Harga Emas Dunia Anjlok Setelah The Fed Tahan Suku Bunga
30 April 2026, 07:42 WIB
Harga emas dunia merosot pada Rabu, 29 April 2026. Koreksi harga emas dunia tergelincir setelah the Federal Reserve (the Fed) tahan suku bunga acuan dan sesuai dengan harapan pelaku pasar.
Mengutip CNBC, Kamis (30/4/2026), harga emas spot turun 1,2% menjadi USD 4.541,30 per ounce. Harga kontrak berjangka emas untuk pengiriman Juni terpangkas 1,3% menjadi USD 4.546,20 per ounce.
Keputusan the Fed menambah tekanan pada harga emas emas yang berasal dari laporan negosiasi perdamaian antara Iran dan Amerika Serikat (AS) telah mencapai jalan buntu. Presiden AS Donald Trump tidak senang dengan proposal terbaru dari Iran.
"Sentimen pasar telah bergeser ke arah skeptisisme mengenai potensi kesepakatan AS-Iran, memperkuat narasi suku bunga lebih tinggi untuk jangka waktu lebih lama," ujar Analis MarketPulse OANDA, Zain Vawda.
Tingkat suku bunga yang lebih tinggi tersebut telah mengurangi daya tarik emas karena emas merupakan aset yang tidak memberikan imbal hasil.
"Emas tetap sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan suku bunga ini, yang saat ini diperparah oleh tekanan inflasi akibat kenaikan harga minyak," kata Vawda.
Ia menambahkan, jika AS dan Iran dapat mencapai kesepakatan dengan cepat, tren kenaikan harga emas dapat kembali dan mendorong harga emas untuk mengakhiri tahun antara USD 5.300 dan USD 5.500 per ounce.
The Fed Tahan Suku Bunga
Sebelumnya, bank sentral Amerika Serikat atau the Federal Reserve (the Fed) memutuskan mempertahankan suku bunga di kisaran 3,5%-3,75% pada Rabu, 29 April 2026 waktu setempat. Adapun the Fed terpecah belah secara tidak biasa mempertahankan suku bunga karena pembuat kebijakan terus bergulat dengan dampak inflasi dan menanti transisi kepemimpinan yang akan segera terjadi di bank sentral.
Mengutip CNBC, Kamis (30/4/2026), dalam pertemuan yang mungkin terakhir bagi ketua the Federal Reserve Jerome Powell sebagai pemimpin. Dalam pertemuan, Federal Open Market Committee (FOMC) mempertahankan suku bunga acuan 3,5%-3,75%. Pasar prediksi 100% tidak akana da perubahan.
Namun, pertemuan tersebut mengalami perubahan dramatis di tengah gelombang besar pejabat yang menentang pesan bahwa penurunan suku bunga lebih lanjut mungkin akan terjadi. Di tengah ekspektasi untuk pemungutan suara rutin untuk mempertahankan suku bunga acuan tetap stabil, FOMC malah terpecah menjadi 8-4, dengan para pejabat menyatakan alasan yang berbeda untuk pemungutan suara mereka.
Terakhir kali empat anggota FOMC berbeda pendapat adalah pada Oktober 1992.
Secara terpisah, selama konferensi pers setelah keputusan bank sentral, Powell memberi sinyal ia akan tetap berada di Dewan Gubernur untuk jangka waktu yang tidak terbatas. Ia menunggu hingga investigasi terhadap renovasi Federal Reserve "benar-benar selesai dengan transparansi dan kepastian."
"Dalam masa jabatan yang umumnya ditandai dengan pembangunan konsensus dan sedikit perbedaan pendapat, Ketua Powell mengakhiri masa jabatannya dengan 4 perbedaan pendapat," tulis Kepala Investasi di Northwestern Mutual, Brent Schutte dalam sebuah email.
"Ini tidak hanya menyoroti potensi hal yang sama di bulan-bulan mendatang ketika Ketua baru yang fokus pada perubahan Fed mengambil alih, tetapi juga kenyataan bahwa prospek ekonomi jangka pendek tetap sangat tidak pasti mengingat sinyal pasar tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi yang saling bertentangan di tengah inflasi yang tetap stagnan di angka 3% lebih sejak akhir tahun 2023."
The Fed Terpecah
September 2025, berbeda pendapat dan mendukung pemotongan 0,25%.
Tiga suara "tidak" lainnya berasal dari presiden regional Beth Hammack dari Cleveland, Neel Kashkari dari Minneapolis, dan Lorie Logan dari Dallas. Mereka mengatakan setuju dengan kebijakan mempertahankan suku bunga tetapi "tidak mendukung dimasukkannya bias pelonggaran dalam pernyataan tersebut saat ini."
Yang menjadi masalah bagi ketiganya adalah kalimat ini: "Dalam mempertimbangkan sejauh mana dan waktu penyesuaian tambahan terhadap kisaran target suku bunga dana federal, Komite akan dengan cermat menilai data yang masuk, prospek yang berkembang, dan keseimbangan risiko."
Ungkapan tersebut menunjukkan kemungkinan langkah selanjutnya akan lebih rendah, yang tersirat dengan penggunaan kata "tambahan," yang mencerminkan bahwa tindakan suku bunga terbaru adalah penurunan. Hammack, Kashkari, dan Logan, bersama dengan beberapa pejabat Fed lainnya, telah memperingatkan tentang bahaya inflasi yang terus-menerus. Harga yang lebih tinggi menandakan kenaikan suku bunga bagi The Fed, yang telah cenderung melonggarkan kebijakan moneter sejak akhir tahun 2025.