Kapitalisasi Pasar Samsung Sentuh USD 1 Triliun, Permintaan AI jadi Pemicu
06 May 2026, 18:41 WIB
Saham Samsung Electronics melonjak lebih dari 15% pada Rabu, (6/5/2026). Hal itu mendorong kapitalisasi pasar saham Samsung tembus USD 1 triliun atau Rp 17.348 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.350). Kenaikan harga saham Samsung ini seiring investor terus membeli saham yang terkait dengan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Berdasarkan data google finance, harga saham Samsung Electronics naik 14,41% menjadi 266.000 won Korea Selatan.
Kapitalisasi pasar yang melampaui USD 1 triliun itu membuat Samsung menjadi perusahaan Asia kedua yang meraih hal tersebut setelah TSMC. Perusahaan ini pertama kali melampaui ambang batas kapitalisasi pasar USD 1 triliun pada 26 Februari, menurut data FactSet.Demikian mengutip CNBC, Rabu pekan ini.
Saham perusahaan telah menembus rekor tertinggi dan berada di jalur untuk kenaikan harian terbesar dalam sejarah, menurut data dari FactSet.
Reli tersebut mengikuti laba kuartal pertama Samsung Electronics yang mencetak rekor pekan lalu. Laba operasional melonjak lebih dari delapan kali lipat menjadi 57,2 triliun won Korea Selatan. Sementara itu, pendapatan naik ke rekor 133,9 triliun won Korea Selatan.
Laba operasional kuartal pertama Samsung juga melampaui laba setahun penuh 2025 sebesar 43,6 triliun won Korea Selatan. Kenaikan itu juga terjadi setelah laporan Bloomberg yang menyebutkan Apple telah mengadakan pembicaraan penjajakan dengan Samsung dan Intel untuk memproduksi chip untuk perangkat Apple di Amerika Serikat yang berpotensi melakukan diversifikasi di luar pemasok lama TSMC.
Selain itu, saham raksasa chip Korea Selatan, SK Hynix juga melonjak lebih dari 10%, membantu mendorong indeks acuan Kospi lebih dari 5% hingga mencapai lebih dari 7.000 untuk pertama kali.
Reli Saham Samsung
Penjualan chip memori bandwidth tinggi telah meningkatkan profitabilitas Samsung, tetapi perusahaan itu terus menghadapi persaingan ketat dengan pesaingnya SK Hynix.
Samsung telah berupaya mempersempit kesenjangan dengan SK Hynix di segmen memori AI yang berkembang pesat. Pada Februari, perusahaan itu mengatakan telah menjadi perusahaan pertama di dunia yang memulai produksi massal chup HBM4 dan mulai mengirimkan ke pelanggan.
HBM4 mewakili generasi keenam dan terbaru dari teknologi memori bandwidth tinggi. Chip-chip tersebut diharapkan memainkan peran kunci dalam arsitektur AI Vera Rubin Nvidia yang akan datang yang bertujuan mendukung beban kerja AI tingkat lanjut di pusat data.
Analis menuturkan, reli saham Samsung Electronics didorong oleh permintaan memori terkait AI yang meningkat pesat, kondisi pasokan yang semakin ketat dan peningkatan daya saing dalam chip memori bandwidth tinggi.
"Ada kekurangan yang sangat besar dalam chip memori DRAM dan NAND karena permintaan AI yang sangat tinggi yang sangat membutuhkan memori karena kebutuhan bandwidth dan penyimpanan AI yang tinggi," ujar Analis Morningstar, Yu Jing Jie.
Upaya Produsen Memori
Chip DRAM adalah chip memori cepat dan volatil yang menyimpan data sementara saat prosesor aktif menggunakannya. Sementara itu, chip NAND merupakan chip penyimpanan non-volatile yang lebih lambat yang mempertahankan data bahkan ketika perangkat dimatikan.
Produsen memori meski berupaya keras untuk memperluas produksi, Yu juga mencatat kapasitas semikonduktor baru biasanya membutuhkan waktu dua hingga tiga tahun untuk beroperasi yang berarti pasokan kemungkinan akan tetap terbatas dalam jangka pendek.
Hal itu telah memicu harapan pertumbuhan laba dan margin yang lebih kuat selama satu hingga dua tahun ke depan.
Head of Semiconductor dan Infrastructure the Futurum Group, Rolf Bulk menuturkan, harga memori yang tinggi saat ini dan laba yang kuat untuk Samsung dan pesaingnya kemungkinan tetap didukung.