Kasus Pemukulan Waketum PSI Bro Ron Berakhir Damai
07 May 2026, 20:17 WIB
Kasus pemukulan terhadap Wakil Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ronald Aristone Sinaga atau akrab Bro Ron berakhir damai.
"Bahwa pada sore hari ini kedua belah pihak telah mengajukan proses penyelesaian perkara melalui mekanisme restorative justice," kata Kapolsek Metro Menteng, AKBP Braiel Arnold Rondonuwu kepada wartawan, Kamis (7/5/2026).
"Dengan dasar bahwa kedua belah pihak telah saling memaafkan dan mengakui saling mengakui kesalahan dan saling memaafkan," sambungnya.
Dengan kesepakatan ini, kata Braiel, Polsek Metro Menteng akan menutup penyelidikan kasus tersebut. Perkara ini dituntaskan melalui tata cara restorative justice.
"Selanjutnya terhadap proses hukum dari laporan polisi kedua belah pihak akan kami selesaikan, akan kami tuntaskan melalui tata cara prosedur mekanisme penyelesaian perkara restorative justice," ungkap dia.
Politisi PSI Bro Ron Dipukul Hingga Mata Kanan Bengkak
Sebelumnya, Wakil Ketua Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ronald Aristone Sinaga atau akrab disapa Bro Ron mengalami insiden pemukulan pada Senin, 4 Mei 2026. Video pemukulan ini viral setelah diunggah oleh Wakil Ketua Komisi III, Ahmad Sahroni melalui Instagram pribadinya.
Kasie Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri, menyebut bahwa Ronald sudah melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian. Akibat insiden ini, Ronald mengalami luka robek pada bagian mata kanan dan memar di bagian belakang kepala.
Erlyn menjelaskan, insiden tersebut terjadi pada pukul 16.22 WIB. Ronald bersama 15 karyawan PT SKS datang untuk melakukan audiensi ke Kantor MPP untuk membahas gaji karyawan yang belum dibayarkan.
"Karena audiensi tidak dapat bertemu dengan Michael selaku orang yg di demo, akhir Polsek Metro Menteng berinisiatif untuk mengadakan mediasi di kantor Polsek Metro Menteng," kata Erlyn dalam keterangannya, Selasa (5/5/2026).
Proses ini awalnya berjalan lancar, hingga akhirnya muncul sekelompok orang tidak dikenal dan tanpa alasan jelas melakukan intimidasi.
"Akibat dari perbuatan dari sekelompok orang tersebut, situasi menjadi panas dan timbul percekcokan sampai dengan akhirnya korban menerima pukulan dari sekelompok orang tersebut," ungkap Erlyn.
Pelaku Tiga Orang
Sementara itu, Ronald sebagai korban menjelaskan insiden tersebut terjadi ketika dirinya mendampingi 15 karyawan PT SKS di kantor firma hukum Michael, Putra, and Partners (MPP) di Jalan Soeroso, Menteng, Jakarta Pusat.
"Kenapa ajak saya? Karena pimpinan kantor hukum Michael, Putra & Partners (MPP) ini adalah mantan partner saya tahun lalu dan saya diminta bantu mediasi," kata Ronald saat dikonfirmasi, Selasa (5/5/2026).
Dia menjelaskan, sewaktu karyawan PT. SKS audiensi di kantor MPP, datang tiga orang tidak dikenal sekitar pukul 18.00. Mereka mengaku sebagai pihak keamanan kantor dan meminta mereka keluar dari gedung.
Kemudian, terjadi cekcok tiga orang tersebut dengan karyawan SKS dan Ronald. Orang tersebut sempat berhasil dipukul mundur oleh anggota Polsek Menteng.
"Dipukul mundur maksudnya dikawal turun melalui lift, entah diusir atau dikawal sampai lobi gedung," ujar dia.
Namun, 15 menit kemudian orang tersebut kembali ke lantai 4 dan kembali terjadi cekcok. Hanya sekitar 10 detik mereka muncul dari tanggal, terjadilah insiden pemukulan tersebut.
"Kesimpulannya, setelah dikawal oleh anggota Polsek turun ke bawah, mereka sengaja naik kembali untuk membuat onar," ungkap Ronald.
Ronald menjelaskan, kehadiran dirinya bersama 15 orang karyawan PT SKS untuk audiensi terkait gaji karyawan dan operasional yang dikelola oleh pimpinan MPP.