Trik Menyusun Anggaran Bulanan Bagi Keluarga Berpenghasilan Rp 5 Juta

12 May 2026, 06:00 WIB
Trik Menyusun Anggaran Bulanan Bagi Keluarga Berpenghasilan Rp 5 Juta

Skema pengeluaran menjadi aspek penting dalam mengatur anggaran keuangan bulanan supaya efektif dan tepat sasaran. Tentunya status perkawinan seseorang juga menjadi faktor pembeda dalam menyusun anggaran keuangan bulanan tersebut.

Bagi Anda yang masih lajang atau masih tinggal bersama orang tua, tentunya lebih leluasa mengatur skema pengeluaran dalam anggaran keuangan bulanan. Sedangkan Anda yang sudah berkeluarga, perlu memperhitungkan lebih matang untuk mencukupi kebutuhan.

Bagi yang lajang maupun sudah berkeluarga, tentu memiliki skema anggaran keuangan tersendiri berdasarkan total gaji sebesar Rp 5 juta per bulan.

Simak cara yang tepat mengatur anggaran keuangan bagi Anda yang sudah berkeluarga dan memiliki total gaji sebesar Rp 5 juta per bulan.

Membuat Anggaran Bulanan

Langkah awal adalah buat anggaran yang rinci untuk semua kebutuhan keluarga. Anggaran ini sebaiknya dibagi dalam beberapa kategori, seperti:

Kebutuhan pokok: Rp2 juta (40 persen)

  • Makanan dan minuman sehari-hari
  • Biaya air dan listrik
  • Biaya gas dan bahan bakar

Transportasi: Rp500 ribu (10 persen)

  • Biaya transportasi harian atau bulanan, baik untuk bekerja maupun keperluan lainnya.

Pendidikan anak: Rp500 ribu (10 persen)

  • Jika memiliki anak usia sekolah, alokasikan dana untuk keperluan sekolah seperti buku, seragam, atau biaya SPP.

Kesehatan dan asuransi: Rp300 ribu (6 persen)

  • Cadangkan dana untuk keperluan kesehatan, seperti membeli obat atau membayar biaya kunjungan ke dokter. Bila memungkinkan, sisihkan juga untuk asuransi kesehatan.

Selanjutnya

Selanjutnya

Hiburan dan rekreasi: Rp200 ribu (4 persen)

  • Berikan sedikit alokasi untuk kegiatan rekreasi keluarga, seperti menonton film atau jalan-jalan santai.

Tabungan dan investasi: Rp1 juta (20 persen)

  • Sisihkan setidaknya 20% dari penghasilan untuk tabungan atau investasi masa depan.

Dana darurat: Rp500 ribu (10 persen)

  • Dana ini bisa digunakan untuk kebutuhan mendesak yang tidak terduga.

Dengan membagi pengeluaran seperti di atas, Anda bisa menjaga agar setiap pos anggaran tetap terkontrol dan tidak melebihi batas yang telah ditetapkan.

Kunci dalam mengelola keuangan keluarga adalah memprioritaskan kebutuhan dibandingkan keinginan.

Pastikan kebutuhan pokok seperti makan, tagihan rumah, dan transportasi terpenuhi terlebih dahulu sebelum mengalokasikan dana untuk hal-hal yang bersifat keinginan.

Contohnya, ketimbang membeli gadget baru atau barang konsumtif lainnya, prioritaskan untuk kebutuhan yang lebih penting seperti biaya pendidikan anak atau tabungan.

Sumber : Liputan6.com