Apple Tergeser, Samsung Jadi Raja Ponsel Dunia pada Q1 2026

01 May 2026, 18:03 WIB
Apple Tergeser, Samsung Jadi Raja Ponsel Dunia pada Q1 2026

Peta persaingan industri ponsel pintar dunia kembali bergejolak. Setelah sempat menyerahkan mahkotanya kepada Apple pada tahun lalu, Samsung berhasil bangkit dan mengukuhkan kembali posisinya sebagai penguasa pasar global pada kuartal pertama (Q1) 2026.

Keberhasilan Samsung dalam merebut posisi puncak ini didorong kuat oleh performa impresif seri Galaxy S26 yang memulai debutnya di awal tahun.

Mengutip Sam Mobile, Jumat (1/5/2026), berdasarkan laporan terbaru dari firma riset pasar Omdia, raksasa teknologi asal Korea Selatan ini berhasil mengirimkan 65,4 juta unit smartphone ke seluruh dunia.

Capaian tersebut memberikan Samsung pangsa pasar sebesar 22%, melonjak 8% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Laporan pasar menunjukkan bahwa varian Galaxy S26, Galaxy S26+, dan Galaxy S26 Ultra menjadi motor utama pengiriman tersebut.

Secara khusus, Galaxy S26 Ultra tercatat sebagai model yang paling diminati konsumen meskipun menyandang status sebagai varian dengan harga termahal.

Di sisi lain, Apple harus rela turun ke posisi kedua. Perusahaan yang berbasis di Cupertino ini mengirimkan 60,4 juta unit iPhone, menguasai 20% pangsa pasar global.

Persaingan HP China

Meski kehilangan posisi puncak, performa Apple sebenarnya masih menunjukkan tren positif jika dibandingkan Q1 tahun lalu yang hanya mencatatkan pangsa pasar 19%.

Sementara itu, pabrikan HP asal China menunjukkan performa yang cukup kontras.

Xiaomi menempati urutan ketiga dengan pengiriman 33,8 juta unit (11% pangsa pasar), meski mereka harus menghadapi penurunan pengiriman yang cukup tajam sebesar 19% secara tahunan.

OPPO (termasuk sub-brand OnePlus dan Realme) mengamankan posisi keempat dengan 30,7 juta unit (10% pangsa pasar), namun mengalami penurunan pengiriman sebesar 6%.

Sementara Vivo berada di posisi kelima dengan total pengiriman 21,3 juta unit (7% pangsa pasar), menyusut 7% dibanding tahun lalu.

Bayang-bayang Kenaikan Harga Komponen

Secara keseluruhan, pasar smartphone global pada Q1 2026 tercatat tumbuh tipis sebesar 1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Meski pasar tampak stabil di awal tahun, Omdia memberikan peringatan mengenai potensi perlambatan pada paruh kedua tahun 2026.

Analis memprediksi adanya kenaikan harga komponen, terutama chip memori, yang diprediksi akan membebani margin keuntungan para vendor. Tantangan biaya produksi ini diperkirakan bakal terus membayangi profitabilitas industri ponsel pintar setidaknya hingga dua tahun ke depan.

Sumber : Liputan6.com