Pemkab: Dinkes Bogor Terus Intensifkan Pemeriksaan Kesehatan Ribuan Jemaah Calon Haji
21 April 2026, 03:00 WIB
Pemkab atau Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Jabar) terus mengintensifkan pemeriksaan kesehatan jemaah calon haji tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi dengan capaian yang kini telah mencakup seluruh kuota yang ditetapkan.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Fusia Meidiawaty, capaian tersebut menunjukkan tingginya kesadaran calon haji dalam menjaga kondisi kesehatan sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.
"Capaian ini mencerminkan sinergi yang baik antara petugas kesehatan dan jemaah. Kami terus mendorong agar seluruh jemaah memenuhi syarat istithaah kesehatan demi kelancaran dalam menjalankan ibadah haji," ujar Fusia, melansir Antara, Selasa (21/4/2026).
Dia menjabarkan, berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, dari total kuota jemaah haji sebanyak 2.504 orang, tercatat sebanyak 3.802 data pemeriksaan kesehatan telah masuk dalam sistem Siskohatkes.
"Data tersebut mencakup jemaah haji reguler maupun jamaah haji khusus," ucap Fusia.
"Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.146 calon haji telah menyelesaikan seluruh tahapan pemeriksaan kesehatan, dengan capaian pemeriksaan kesehatan jemaah asal Kabupaten Bogor mencapai 2.853 orang atau sebesar 116,6 persen dari kuota," sambung dia.
Layani Calon Haji dari Luar Kabupaten Bogor
Selain itu, menurut Fusia, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor juga melayani pemeriksaan terhadap 293 calon haji asal luar Kabupaten Bogor atau sekitar 12 persen dari total layanan pemeriksaan kesehatan yang dilakukan.
"Dalam aspek kelayakan kesehatan, sebanyak 3.134 calon haji atau 128,1 persen telah dinyatakan memenuhi kriteria istithaah kesehatan atau layak secara kesehatan untuk menunaikan ibadah haji," terang dia.
Sementara itu, lanjut Fusia, sekitar 0,5 persen jemaah dinyatakan belum memenuhi kriteria istithaah kesehatan, yang umumnya disebabkan oleh penyakit kronis sehingga memerlukan penanganan lebih lanjut sebelum keberangkatan.
Fusia menjelaskan, pihaknya akan terus melakukan pemantauan, pembinaan, dan pelayanan kesehatan secara berkelanjutan agar seluruh jemaah calon haji dapat berangkat dalam kondisi sehat dan prima.
"Kesiapan fisik dan mental menjadi faktor penting agar jemaah dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji dengan aman, lancar, dan khusyuk," jelas Fusia.