Pilihan Mikel Arteta Dipertanyakan, Arsenal Kehilangan Daya Gedor di Markas Man City
20 April 2026, 16:49 WIB
Kekalahan Arsenal saat bertandang ke markas Manchester City menuai sorotan tajam. Keputusan pelatih Mikel Arteta memainkan Piero Hincapie dan Cristhian Mosquera sebagai full-back dinilai menjadi salah satu faktor yang merugikan tim.
Legenda Manchester United, Gary Neville, menyebut pilihan tersebut membuat Arsenal kehilangan dimensi serangan. Dalam laga krusial yang wajib dimenangkan, The Gunners justru harus pulang dengan tangan hampa setelah gol semata wayang Erling Haaland di babak kedua memastikan kemenangan tuan rumah.
Arsenal sebenarnya datang ke laga ini dengan tekanan tinggi usai performa yang kurang konsisten. Mereka juga sempat diperingatkan untuk tidak bermain terlalu defensif di Etihad. Meski secara keseluruhan penampilan tim mendapat pujian, Neville menilai lini belakang yang diisi pemain berkarakter bek tengah membuat aliran serangan menjadi tumpul.
"Hincapie dan Mosquera memang menjalankan tugasnya dengan baik secara defensif, tapi mereka terbatas saat menguasai bola," ujar Neville. Ia menambahkan, peran full-back modern yang biasanya aktif membantu serangan tidak terlihat dalam laga tersebut.
Absennya pemain seperti Jurrien Timber atau Riccardo Calafiori juga dianggap berdampak besar. Menurut Neville, Arsenal kehilangan kemampuan untuk membangun serangan dari sisi sayap, termasuk kualitas umpan dan koneksi ke lini tengah maupun depan.
Performa Nico O'Reilly
Di sisi lain, Manchester City justru tampil lebih variatif. Peran Nico O'Reilly dan Matheus Nunes di sektor sayap memberi warna berbeda dalam serangan. O'Reilly bahkan menjadi kreator assist untuk gol kemenangan Haaland.
Penampilan O'Reilly kembali mencuri perhatian. Pemain muda tersebut sebelumnya juga mencetak dua gol saat City mengalahkan Arsenal di ajang Carabao Cup, dan terus menunjukkan kontribusi penting dalam beberapa laga terakhir.
Pelatih Pep Guardiola tak ragu memberikan pujian tinggi. Ia menyebut O'Reilly sebagai pemain yang komplet, baik dalam bertahan, menyerang, maupun situasi bola mati.
"Dia luar biasa. Bisa bermain di berbagai posisi dan selalu memberikan dampak. Musimnya sangat fantastis," ujar Guardiola. Bahkan, ia menilai O'Reilly layak masuk kandidat kuat peraih penghargaan Pemain Muda Terbaik versi Professional Footballers' Association.
Hasil ini menjadi pukulan telak bagi Arsenal dalam perburuan gelar Premier League. Sementara itu, Manchester City semakin menunjukkan konsistensinya sebagai pesaing utama di papan atas.