Reaksi Wali Kota Usai Viral Video Siswa SMP Medan Seberangi Pipa Demi ke Sekolah
20 April 2026, 10:09 WIB
Viral video beberapa anak SMP nekat menyeberangi pipa air yang berada di atas Sungai Deli, Kota Medan agar lebih cepat sampai ke sekolah. Mereka terdiri dari laki-laki dan perempuan. Para pelajar tersebut baru saja pulang sekolah dan masih mengenakan seragam. Mereka melewati pipa PDAM itu, dan di bawah mereka mengalir sungai besar.
Kabarnya, dahulu di lokasi itu ada jembatan yang menghubungkan Gang Perbatasan, Jalan Brigjen Katamso, Kecamatan Medan Maimun, dengan Kecamatan Medan Polonia. Jembatan itu yang menjadi akses penyebrangan anak sekolah. Kini, jembatan yang merupakan bekas rel kereta api itu sudah tak tersisa.
Seorang siswi kelas 7 di SMPN 34 Medan, Mita, mengaku terpaksa melewati jembatan itu agar akses menuju sekolah lebih dekat. Sekolahnya berada di Gang Perbatasan, sedangkan rumahnya di Kecamatan Medan Polonia. Jika tidak melewati jembatan tersebut, dia harus memutar lebih jauh agar bisa sampai ke sekolah.
"Ya, kalau naik motor sekitar 6 menit ke rumah, tapi kalau jalan jauh, harus mutar, dari sini lebih dekat," ungkap Mita.
Kepling 21 Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Medan Maimun, Lestari mengatakan, para pelajar tersebut memang sudah sering melintasi pipa itu saat pergi dan pulang sekolah. Tak hanya pelajar, warga sekitar juga melakukan hal yang sama.
"Ada beberapa pelajar, enggak semuanya, beberapa aja yang nekat untuk melintasi jalan ini," Lestari menuturkan.
Dikatakannya, anak-anak tersebut sudah beberapa kali diimbau untuk tidak melintasi pipa itu karena sangat berbahaya. Namun, mereka tetap nekat karena lebih dekat menuju sekolahnya.
"Bahkan sudah dipasang garis kok supaya jangan dilewati, sudah diimbau," ujarnya.
Menurut Lestari, dulunya ada jembatan bekas rel kereta api tepat berada di sebelah pipa itu. Namun, beberapa tahun terakhir, jembatan itu rusak dan kini sudah tidak ada lagi.
"Harapan masyarakat sini jembatannya dipasang kembali, diperbaiki, karena akses utama warga Polonia dan Kampung Baru," tandasnya.
Wali Kota Medan Pernah Melalui Jalur yang Sama
Pascavideo tersebut viral, Wali Kota Medan, Rico Waas meninjau jembatan perlintasan kereta api yang roboh akibat banjir besar yang terjadi beberapa waktu yang lalu, di Jalan Adi Sucipto, Gang Damai, Kecamatan Medan Polonia.
Jembatan eks perlintasan kereta api milik PT KAI yang dibangun pada era kolonial Belanda (rentang tahun 1887-1915), sudah tidak difungsikan untuk kereta api. Dalam peninjauan itu, Rico Waas memastikan Pemko Medan tidak akan tinggal diam melihat terputusnya akses warga. Sebab, jembatan ini merupakan urat nadi bagi mobilitas warga, terutama akses utama anak-anak menuju sekolah.
Mengingat lahan tersebut merupakan kewenangan PT KAI, Pemko Medan tengah menyiapkan strategi kolaborasi untuk membangun kembali akses penyeberangan yang lebih modern dan aman.
"Saya meninjau lokasi jembatan di Gang Damai yang sudah roboh sejak 2024. Kami bersama PT KAI akan menyiapkan strategi pembangunan akses penyeberangan yang nyaman bagi masyarakat," kata Rico.
Rico berharap pembangunan kembali akses ini nantinya dapat menghubungkan kembali aktivitas antar kecamatan dan kelurahan yang selama ini terhambat.
"Saya berharap nantinya ini bisa menyambungkan aktivitas masyarakat dari satu kecamatan ke kecamatan lainnya menjadi lebih dekat. Kita ingin mobilitas warga kembali normal, dan anak-anak sekolah bisa melintas dengan aman," harapnya.
Sementara terkait video yang beredar, sebenarnya kata Rico, dahulu dirinya juga sempat melewati jalur yang sama untuk pergi ke sekolah.
"Sudah lama jadi jalan pintas. Dulu saya juga lewat situ karena lebih dekat," ujar Rico saat diwawancarai wartawan di Balai Kota pada Selasa 14 April 2026 lalu.
Menurutnya, lokasi tersebut merupakan lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI). Dia mengaku akan segera berkoordinasi untuk mencari solusi terkait pembangunan jembatan alternatif.
"Segera kita koordinasikan, apakah bisa dibangun jembatan atau dicarikan jalur lain yang lebih aman dan tetap efisien," tambahnya.
Meski demikian, Politisi Nasdem ini mengaku pihaknya masih mempertimbangkan Detail Engineering Design (DED) terkait pembangunan jembatan.
"Tentu menjadi atensi kita (membangun jembatan) terlebih jika mau dibangun dari awal kita mesti punya DED-nya dulu," pungkasnya.