dirakit di fasilitas Sunderland tanpa mengubah status kepemilikan maupun pengelolaan pabrik yang tetap berada di bawah Nissan.
Pabrik Sunderland dikenal sebagai salah satu fasilitas produksi otomotif terbesar di Inggris. Saat ini, fasilitas tersebut menjadi basis produksi sejumlah model Nissan untuk pasar Eropa dan menyerap ribuan tenaga kerja.
Bagi Chery, kemitraan dengan Nissan menjadi langkah strategis untuk memperkuat eksistensi di kawasan Eropa. Dibandingkan membangun fasilitas manufaktur baru yang membutuhkan investasi besar dan waktu panjang, perusahaan memilih memanfaatkan kapasitas produksi yang sudah tersedia.
Strategi tersebut dinilai lebih efisien karena memungkinkan Chery mempercepat distribusi kendaraan ke berbagai negara Eropa. Selain itu, kehadiran fasilitas produksi lokal juga dapat meningkatkan daya saing merek di tengah persaingan industri otomotif yang semakin ketat.
Dalam beberapa tahun terakhir, Chery memang terus memperluas jaringan bisnisnya di Eropa melalui berbagai merek di bawah naungannya, termasuk Omoda dan Jaecoo. Kedua brand tersebut mulai mendapatkan perhatian konsumen berkat kombinasi teknologi modern, fitur melimpah, serta harga yang kompetitif.
Di sisi lain, Nissan juga berpotensi memperoleh manfaat besar dari kolaborasi ini. Pabrikan asal Jepang tersebut saat ini tengah menjalankan berbagai program efisiensi global guna meningkatkan profitabilitas dan memperkuat struktur bisnis perusahaan.
Mendukung Upaya Ekspansi
Dengan menghadirkan Chery sebagai mitra manufaktur baru di Sunderland, Nissan dapat memaksimalkan kapasitas produksi yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal.
Langkah ini juga berpotensi menciptakan sumber pendapatan tambahan sekaligus menjaga keberlangsungan operasional pabrik dalam jangka panjang.
Kerja sama tersebut sekaligus mencerminkan tren baru dalam industri otomotif global. Dalam beberapa tahun terakhir, produsen kendaraan asal Tiongkok semakin aktif mencari basis produksi lokal di Eropa untuk mendukung ekspansi pasar mereka.
Kolaborasi antara Chery dan Nissan dipandang sebagai salah satu sinyal perubahan lanskap industri otomotif Eropa.
Banyak produsen otomotif tradisional saat ini memiliki kapasitas produksi berlebih, sementara merek-merek asal Tiongkok membutuhkan fasilitas manufaktur lokal untuk memperkuat distribusi dan mengurangi ketergantungan terhadap impor.
Model kemitraan seperti ini dinilai memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak. Produsen Eropa dan Jepang dapat meningkatkan utilisasi pabrik yang sudah ada, sementara merek Tiongkok memperoleh akses produksi lokal tanpa harus mengeluarkan investasi besar untuk membangun fasilitas baru.
Jika seluruh proses berjalan sesuai rencana, kendaraan Chery pertama yang diproduksi di Sunderland diperkirakan mulai mengaspal pada tahun fiskal 2027.
Kehadiran model-model Chery rakitan Inggris juga berpotensi meningkatkan daya saing merek tersebut di pasar Eropa yang selama ini masih didominasi oleh produsen lokal dan Jepang.