Kisah BRILink Agen di Perbatasan RI-Papua Nugini, Permudah Transaksi Warga hingga Gerakkan Ekonomi Lokal

30 May 2026, 15:25 WIB
Kisah BRILink Agen di Perbatasan RI-Papua Nugini, Permudah Transaksi Warga hingga Gerakkan Ekonomi Lokal

Akses layanan keuangan menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat yang tinggal di wilayah perbatasan Indonesia. Di Distrik Sota, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, keberadaan BRILink Agen menjadi solusi yang membantu warga melakukan berbagai transaksi perbankan tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke pusat kota.

Sota merupakan salah satu kawasan yang berbatasan langsung dengan Papua Nugini. Jarak sekitar 100 kilometer menuju Kota Merauke membuat akses terhadap layanan keuangan tidak selalu mudah, baik dari sisi waktu maupun biaya perjalanan. Kondisi tersebut mendorong hadirnya BRILink Agen yang semakin dekat dengan masyarakat.

Berawal dari Kebutuhan Warga Perbatasan

Berawal dari Kebutuhan Warga Perbatasan

John Al Bugis menjadi salah satu sosok yang melihat langsung kebutuhan masyarakat terhadap akses keuangan yang lebih mudah. Sebagai nasabah pinjaman BRI yang tinggal di kawasan perbatasan, ia memutuskan menjadi BRILink Agen pada 2021.

Keputusan tersebut dilatarbelakangi oleh keinginan untuk membantu warga sekitar mendapatkan layanan perbankan yang lebih praktis tanpa harus pergi ke Kota Merauke.

"Saya membuka BRILink karena tinggal di wilayah perbatasan. Masyarakat di sini sangat membutuhkan layanan keuangan, karena jarak ke Kota Merauke sekitar 100 kilometer," cerita John.

Selama menjalankan usaha sebagai BRILink Agen, John menyaksikan sendiri manfaat yang dirasakan masyarakat. Melalui layanan yang ia sediakan, warga kini dapat melakukan setor tunai, tarik tunai, transfer dana, hingga berbagai pembayaran kebutuhan sehari-hari dengan lebih mudah.

Menurut dia, keberadaan BRILink Agen membantu aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan lancar karena transaksi keuangan dapat dilakukan lebih dekat dari tempat tinggal mereka.

"Kemudahan ini menjadi sangat berarti karena membantu aktivitas ekonomi tetap berjalan tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke pusat kota. Bagi saya momen sangat berkesan ketika manfaat ini dirasakan oleh banyak masyarakat, mulai dari warga sekitar, pelaku usaha lokal, pekerja sektor layanan, hingga petugas yang bertugas di wilayah perbatasan," ujarnya.

Jadi Penggerak Ekonomi Hingga Garis Terdepan NKRI

Seiring berjalannya waktu, berbagai pendampingan dan edukasi dari petugas BRILink turut membantu John dalam mengembangkan usahanya sebagai BRILink Agen. Manfaat dari usaha tersebut pun dirasakan langsung oleh John, tidak hanya dalam meningkatkan perekonomian keluarga, tetapi juga memberinya kesempatan untuk berkontribusi lebih luas bagi masyarakat sekitar. Dari Sota, ia turut menggerakkan perekonomian masyarakat melalui layanan perbankan yang hadir hingga garis terdepan Indonesia.

Dalam menjalankan usaha BRILink Agen, John juga terus berupaya memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Di tengah hadirnya berbagai pilihan layanan keagenan, ia memastikan transaksi berjalan lancar serta menjaga biaya layanan tetap terjangkau bagi warga.

"Cara saya agar masyarakat bisa mengandalkan BRILink Agen adalah dengan meyakinkan mereka bahwa BRI telah dipercaya masyarakat selama ini. Selain itu, saya juga menjaga biaya layanan agar tetap bersaing," jelasnya.

Keberadaan BRILink Agen di wilayah perbatasan pun menjadi bagian dari komitmen BRI dalam memperluas inklusi keuangan hingga ke pelosok negeri. Direktur Corporate Banking BRI Riko Tasmaya mengatakan bahwa kehadiran BRILink Agen tidak hanya mempermudah masyarakat dalam melakukan transaksi keuangan sehari-hari, tetapi juga membantu menjaga aktivitas ekonomi lokal tetap berjalan dengan baik.

"BRI terus berkomitmen memperluas akses layanan keuangan hingga ke wilayah terdepan dan perbatasan Indonesia, termasuk kawasan perbatasan seperti Sota. BRI akan terus memperkuat ekosistem Agen BRILink melalui pendampingan dan edukasi agar para agen dapat terus memberikan layanan yang optimal sekaligus menjadi penggerak ekonomi masyarakat di wilayah masing-masing," jelasnya.

Sebagai informasi, per akhir Maret 2026, jumlah BRILink Agen telah mencapai lebih dari 1,18 juta agen yang tersebar di 66.450 desa atau lebih dari 80% total desa di Indonesia. Jangkauan tersebut memperkuat peran BRILink Agen sebagai jaringan layanan keuangan berbasis kemitraan di tingkat desa.

Sepanjang Triwulan I 2026, BRILink Agen pun mencatatkan volume transaksi mencapai Rp420 triliun. Aktivitas tersebut menegaskan peran BRILink Agen sebagai salah satu kanal utama masyarakat dalam memenuhi kebutuhan transaksi keuangan, serta turut berkontribusi terhadap fee based income (FBI) BRI yang mencapai Rp459 miliar.

Sumber : Liputan6.com