Laporan Perubahan Iklim Terbaru: Eropa Benua dengan Pemanasan Tercepat
29 April 2026, 17:06 WIB
Hampir seluruh wilayah Eropa mengalami suhu tahunan di atas rata-rata pada 2025, tahun yang mencakup pula suhu laut tertinggi yang pernah tercatat serta kebakaran hutan dari kawasan Arktik hingga Mediterania. Demikian menurut Organisasi Meteorologi Dunia (WMO).
Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa tersebut merilis temuan ini pada Rabu (29/4/2026) dalam sebuah laporan bersama yang disusun dengan Pusat Prakiraan Cuaca Jangka Menengah Eropa (ECMWF), yang menggambarkan kondisi perubahan iklim yang suram di kawasan itu.
"Eropa adalah benua dengan pemanasan tercepat dan dampaknya sudah sangat parah. Hampir seluruh wilayah telah mengalami suhu tahunan di atas rata-rata," kata Direktur Jenderal ECMWF Florian Pappenberger seperti dikutip dari laporan Al Jazeera, seraya menambahkan bahwa kondisi kekeringan juga terjadi pada Mei 2025.
Menurut laporan tersebut, kondisi panas dan kering di seluruh wilayah turut memicu kebakaran hutan tahun lalu yang menghanguskan lebih dari 1 juta hektare lahan---sekitar seluas Siprus---dan sekitar 70 persen sungai di Eropa mencatat aliran tahunan di bawah rata-rata.
Rekor Terburuk di Wilayah Terdingin Eropa
Berdasarkan peta yang dibagikan dalam laporan tersebut, gelombang panas laut yang kuat juga teramati di sebagian besar wilayah benua, dengan lonjakan suhu terjadi di perairan Samudra Atlantik dekat Inggris, Irlandia, dan Islandia serta di sejumlah titik di sekitar Laut Mediterania.
Sejumlah perubahan paling signifikan terjadi di wilayah terdingin Eropa, ketika kawasan sub-Arktik Norwegia, Swedia, dan Finlandia mencatat gelombang panas selama 21 hari---yang terburuk dalam sejarah---pada Juli 2025.
Selama periode tersebut, menurut laporan itu, suhu mencapai 30 derajat Celsius atau lebih di sekitar Lingkar Arktik.
Laporan yang sama menyebut, tutupan salju di seluruh Eropa menurun hampir 30 persen menjadi 1,32 juta kilometer persegi pada Maret 2025, setara dengan kehilangan wilayah yang mencakup gabungan Prancis, Italia, Jerman, Swiss, dan Austria.
Adapun penyusutan gletser tercatat di seluruh Eropa, dengan kehilangan terbesar kedua dalam sejarah terjadi di Islandia.
"Laporan (2025) ini memberikan gambaran yang tegas: laju perubahan iklim menuntut tindakan yang lebih mendesak," kata Samantha Burgess, pimpinan strategi iklim di ECMWF.
"Dengan meningkatnya suhu, kebakaran hutan yang meluas, dan kekeringan, bukti yang ada tidak terbantahkan; perubahan iklim bukan lagi ancaman di masa depan, melainkan kenyataan yang kita hadapi saat ini."