Luas Lahan Panen Naik tapi Produksi Beras Diprediksi Turun
02 June 2026, 17:30 WIB
Survei Kerangka Sampel Area (KSA) Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksikan, luas panen padi bakal mengalami sedikit kenaikan di sepanjang periode Januari-Juli 2026. Namun, potensi ini tidak turut diikuti produksi beras yang justru diprediksi menurun hingga pertengahan tahun.
Prediksi ini muncul sejalan dengan estimasi produksi gabah dan beras yang bakal terus menurun hingga Juli 2026.
Deputi Badan Metodologi dan Informasi Statistik BPS Pudji Ismartini menyampaikan, luas panen padi per April 2026 mencapai 1,40 juta ha, atau turun 15,47 persen dibandingkan April 2025 yang sebesar 1,65 juta ha.
"Potensi luas panen padi pada Mei-Juli 2026 diperkirakan mencapai 2,69 juta ha atau mengalami penurunan 0,02 juta ha atau 0,65 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya," jelasnya, Selasa (2/6/2026).
Kendati begitu, luas panen padi secara kumulatif pada Januari-Juli diperkirakan mencapai 7,20 juta ha. Angka tersebut naik tipis 1.000 juta ha atau 0,02 persen jika dibandingkan periode sama pada 2025 lalu.
Gabah Kering Giling
Sejalan dengan itu, produksi padi pada April 2026 sebesar 7,63 juta ton gabah kering giling (GKG), atau mengalami penurunan sebesar 16,03 persen dibandingkan April 2023 yang sebesar 9,09 juta ton GKG.
Untuk periode Mei-Juli 2026, potensi produksi padi diperkirakan sebesar 13,75 juta ton GKG, mengalami penurunan sebesar 0,16 juta ton GKG, atau 1,14 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.
"Dengan demikian, produksi padi sepanjang Januari-Juli 2026 diperkirakan mencapai 38,11 juta ton GKG, atau mengalami penurunan sebesar 0,13 juta ton GKG, atau 0,34 persen dibandingkan periode sama tahun 2025," ujarnya.
Produksi Beras
Adapun gabah kering giling yang sukses diproduksi menjadi beras tercatat sebesar 4,40 juta ton pada April 2026. Angka tersebut mengalami penurunan sebesar 16 persen dibandingkan April 2025 yang sebesar 5,23 juta ton.
BPS memperkirakan, produksi beras untuk Mei-Juli 2026 berpotensi mencapai 7,92 juta ton, turun 0,09 juta ton atau 1,16 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.
"Dengan demikian, produksi beras sepanjang Januari-Juli 2026 diperkirakan mencapai 21,95 juta ton atau mengalami penurunan sebesar 0,08 juta ton atau 0,35 persen dibandingkan periode sama tahun 2025," kata Pudji.