Dukungan BRI Bawa UMKM Sagu Papua "Japamo" Tembus Ajang FHA 2026 di Singapura
09 May 2026, 12:29 WIB
Di tangan Rini Eko Setiani, sagu Papua yang selama ini identik dengan pangan tradisional disulap menjadi produk camilan modern yang kini mulai menarik perhatian pasar internasional. Melalui merek Japamo, perempuan asal Jayapura itu membuktikan komoditas lokal bisa naik kelas hingga tampil di ajang global.
Perjalanan Japamo dimulai pada 2016 dari keresahan sederhana. Saat itu, Rini melihat pilihan oleh-oleh khas Papua masih terbatas dan belum banyak dikemas secara praktis maupun modern. Di sisi lain, Papua memiliki potensi sagu yang melimpah, tetapi belum diolah maksimal menjadi produk bernilai tambah.
"Dari sana, kami melihat bahwa sagu punya potensi besar untuk diolah lebih modern. Supaya tidak hanya dipandang sebagai makanan tradisional, kami mencoba menghadirkannya dalam bentuk yang lebih cocok dengan selera pasar saat ini, seperti cookies dan aneka camilan kekinian," ujar Rini.
Dari ide tersebut, Japamo mulai mengembangkan berbagai produk berbasis sagu dengan pendekatan yang lebih modern. Tidak hanya fokus pada rasa, Rini juga memperhatikan kemasan, daya tahan produk, hingga positioning sebagai camilan sehat agar lebih mudah diterima pasar.
Dukungan BRI Bantu Usaha Makin Bertumbuh
Ragam upaya yang dilakukan Rini tersebut pun mulai menunjukkan hasil. Dari produksi awal dalam skala kecil, kini Japamo mampu mengolah ratusan kilogram tepung sagu per bulan. Bahkan, dengan terus meningkatnya permintaan, jangkauan pemasaran Japamo pun terus berkembang, tidak hanya di berbagai kota di Papua seperti Jayapura, Keerom, Sentani, Wamena, Merauke, Timika, hingga Sorong, tetapi juga kian meluas melalui beragam kanal distribusi, mulai dari ritel modern, marketplace, hingga jaringan distributor dan reseller di kota-kota besar.
Seiring dengan perkembangan usaha Japamo, Rini menyebut hal ini tidak terlepas dari berbagai program pembinaan yang ia ikuti sejak 2019, salah satunya melalui Rumah BUMN BRI Jayapura dan event BRI UMKM EXPO(RT) yang turut memberikan manfaat nyata dalam pengembangan bisnis. "Melalui program tersebut, Japamo memperoleh pembekalan dalam menghadapi berbagai tantangan usaha, mulai dari pengelolaan SDM, operasional, hingga strategi pemasaran. Kami menyadari bahwa untuk terus bertumbuh, kami harus belajar. Program pelatihan dari Rumah BUMN dan BRI UMKM EXPO(RT) dari BRI membantu kami memahami bagaimana meningkatkan kualitas produk, memperkuat branding, hingga memanfaatkan digital marketing," ujar Rini.
Berkat pendampingan tersebut, Japamo kini telah memiliki legalitas lengkap seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), NPWP, sertifikasi halal, serta Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Kelengkapan ini tidak hanya memperkuat kredibilitas usaha di mata konsumen dan mitra bisnis, tetapi juga menjadi fondasi penting untuk memperluas akses pasar, termasuk masuk ke ritel modern dan membuka peluang ke pasar ekspor.
Tampil di FHA 2026, Produk Sagu Papua Dilirik Buyer Asing
Upaya memperluas jangkauan ke pasar internasional tersebut semakin diperkuat melalui partisipasi Japamo dalam ajang Food and Hospitality Asia (FHA) 2026 di Singapura pada 21-24 April 2026. Partisipasi ini merupakan bagian dari inisiatif BRI dalam memperluas akses UMKM binaan ke dalam ekosistem perdagangan internasional yang lebih luas.
"FHA 2026 membuka wawasan kami tentang pasar global sekaligus meningkatkan kepercayaan diri bahwa produk lokal seperti sagu Papua memiliki peluang untuk bersaing di tingkat internasional. Respons pasar pun cukup positif. Sejumlah pengunjung dari Jepang dan Korea menunjukkan ketertarikan terhadap produk berbasis sagu sebagai alternatif gluten free, dan telah meminta katalog serta sampel untuk penjajakan kerja sama lebih lanjut," jelas Rini.
Pada kesempatan terpisah, Direktur Commercial Banking BRI Alexander Dippo Paris Y. S. menegaskan bahwa keberhasilan UMKM binaan BRI menembus pasar internasional menjadi indikator kuat atas daya saing produk lokal Indonesia.
"Pencapaian UMKM binaan BRI di pasar global merupakan validasi bahwa produk Indonesia mampu memenuhi standar kualitas internasional. Fokus kami adalah membangun kepercayaan pasar global sekaligus memastikan UMKM Tanah Air dapat terintegrasi dalam rantai pasok dunia secara berkelanjutan," ujar Dippo.
Ke depan, BRI akan terus memperkuat perannya sebagai enabler pertumbuhan UMKM, tidak hanya untuk berkembang di pasar domestik, tetapi juga agar mampu menangkap peluang di pasar global dan membawa komoditas pangan lokal Indonesia ke mancanegara.