Bitcoin Japan Corporation Resmi Investasi ke SpaceX
27 May 2026, 19:00 WIB
Perusahaan yang tercatat di bursa Tokyo, Bitcoin Japan Corporation, resmi mengumumkan investasi ke perusahaan teknologi antariksa SpaceX melalui transaksi pasar sekunder swasta di Amerika Serikat (AS). Langkah ini dilakukan menjelang rencana penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) SpaceX.
Investasi tersebut dilakukan melalui BTCJPN US LLC, anak usaha Bitcoin Japan di Amerika Serikat, menggunakan skema Special Purpose Vehicle (SPV) yang dikelola mitra umum terdaftar di AS.
Dikutip dari CoinMarketCap, Rabu (27/5/2026), perusahaan menyebut investasi itu sejalan dengan strategi jangka panjang yang fokus pada aset digital, infrastruktur kecerdasan buatan (AI), komunikasi satelit, serta teknologi generasi berikutnya.
SpaceX saat ini dikenal sebagai operator sistem peluncuran roket dan jaringan komunikasi satelit Starlink. Perusahaan milik Elon Musk tersebut juga terus memperluas bisnisnya ke sektor infrastruktur AI, kapasitas komputasi, dan pusat data.
Bitcoin Japan menilai sektor-sektor tersebut akan menjadi peluang jangka panjang di tengah meningkatnya kebutuhan global terhadap konektivitas dan infrastruktur komputasi.
Direktur Perwakilan sekaligus CEO Bitcoin Japan Corporation, Phillip Lord mengatakan perusahaan tengah memperkuat fondasi bisnisnya sambil masuk ke industri teknologi berpotensi tumbuh tinggi.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Strategi Jangka Panjang
Phillip Lord menilai perkembangan infrastruktur digital global akan menciptakan peluang investasi besar dalam jangka panjang.
"Tren struktural global terkait infrastruktur AI, infrastruktur komputasi AI, konektivitas data, dan infrastruktur digital terkait merupakan peluang investasi jangka panjang yang menurut kami sangat signifikan," kata Phillip Lord.
Ia menambahkan SpaceX telah memiliki aset infrastruktur skala global melalui bisnis peluncuran roket dan jaringan satelit Starlink yang dimilikinya.
Menurut dia, investasi tersebut selaras dengan strategi jangka panjang perusahaan.
Meski demikian, Bitcoin Japan mengingatkan bahwa investasi tersebut tetap mengikuti syarat yang melekat pada SPV dan perjanjian kemitraan terbatas.
Perusahaan juga menegaskan karena SpaceX masih berstatus perusahaan tertutup, tidak ada jaminan mengenai likuiditas di masa depan, valuasi, maupun potensi keuntungan investasi.
Rencana IPO SpaceX
Menjelang rencana IPO di Nasdaq, SpaceX terus menjadi sorotan pasar keuangan dan industri kripto.
Berdasarkan laporan sebelumnya, dokumen yang diajukan ke regulator menunjukkan SpaceX memiliki kepemilikan sekitar 18.712 Bitcoin. Jumlah tersebut melampaui kepemilikan Bitcoin milik Tesla yang dilaporkan mencapai 11.509 BTC.
Dokumen regulator yang ditinjau pada Mei juga menunjukkan SpaceX berpotensi mengejar valuasi antara USD 1,75 triliun hingga USD 2 triliun, dengan target penghimpunan dana sekitar USD 75 miliar melalui penawaran saham publik.
Di sisi lain, bursa kripto mulai meluncurkan produk derivatif yang terkait dengan SpaceX bahkan sebelum harga IPO resmi ditetapkan.
Bursa kripto seperti Bitget dan Bybit telah memperkenalkan kontrak berjangka SPCXUSDT yang memungkinkan investor memperoleh eksposur terhadap ekspektasi pasar terkait pencatatan saham SpaceX, meski tidak memberikan kepemilikan saham secara langsung.