Teknologi Bantuan Mengemudi Mampu Pangkas 80 Persen Risiko Kecelakaan
28 May 2026, 20:04 WIB
BYD mengklaim teknologi bantuan mengemudi miliknya, mampu memangkas tingkat kecelakaan serius hingga lebih dari 80 persen. Data tersebut, diperoleh dari jutaan kendaraan yang sudah menggunakan sistem advanced driver assistance system (ADAS) milik jenama asal China tersebut.
Disitat dari ArenaEV, dari laporan yang dijelaskan BYD dalam konferensi tahunan perusahaan, sistem bantuan mengemudi tersebut kini telah dipasang di lebih dari 60 model kendaraan. Totalnya, hampir 3 juta unit mobil BYD sudah dibekali teknologi canggih itu.
BYD menyebut, angka kecelakaan serius turun drastis, menjadi hanya seperenam dibandingkan kendaraan yang dikemudikan sepenuhnya oleh manusia. Data itu dihitung berdasarkan insiden yang memicu airbag per 10 juta kilometer perjalanan kendaraan.
Teknologi bantuan mengemudi tersebut dipasarkan dengan nama 'God's Eye' atau TianShen. Sistem ini hadir dalam beberapa tingkatan, mulai dari versi dasar hingga teknologi lebih canggih yang mendukung fitur Navigate on Autopilot (NOA), untuk jalan tol maupun area perkotaan.
Untuk model entry level, BYD menggunakan sistem TianShen C yang dibekali 12 kamera, radar mmWave, serta sensor ultrasonik guna memberikan pemantauan 360 derajat.
Sistem ini juga didukung chip pemrosesan dengan kemampuan komputasi hingga 100 TOPS, untuk membantu fungsi berkendara semi-otonom.
Sementara itu, varian lebih tinggi seperti TianShen A dan B hadir dengan dukungan lidar serta chip Nvidia Orin X.
Teknologi tersebut memungkinkan fitur bantuan berkendara yang lebih kompleks, termasuk navigasi otomatis di jalan raya dan area perkotaan.
BYD sendiri terus memperluas penggunaan teknologi ADAS ke seluruh lini produknya.
Bahkan, pada awal 2025, perusahaan mulai menghadirkan fitur bantuan mengemudi pintar sebagai perlengkapan standar di 21 model mobilnya, termasuk model termurah dan terkecil, yakni BYD Seagull.
BYD Atto 3 Terbaru Meluncur, Jarak Tempuh Lebih Jauh dengan Isi Daya Kilat
BYD Atto 3 generasi terbaru resmi meluncur di China dengan membawa peningkatan signifikan, terutama di sektor jarak tempuh dan teknologi pengisian daya. Model yang di pasar domestik dikenal sebagai Yuan Plus ini, hadir dengan platform anyar e-Platform 3.0 Evo, dan baterai Blade generasi kedua, serta teknologi flash charging.
Disitat dari Carnewschina, BYD menawarkan empat varian Atto 3 terbaru, dengan banderol harga mulai 119.900 yuan atau sekitar Rp 272 jutaan hingga 149.900 yuan, setara kurang lebih Rp 340 jutaan.
Salah satu sorotan utama dari SUV listrik ini, adalah peningkatan jarak tempuh hingga 120 km dibanding model sebelumnya. BYD menyediakan dua opsi baterai, yakni 57,5 kWh dan 68,5 kWh. Untuk varian tertinggi, mobil ini mampu menempuh jarak hingga 630 km berdasarkan standar CLTC China. Sementara versi lainnya memiliki daya jelajah sekitar 540 km CLTC.
Teknologi pengisian dayanya juga menarik perhatian. Dengan Blade Battery generasi kedua dan sistem flash charging, pengisian daya dari 10 persen ke 70 persen hanya dalam waktu lima menit.
Bahkan, pengisian dari 10 persen hingga 97 persen diklaim hanya membutuhkan sekitar sembilan menit. BYD juga menyebut performa pengisian tetap optimal di suhu ekstrem minus 30 derajat Celcius, dengan tambahan waktu sekitar tiga menit dibanding kondisi normal.
Secara desain, BYD Atto 3 anyar tampil lebih besar dibanding model sebelumnya. SUV listrik ini memiliki dimensi panjang 4.665 mm, lebar 1.895 mm, tinggi 1.675 mm, dan wheelbase 2.770 mm.
Dibanding generasi sebelumnya, dimensinya bertambah cukup signifikan. Mobil ini juga mengusung desain lampu depan lebih ramping, grille depan baru, handle pintu semi tersembunyi, serta opsi pelek 18 dan 19 inci.