Pelatihan Kewirausahaan Sandiaga Uno Buat Ibu-Ibu di Jaktim Bisa Mandiri Jual Berbagai Makanan
30 April 2026, 08:35 WIB
Peluh itu belum benar-benar kering ketika ponsel Siti Rahmadani bergetar tanpa henti. Pesanan masuk silih berganti, hanya beberapa menit setelah ia membuka pre-order menu barunya. Padahal, dimsum mentai dan Thai dessert yang ia jual baru saja dipelajarinya hari itu.
Pelatihan kewirausahaan berbasis UMKM yang digelar Yayasan Indonesia Setara (YIS) di Tamini Square, Pinang Ranti, Jakarta Timur (Jaktim) pada 31 Maret 2026 menjadi titik awal perubahan bagi Siti.
"Pelatihannya seru banget. Sebelumnya saya sudah berjualan, tapi ini menu baru. Masyaallah, baru beberapa menit open PO sudah ada yang pesan 700 pieces," ujar Siti.
Bagi Siti, pelatihan itu bukan sekadar belajar resep baru. Ia juga untuk pertama kalinya mencoba memanfaatkan teknologi digital dalam berjualan.
"Saya juga belajar bikin poster lewat ChatGPT. Ternyata cepat dan mudah, hasilnya malah lebih bagus," katanya.
Pengalaman serupa dirasakan Laily. Ibu rumah tangga itu menjadi peserta pelatihan bolu ketan hitam yang digelar YIS di Karawang pada 8 April 2026.
Sepulang dari pelatihan, dirinya resmi menjadi wirausahawan.
"Hari ini jadi tahu cara buatnya. Bahkan diajarkan juga pakai AI untuk pemasaran. Setelah pelatihan, saya kirim ke grup WhatsApp, langsung ada yang pesan," ujar Laily.
Diceritakan Sandiaga Uno
Kisah Siti dan Laily diungkapkan Founder YIS Sandiaga Salahuddin Uno menggambarkan perubahan wajah pelatihan UMKM. Tidak lagi berhenti pada keterampilan produksi, tetapi juga menyentuh kemampuan beradaptasi dengan dunia digital.
"Yang kita kejar adalah dampak sosial dan pertumbuhan bersama. Dari usaha kecil yang naik kelas, akan lahir peluang kerja baru," ujar Sandiaga dalam keterangan tertulis pada Jumat (1/5/2026).
Dalam program tersebut, peserta dibekali pengetahuan menyeluruh, mulai dari manajemen usaha, pengemasan produk, hingga strategi pemasaran digital. Pendampingan juga mencakup pengurusan legalitas seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal.
Menurut Sandiaga, pendekatan ini penting agar pelaku UMKM tidak hanya mampu memulai usaha, tetapi juga menjaga keberlanjutannya.
"Dengan strategi diversifikasi produk dan penguasaan marketplace, UMKM diharapkan mandiri, tetapi juga tumbuh dan berdampak bagi masyarakat," jelas Sandiaga Uno.